Wednesday, 25 March 2026

Dari Situ Patenggang Ke Chiampelas

Setelah bertemu di parkiran akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya yaitu situ patenggang sekitar 16 menit dari lokasi kawah rengganis ini atau kurang lebih 6 km, ternyata untuk wahana permainan di kawasan wisata ini lebih banyak ketimbang di kawah rengganis hampir sebagian besar berada di sini, kami di sarankan untuk mencoba golesat kendaraan seperti gocart tetapi tanpa mesin yang mengandalkan turunan sebagai sarana kecepatan seru dan juga menantang, ada juga spot foto perahu finisi, rumah kelinci dan lainnya, tetapi tidak semua bisa kami mainkan karena mengingat waktu yang singkat

Akhirnya sesuai dengan saran dari driver kamipun menuju wahana golesat untuk melakukan balapan tanpa mesin, kulihat seru juga sepertinya banyak juga bule asing yang mencoba permainan tersebut, akhirnya setelah antri giliran kami untuk menaiki golesat tersebut aku juga ngeri-ngeri cemas walaupun sudah di pakai alat-alat safety seperti helm dan juga kendaraan yang tahan benturan ternyata cara mengerem kendaraan ini adalah memajukan stangnya ke depan tidak seperti motor atau mobil jadi jujur saja aku yang biasa membawa kendaraan juga sempat binggung untuk mengoperasikan kendaraan ini, akhirnya kendaraan pun di dorong satu persatu dan berjalan melalui turunan, entah kenapa kendaraan ku tiba-tiba berhenti mungkin karena aku menggerakan stang atau duduk ku yang kurang kebelakang sehingga benturan pun terjadi mobil ayuk, kakak dan adek saling tabrakan beruntun setelah menabrak mobil ku, akupun turun untuk mendorong golesat tersebut karena ternyata di ujung landasannya ada fotografer yang mengambil saat kami menaiki golesat tersebut.

Ternyata hal tersebut lumayan memacu adrenalin saat foto-foto di ambil oleh kakak aku sempat tertawa melihat gaya kami di atas golesat, beragam macam gaya. Seanjutnya kami menuju ke kapal finishi yang merupakan resto dan cafe di mana tempat spot foto yang bagus salah satunya di sini serasa menjadi bajak laut topi jerami adek sambil bersendung lagu one piece, banyak spot foto di sini dan di sini juga kami bertemu pengunjung yang sama-sama berasal dari Palembang. Sekitar 30 menit di lokasi ini akhirnya kami kembali ke tempat pintu masuk untuk menukarkan ticket dengan secangkir teh hangat, tidak terasa jam di tanganku menunjukan pukul 13:00, akhirnya kami meninggalkan lokasi ini untuk istirahat siang.

Mobilpun bergerak di iringi hujan yang mulai turun kembali akhirnya kami pun berhenti di Cafe dan Resto Bukit Senyum yang berjarak sekitar 4 km dari situ patenggan atau kurang lebih 10 menit kami sudah sampai di tempat ini, kami bersantap siang, istirahat dan dan sholat di sini. Makanan yang di sajikan lumayan menggugah selera, mungkin karena kami memang lapar dan mungkin juga suasana dingin ini membuat makan menjadi nikmat.

Setelah hampir 30 menit hujan juga tidak kunjung reda air wudhu di musolah resto ini seperti air es yang di usap kemukaku, tetapi tidak ada pilihan lain karena waktu sholat zuhur sudah lewat beberapa saat, akhirnya setelah semuanya selesai kami kembali lagi kearah kota bandung tetapi tujuan kami adalah ke ciwalk perjalanan sama seperti tadi kurang lebih 1,5 jam dengan melalui jalan tol, sekitar pukul 5 sore di tenga kemacetan kami akhirnya tiba di kawasan chiampelas dengan khas kemacetanya tanpak pilar besi yang di sebut dengan teras chiampelas , “Teras Cihampelas atau Cihampelas Skywalk diresmikan pada tahun 2017. Teras Cihampelas dibangun dengan tujuan untuk merelokasi para pedagang kaki lima di area Cihampelas sehingga mengurangi kepadatan dan kemacetan di jalan Cihampelas. Sempat menjadi tempat favorit, Teras Cihampelas mengalami "mati suri" saat pandemik terjadi. Sempat dibuka kembali dengan acara seremoni dan dibukanya area tahap dua, sampai saat ini Teras Cihampelas belum mengalami lagi kepadatan pengunjung seperti saat pertama kali dibuka”. (Sumber : indonesiavirtualtour.com)

Sempat di kabarkan bahwa teras chiampelas ini akan di bongkar oleh pemerintah kota Bandung, yang akan merelokasi usaha UMKM yang ada, padahal dahulu kawasan ini sangat terkenal dengan barang-barang yang murah dan begitu juga jeans nya, teringat zaman dahulu ada ikonik superman, spiderman, rambo yang muncul dari balik dinding toko dan ada iklan-iklan 3D lainya yang banyak terlihat di sepanjang jalan chiampelas ini, tetapi saat ini semua sudah menghilang di gantikan dengan pilar besi di sepanjang jalan chiampeas sehingga jalan yang ikonik dulu menjadi hambar. Akhirnya kami turun di depan pintu masuk Ciwalk, Ciwalk sendiri merupakan singkatan dari Cihampelas Walk (Ciwalk) merupakan pusat perbelanjaan mewah di Bandung. Mall ini dibangun pada tahun 2004 dan merupakan salah satu mall yang unik, bersih dan nyaman. Berjalan-jalan di siang dan malam hari akan menjadi sangat berbeda karena lampu di setiap stall dan gedung utama yang memberika suasana yang berbeda.

Suasananya masih seperti dulu sudah beberapa kali aku mengijakan kaki ke mall ini tetapi masih saja tersesat karena bingung antara jalan naik dan jalan turun sehingga yang aku ingat melalui lift kotak / elevator, beberapa saat kami keliling di sana sampai azan magrib berkumandang, kakak pun berbeanja beberapa kebutuhan kosmetiknya, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menyelusri jalan chiampelas yang sudah tertutup pilar-pilar besi, di situ aku membeli dodol dengan 100k bisa mendapatkan 2,5 kg dan topi kareakter yang di jual di TWA Tangkuban Perahu hanya 25k perbuahnya dan gantungan kunci yang katanya batu di jual di sana 65k disini hanya seharga 5k saja. Setelah puas berkeliling dan berbelanja akhirnya kami kembali ke hotel setelah beristirahat sebentar melepaskan penat dan juga sholat kamipun makan malam di warung pecel lele yang berada tepat di seberang hotel, dengan rasa yang enak dan tidak perlu jauh-jauh untuk makan akhirnya hari ini kami tutup dengan senyuman syukur.

No comments:

Post a Comment