Showing posts with label Candi. Show all posts
Showing posts with label Candi. Show all posts

Thursday, 15 August 2019

Teriakan Maut Menggema Di Prambanan

Ayuk on action 
Saat menyusuri jalan pulang di kawasan candi Prambanan, maka tampaklah wahana permainan yang di beri label "De Geyong In Prambanan Tample", yaitu menggunakan sepeda di atas seutas kawat baja dengan back ground candi prambanan, dan ada satu lagi permainan di kawasan ini yaitu kursi santai yang di naikan lumayan tinggi sehingga seolah kursi tersebut menjadi ayunan dengan back ground candi prambanan juga.

"Yah... kakak, main sepeda itu yah..... boleh kan ?"rengek kakak 
"Iya .. yah adek juga berani" Kata adek
"Tapi itu tinggi , nanti kalian takut" kata ku
"Ndak ya.... kakak berani"jawab kakak

Akhirnya perjalanan pulang kami pun tertunda sementara, wahana permainan ini tampak menarik bagi kakak dan adek, ayuk yang dari tadi asik dengan hp nya tidak memberi respon apa-apa. Sepeda yang sudah di rancang khusus dengan safety yang cukup ketat memastikan kalau permainan ini aman. Dengan tarif 20 ribu untuk sekali menggunakan sepeda tersebut, dan jika kita menggunakan jasa fotografer dari pihak mereka maka akan di kenakan biaya lagi.

Saat adek di atas sepeda
Kakak dan adek bergegas menuju ke pohon di mana tempat mulai sepedahnya di kayuh, setelah perlengkapan safetynya di pasang dan mulailah mereka mendayung belum setengah jalan meraka berdua pun sudah menjerit histeris.

"Bunda..........ayah.... tarik kebelakang, Bunda.... ayah.... takut"Teriak kakak dan adek ketakutan
"Tarik...yah... tarik.....bunda.... tarik" si kakak berteriak-teriak dan si adek juga berteriak ketakutan

Ayuk  dan beberapa fotografer yang ada di sana hanya bisa tertawa.

kakak yang ketakutan
Tampak muka kakak yang sudah mulai memucat dan menangis dan akhirnya di tariklah oleh petugas yang memasangkan perlengkapan safety nya tersebut.

Sekarang ayuk pun mencoba permainan ini, tampang yang tadinya cengengesan menjadi pucat juga saat sepeda sudah di kayuh ke tengah apalagi saat tangannya di lepas dari stang sepeda atas saran dari fotografer, tapi tidak berteriak-teriak seperti kakak, ayuk lebih berani sedikit.

"Katanya berani.......?"tanyaku ke kakak & adek
"Takut putus yah..." jawab kakak sambil senyum-senyum
"Gemetaran di atas sana" lanjut adek

"Sebenarnya bunda ingin coba loh.... tapi malu"ceplos bunda santai
Mata ku dan anak-anak tertuju pada bunda
"Ayo... sudah pulang, sudah sore"seruku.

Kamipun menyudahi perjalanan hari ini, ada beberapa tempat yang belum bisa di kunjungi karena terbentur masalah waktu yaitu Puthu stumbuk, candi pawon dan candi palaosan, yang mudah-mudahan lain kali bisa berkunjung lagi.

Mencari Roro Jongrang di Antara Candi & Reruntuhan Prambanan

Roro Jonggrang & Bandung Bondowoso versi Dhinisa Journey..... jangan ada yang komentar...
"Kisah ini diawali dengan kekalahan Prabu Damarmoyo oleh Prabu Boko ayahanda Putri Roro Jonggrang. Dengan kekalahan itu berceritalah dia pada anaknya Bandung. Bandung yang sangat marah akhirnya menantang perang Prabu Boko dan mengalahkannya. Pada saat itu pula Bandung melihat Roro Jonggrang, seorang putri raja yang cantik jelita dan jatuh cinta kepadanya. Namun saat Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung adalah pembunuh ayahnya, maka Roro Jonggrang punya niat licik untuk mempermainkan Bandung dengan cara meminta membangun 1000 candi jika ingin meminangnya, Dari sinilah petaka muncul, Bandung yang dibantu Bondowoso dan prajurit setan gagal membangun 1000 candi. Karena kelicikan dan tipu muslihat ini akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Jonggrang menjadi Arca sebagai penggenapan jumlah 1000 candi." borobudurpark.com


Itulah sekelumit dari cerita legenda rakyat yang sangat merakyat tentang terbentuknya candi Roro Jongrang atau candi Prambanan ini, sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke sini pernah sebelumnya juga berkunjung ke sini, tetapi baru kali ini memikirikan apakah si roro jongrang itu arcanya memang ada di salah satu candi ini  atau hanya sekedar mitos belaka ?

Kami pun tiba di gerbang pintu masuk komplek candi prambanan,
"Mas... nanti saya turunkan di sini, itu loket ticketnya ... saya nanti tunggu di parkiran dekat pintu keluar" jelas Mas Nugroho
"Iya.. mas, terima kasih" jawabku

Harus antri & gantian untuk berfoto di spot ini
Kamipun tidak langsung menuju loket ticket tetapi menuju ke tulisan prambanan yang terletak tepat berada di tempat kami di turunkan oleh mas Nugroho tadi, setelah beberapa kali melakukan swa foto di sana kamipun langsung  menuju loket pembelian ticket, ticket yang di tetapkan untuk masuk di kawasan candi Prambanan ini sama seperti yang di tetapkan saat masuk di kawasan candi Borobudur, yaitu 40 ribu untuk dewasa dan 20 ribu untuk anak-anak.

Menuju ke candi banyak spot foto yang di siapkan oleh pengelolah, walaupun harus antri dan bergantian, ada yang berfoto dengan background candi, ada spot foto kursi taman dan lain sebagainnya, beberapa kali kamera kami membidik foto di tempat ini dengan beragam gaya ala kami. Dimana terlihat juga dari kejahuan oleh kami reuntuhan candi yang di biarkan tergeletak di kawasan candi prambanan ini akibat gempa besar tahu 2006 yang lalu. 

Akhirnya setelah sampai di komplek candi prambanan kami kangsung menaiki candi yang paling besar di kawasan ini yaitu candi siwa, candi yang memiliki 4 bilik di mana setiap bilik ini memiliki 1 arca, yaitu Arca Siwa Mahadewa, Arca Resi Agastya sebagai Siwa Mahaguru, Arca Durga Mahisasuramardini yang di percaya sebagai (arca roro jongrang) dan Arca Ganesha. Tangga candi yang lumayan curam harus membuat kita extra hati-hati, karena jika terpeleset bisa celaka jadinya, 


Di areal halaman pusat Candi Prambanan ada 16 candi, yaitu Candi Siwa , Candi Brahma , Candi Wisnu  yang di  kelilingi oleh candi-candi tunggangannya yaitu : Candi Nandi , Candi Angsa  & Candi Garuda, dan ada beberapa candi kecil lainnya yaitu Candi Apit, 2 buah, Candi Kelir, 4 buah & Candi Sudut, 4 buah.

Candi Prambanan dibangun pada paruh kedua abad ke-9 atau permulaan abad ke-10 sebagai persembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu: Brahma, Wishnu, dan Siwa. Karena arca Durga berada di candi induk, kompleks Candi Prambanan biasa disebut Candi Loro Jonggrang. Pemugaran kali pertama dilakukan oleh arsitek muda, De Haan. Selain terkendala pemotongan anggaran, tragisnya dia meninggal pada 1930. Penggantinya, Van Romondt juga terhambat oleh pembatasan anggaran. Pemugaran tertunda karena pecah Perang Dunia II disusul perang kemerdekaan Indonesia. Pemugaran candi induk, yaitu candi Siwa, di mana arca Durga atau Loro Jonggrang berada, yang dimulai pada 1918 baru tuntas pada 1953 dan diresmikan Presiden Sukarno.


Jadi di manakah Roro Jongrang tersebut berada apakah ?, apakah Roro jongrang adalah Durga Mahisasuramardini yang merupakah si penakluk kerbau raksasa, atau hanya sekedar legenda Bandung Bodowoso yang tesebar dari mulut kemulut sebagai pemanis cerita suatu tempat, entahlah tetapi yang pasti saya tidak menemukan kaitan antara arca di komplek candi prambanan ini dengan cerita roro jongrang yang di gambarkan sebagai sosok perempuan cantik dan semampai. Jadi di manakah si Roro Jongrang ini... biarlah jadi misteri untuk diri ini.

Saat perjalan menuju pintu keluar banyak fasilitas penunjang yang bisa di manfaatkan oleh pengunjung seperti musolah, toilet yang bersih dan tidak di pungut biaya berbeda dengan di kawasan borobudur yang masih memungut biaya untuk urusan toilet, dan sepanjang jalan keluar di kawasan ini terdapat kandang kelinci, kandang ayam dan kambing/domba yang menjadi daya tarik anak-anak.


Candi Mendut & Lele Panggang Bale Kambang Borobudur

Di depan candi mendut
Selanjutnya mas Nugroho bergerak menuju candi Mendut yang letaknya tidak terlalu jauh kurang lebih 15 menit perjalanan dari bukit rhema, mobil bergerak perlahan menyusuri aspal kearah candi mendut yang tak lama kemudian sampailah kami di plataran parkiran candi mendut.

Matahari yang semakain menyengat membuat kami bergegas menuju loket pembelian ticket, di kiri kanan jalan masuk area candi para bedagang souvenir berusaha menjajakan barangnya kepada kami, ticket untuk memasuki kawasan.

Untuk harga ticket masuk ke candi ini cukup murah yaitu seharga 3.500 Rupiah termasuk ansuransi yang mana ticket tersebut bisa di pakai untuk ke 2 lokasi candi yaitu candi mendut & candi pawon yang berjarak +\- 4 menit dari lokasi candi mendut.

Ditemukan pertama kali pada tahun 1836 seluruh bagian candi di temukan kecuali bagian atapnya, hingga pemerintah Hindia Belanda melakukan pemugaran untuk kali pertama pada tahun 1897-1904, untuk pemugaran ini walau bisa di katakan jauh dari sempurna tetapi hasilnya cukup memuaskan dimana Bagian pondasi candi dan tubuh telah berhasil di reknstruksi.

Di bawah pimpinan Van Erp pada tahun 1908, rekonstruksi dan pemugaran candi Mendut di lanjutkan dengan melakukan penyempurnaan pada bagian atap dan pemasangan kembali stupa-stupa,  pemugaran ini juga sempat terhenti cukup lama karena terkendala dana, sehingga pada tahun 1925 pemugaran dapat di lanjutkan kembali.


Saat kami berkunjung ke candi mendut ini kebetulan lagi ada acara keagamaan yang sedang berlangsung di dalam candi , semua wisatawan lokal & asing  pada turun sehingga kita hanya bisa mengabadikan dari bawah candi mendut ini, kamipun tidak berlama-lama di kawasan ini selain untuk menghormati kegiatan agama yang sedang berlangsung di candi ini, perut ini juga sudah pada berterika-teriak minta di isi karena saat ini sudah menunjukan hampir pukul 13:00.


Mas Nugroho pun mulai bergerak kembali jarak yang di tempuh tidak terlalu jauh sekitar +\- 3 menit dari lokasi candi mendut, mobil bergerak perlahan dan tidak lama kemudian kami sampailah di lokasi tempat makan siang kami di Rumah makan Bale Kambang Borobudur yang di rekomendasikan oleh mas Nugroho.

RM Bale Kambang Borobudur
Di sebut bale kambang karena rumah makan ini memiliki konsep bale atau pondokan  yang terletak di atas kolam ikan /Kambang, di mana banyak sekali ikan-ikan yang ada di sini seperti nila, gurame, patin dan lele. Rumah makan yang terletak di Jl. Raya Borobudur KM. 2,8 Slak, Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah ini banyak juga di datangi turis yang habis berkunjung ke candi borobudur.

"Adek .. jangan main air ya... nanti kalau nyemplung ke kolam tidak ada baju ganti loh" kata bunda

Tapi sambil senyum-senyum tanpa menjawab adek masih saja mendekat ke rakit kayu yang tertambat di pinggir kolam tersebut, sudah berapa kali adek mau naik ke rakit tersebut tapi tidak bisa. Tempat sholatpun tersedia di musolah kecil di bagian belakang rumah makan ini, di sampingnya juga ada permainan anak-anak seperti ayunan dan roda hamster.

Lele bakar, ikan patin bakar, cumi goreng tepung, sayur asam, tongseng jamur tiram dan yang pasti satu bakul nasi yang kami pesan, lumayan lama kami menunggu pesanan kami karena rumah makan ini lumayan ramai di bale di sebarang kami ada touris sepertinya dari korea, di bale samping kiri ada turis dari cina dan beberpa bale lainnya yang terisi penuh, entah sudah berapa gelas air minera yang kutuang di dalam gelasku, tapi makanan nya belum datang juga.

Akhirnya makanan datang, lumayan lezat juga lele panggang yang di sajikanm ternyata dalam 1 porsil ikan lele panggang tersebut terdapat 2 buah ikan lele panggang yang lumayan besar,  kamipun makan dengan lahap dan  cepat juga makan tersebut habis, mungkin kami lagi lapar berat.

"Dek... makan yang banyak ya.... nanti kita mau ke candi prambanan, butuh banyak tenaga "kata ku ke adek
"Iya... yah" kata adek semangat

Saat membayar akupun terkejut ternyata tidak semahal yang aku kira, padahal banyak turis asing yang makan di sana.

Borobudur, Setetes Anugerah Dari Surga

Di Puncak Borobudur
Kamis, 15 Agustus 2019 ( Hari Ke 3 )

"Jemput nya di mana mas ?" saat wa dari driver Shika Trans Tour masuk ke HP ku
"Di depan kresna Guest House Jl. Pasar Kembang pukul 07:30 Mas" kubalas wa nya
"Ok Mas" wa nya masuk lagi ke hp ku

Padahal kami masih di kereta, pada tanggal 14 Agustus 2019 karena kurang bagusnya signal, beberapa kali si driver menelpon tapi setelah berbicara beberapa saat terputus, yang akhirnya saya tahu kalau nama drivernya adalah Mas Nugroho setelah pihak Shika Trans Tour melakukan konfirmasi. 

Paket wisata ini saya dapat setelah membaca artikel di www.yogyes.com yang berisi tentang informasi seputar yogya seperti kuliner, tempat wisata, rental mobil/motor, hotel/ penginapan, paket wisata dan  lainnya yang komplit abis.

Pukul 5:30 anak-anak sudah pada bangun, mandi  dan bersiap-siap, karena janji dengan drivernya hari ini pada pukul 07:30 pagi, setelah semua mandi akupun mengambil sarapan di resepsionis yang ternyata akan di antar ke kamar + teh hangat, kami semua sarapan tapi adek sarapannya sedikit sekali, akupun khawati kalau dia masuk angin.

Tepat pukul 07:30 mas Nugroho nya telpon ;
"mas Saya sudah ada di depan Kresna Guest Houes" kata mas Nugroho 
"Iya mas.. ini baru mau keluar penginapan" jawabku

Bunda membawa air mineral dan makanan ringan untuk bekal anak-anak di jalan, Hp, power bank  dan Kamera sudah di full charge, tongsis dan topi gunung jangan sampai ketinggalan karena sinar matahari yang  lumayan panas.

Setelah bertemu di depan kresna guest house, kamipun meluncur ke arah magelang ; "Ini rutenya mau kemana saja mas ?" tanya drivernya

Aku ceritakan rute paketnya dari phutuk stumbu/Bukit Brade, Gereja Ayam, Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi mendut, Candi prambanan dan candi palaosan yang memang rutenya tidak berjauhan antara satu yang lain kecuali dari Candi Borobudur ke Candi Prambanan.

Berfoto di salah satu relift di Candi Borobudur
"Kalau phutuk stumbu itu bagusnya hanya untuk sunrise mas,... kalau jam segini sudah nggak ada apa-apanya lagi, tapi kalau mau di antar juga nggak apa-apa... untuk gereja ayam jam segini belum buka, baru buka pukul 9 pagi .... kalau menurut saya lebih baik ke candi Borobudur atau candi Prambanan terlebih dahulu karena sudah buka"jelas Mas Nugroho

"Gitu ya mas...... kita ke candi Borobudur saja dulu mas" jawabku

Perjalanan lumayan panjang dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam, selama perjalanan ini adek azam mengeluh kepalanya pusing dan perutnya mual, beberapa kali dia merengek ke bunda, setelah ku pikir mungkin karena sarapan nya sedikit, akhirnya bunda yang terus menenangkan adek. Karena  selama ini adek belum pernah mabuk kendaraan baik darat, kereta api ataupun kapal laut.

Kurang lebih pukul 9 pagi kamipun sampai di areal parkiran Candi Borobudur.
"Mas... ini pintu masuknya , itu loket ticketnya, nanti kalau sudah selesai mas telpon saya saja" kata mas Nugroho sambil menunjuk loket ticket masuk candi Borobudur.
"Ok Mas, terima kasih....." Jawabku


Di gerbang masuk tulisan Borobudur terpampang besar yang menjadi spot foto bagi yang melalui gerbang tersebut, anak-anak pun menyempatkan diri berfoto di sana, selanjutnya langsung menuju loket ticket di mana harga saat ini untuk turis lokal dewasa Rp. 40.000,-/ orang dan anak-anak Rp.20.000,-/orang, saat ayah membeli ticket bunda memberikan pijatan kepada adek dan minyak kayu putih di perut, di punggung, dada dan kepala adek sambil di pijat.

Dan setelah di paksa dan di janjikan akan di belikan mainan, adek pun semangat lagi, saat melewati gerbang ticket yang harus di taping satu persatu biar bisa masuk, tapi bunda terhambat karena tas  yang di bawa bunda juga ikut di periksa karena larangan tidak boleh membawa makanan, untungnya mas Nugroho sudah memperingatkan kami  sebelum masuk tadi.


Berjalan kurang lebih 200 Meter, menuju candi dan harus kuat juga untuk berjalan menanjak ke atas, jika naik kereta taman akan di kenakan tarif 10 ribu/orang, kereta tayo 15 ribu/orang, andong 75 ribu per rombongan.

Dan bersyukur pada hari ini matahari tidak bersinar terlalu terik bisa di bilang agak mendung, jadi panasnya belum berasa banget, penjual topi dan payung yang ada di pelataran pintu masuk tadi juga kami tolak.

Berdecak kagum dengan menggaungkan nama-Nya saat bunda pertama kali melihat secara langsung candi yang menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia ini. 

Adek on action
Candi borobudur yang merupakan peninggalan Budha terbesar di dunia yang di bangun antara 780-840 Masehi oleh dinasti Sailendra yang merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Di temukan oleh pasukan Inggirs di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles pada tahun 1814 dan terbuka/dibersihkan seluruhnya pada tahun 1935    .

Candi yang di bangun dengan gaya mandala ini di bangun sebagai tempat pemujaan dan ziarah, di penuhi dengan relief yang berisi tuntuan agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia serta menuju pencerahan menurut Buddha.

Sebagai perlambang dan cerminan alam semesta dalam kepercayaan Buddha dengan struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Yang bermakna alam Nirwana di terletak di bagian pusat. Di zona pertama adalah Kamadhatu alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang, di zona ke dua adalah Rupadhatu alam peralihan, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia,  dan di zona terakhir adalah  Arupadhatu alam tertinggi, rumah Tuhan. 

Entah apa nama pose foto kakak ini



Kamipun mulai menaiki dan keliling di setiap lantai dari candi Borobudur ini, kebesaran & kuasa tuhan sangat terlihat di sini, susunan dan tumpukan batu-batu besar yang entah di rekatkan mengunakan apa hingga bisa kuat dan bertahan selama ini, seni ukiran relief yang sedemikian rupa yang banyak mengandung ajaran hidup. Kami berkeliling dari tiap lantai hingga sampai ke stupa yang paling besar yang terletak pada posisi paling atas.

Allah maha agung yang memberikan setetes anugrah dari surga berupa megahnya bangunan peninggalan masa lampau ini, walaupun ada satu buku yang pernah saya baca "Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman" oleh KH. Fahmi Basya, yang juga Ahli matematika Islam ini meyakini bahwa Borobudur sangat terkait erat dengan sejarah Nabi Sulaiman. 

Seperti di tuliskan di dalambuku ini bahwa ada 40 bukti eksak bahwa candi borobudur adalah peninggalan Ratu Saba’, salah satu bukti paling kuat dan belum bisa dibantah adalah ditemukannya surat dari Nabi Sulaiman bertuliskan “Bismilllahirrahmanirrahim” di atas sebuah plat emas di dalam kolam pemandian Ratu Saba’ (Ratu Boko) di daerah Sleman, Yogyakarta.


Di antara banyaknya sejarah tentang candi Borobudur ini, sesungguhnya candi ini merupakan salah satu anugerah terbesar kepada negeri ini, setetes anugrah yang di turunkan dari surga untuk terus mengingat kebesaran dan keagungan Nya. 

Hampir 2,5 Jam kami berkeliling di seputar candi Borobudur ini, penat kakipun sudah tidak di rasa lagi, sempat juga saat keluar melihat ke kandang gajah dan rusa, terus menuju pasar suvenir dan oleh-oleh yang terletak di alur pintu keluar candi borobudur.



Monday, 9 April 2012

Candi Muaro Jambi, Jejak peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.


Hari ini tujuan kami ke kawasan candi yang terluas di Indonesia di kawasan muaro Jambi, dengan menyusuri jalan sekitar 40 menit dari pusat kota Jambi,atau berjarak sekitar 26 kilometer. Saat memasuki kawasan tersebut kami di kenakan biaya 8 ribu perorang untuk memasuki kawasan bersejarah ini..

Saat awal menginjakan kaki dai kawasan ini sudah terlihat candi-candi yang berdiri tegak dengan gagah, di beberap tempat tampak para penjual makanan yang berusaha menarik pengunjung untuk membeli dagangannya  dan juga terlihat tempat penyewaan sepeda baik yang tunggal ataupun tandem.
abi, kakak dan adek saat menaiki salah satu sepeda sewaan di komplek candi muaro Jambi ini.
Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan komplek candi yang erletak di kecamatan Muara Sebo, Kabupaten Muaro Jambi sekitar 26 kilometer dari pusat kota Jambi ke arah timur, komplek candi ini yang di perkirakan dari abad ke 11 Masehi ini di klaim merupakan komplek percandian Hindu-Budha terluas di negeri ini, komplek candi yang kemungkinan akulturasi dari  peninggalan kerajaan Siwijaya dan kerajaan melau ini juga sudah di usulkan ke UNESCO untuk menjadi situs warisan dunia seperti candi Bodobudur.

Ada  9 (Sembilan) candi yang dipugar di kawasan ini. Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedung Satu, Gedung Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. Tetapi kami hanya  mendatangi 3 atau 4 candi saja karena jarak yang lumayan berjauhan antara satu dan yang lainnya. Di sekitar arel tersebut banyak bertebaran batu-batu bata yang merupakan resuntuhan cadi yang berumur ratusan tahun.

Berpose di salah satu candi
Tahun 1823 seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke melaporkan masalah penemuan kompleks percandian Muaro Jambi yang saat itu di tugasi untuk membuat pemetaan daerah aliran sungai demi kepentingan meliter Inggris. Tetapi laporan ini tidak di tindak lanjuti sehingga baru pada tahun 1975 di bawah pimpinan R. Soekmono melakukan pemugaran atas komplek percandia muaro Jambi ini. Sehingga pada beberapa lempeng yang ditemukan yang beraksara jawa kuno menimpulkan bahwa komplek candi Muaro Jambi ini berkisar dari abad 9-12 Masehi., setelah di lakukan penerjemahan oleh pakar epigrafi Boechari.

Kami sekeluarga besar pun melakukan beberapa kali sesi foto di candi tersebut, khas dinding bata merah yang tersusun rapi menjadi candi merupakan mahakarya tempo dulu yang sebagian lagi masih terkubur di dalam tanah, karena berdasarkan informasi yang saya saat berkunjung ke museum di kawasan candi ini kemungkinan masih banyak yang tertimbun tanah, karena saat ini yang ada baru 61 candi yang sudah di temukan dan baru sebagian yang telah selesai dipugar selain itu juga ditemukan 85 buah ‘menapo’, reruntuhan candi yang tertimbun tanah.


Bunda yang sedang lelah untuk naik ke atas candi karena sedang mengandung anak kami yang ke 3
Kompleks percandian Muaro Jambi yang di resmikan oleh Bapak Presiden RI DR. H Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kawasan wisata sejarah terpadu pada tanggal 22 September 2011 ini memiliki luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai atau  terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. .

Kamipun menyempatkan singgah di museum kepurbaklaan  yang ada di kawasan ini yang berisi tentang koleksi tempat menyimpan temuan purbakala, dan adanya Arca Prajnaparamita, Arca dalam wujud dewi ini digambarkan dalam dharma-canramudra, yaitu sikap tangan sedang memutus roda dharma. Belanga, merupakan wadah logam dengan berat 160 kg serta tinggi 0,67 meter dengan lingkar bibir berdiameter 1,06 meter.

Dengan background kolam telagorajo
Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. 

Dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnyaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Kurang lebih pada pukul 12 siang kami menyudahi perjalanan kami berwisata ke kawasan candi Muaro Jambi ini, mudah-mudahan satu saat dapat kembali lagi dengan liputan yang lebih lengkap. 

Di depan museum kawasan candi muaro  Jambi


Jambi, Muaro Jambi, 0412, Dodi NP