Showing posts with label Pantai. Show all posts
Showing posts with label Pantai. Show all posts

Monday, 23 December 2019

Pulau Kecil Itu Bernama Tegal Mas


"Sudah di cari informasinya ?" Tanya ku kepada ujuk
"Sudah kak, untuk nyeberang di kenakan 300 ribu, kalau hanya keliling pulau tegal mas dan pulau pasir timbul  350 ribu, " Jelas ujuk
"Untuk masuk di tegal mas sendiri bayar berapa ?" Tanya ku lagi
"Normalnya 50 ribu kak, tapi bisa di nego saat di pulau" Jawab ujuk.

Akupun berbicara kepada orang tua yang anaknya sedang berenang untuk menyudahi bermain airnya karena kita mau menyebrang ke pulau tegal mas.

Kamipun menuju ke dermaga penyebrangan yang tidak terlalu jauh dari pondokan kami, perahu dengan nomor lambung 29 mengantar kami ke seberang awalnya pelayaran ini tenang tetapi ombak besar dan angin berhembus kencang, menerpa kami di tengah perjalanan, percikan ombak pun menerpa badan  dan muka kami, jerit ketakutan mewarnai perjalanan ini, tetapi penyebrangan ini tidak terlalu lama sekitar 10 menit kamipun tiba di dermaga pulau tegal mas.


Pulau ini pun ramai di kunjungi oleh para pemburu "vitamin sea", sepanjang dermaga bisa terlihat ikan-ikan yang berwarna dan ubur-ubur yang berwarna bening, ada yang sengaja memberi makan hewan-hewan tersebut dengan remahan roti.

Dengan bangunan lombok apung nya  membuat pulau ini di kenal luas, pasir putih yang lembut dan bersih sehingga tidak heran kalau pantai tegal mas ini di penuhi oleh para pemburu deburan ombak. Pantai yang di sebut dengan marita sari ini lebih familiar dengan sebutan pantai tegal mas. Kamipun berkeliling pantai ini, walaupun tidak keseluruhan karena waktu kami hanya 1 jam dan minta di jemput lagi sama pemilik perahu pada jam 3 sore.

Memang pulau ini menunjukan keindahannya walaupun belum 100% di kelola, tetapi kecantikan dan eksotik nya sudah tergurat jelas. Luas keseluruhan pulau tegal mas ini adalah kurang lebih 120 ha, yang di kelola sebagai wisata bahari baru sebesar 45 ha saja.


Kamipun sempat bertemu dengan beberapa teman dari Palembang yang juga berlibur di kawasan ini, terasa damai saat memandang laut lepas yang berwarna hijau di tambah angin yang berhembus membuat mata menjadi berat, di pantai terlihat anak-anak bermain pasir dan air laut, terlihat juga orang yg sedang melakukan snorkeling, malahan ada juga yang duduk rapi dengan aktivitas memancingnya.

Tepat pukul 3 sore pemilik kapal sudah menelpon kami, kami pun kembali ke perahu meninggalkan seluruh kedamaian pulau ini. Pulau yang tidak terlalu jauh dengan dengan kota Bandar Lampung ini memang menjadi salah satu objek wisata andalan di kota ini.

Perahu yang kami tumpangin pun berlayar menuju ke dermaga pantai sari ringgung, ombak dan angin menerpa kami kembali, tapi kali ini tahlil, takbir yang bergema di perahu ini, bukan jeritan ketakutan seperti saat pergi tadi, walau muka dan badan basah oleh air laut semua merupakan kehendakMu.

Bocah Cilik




Pantai Sari Ringgung, Pantai Hits Di Selatan Lampung


"Selanjutnya ke pantai Mutun mas " Kataku kepada mas Wisnu.
"Ini sekedar usul pak, kalau ke Mutun saat ini sudah sepi, tidak menarik seperti dahulu, karena kalau kesiangan ke Sari ringgung bisa penuh" Kata mas Wisnu

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan rengekan anak-anak yang tidak sabar lagi untuk basah-basahan di pantai, kami pun memutuskan untuk menuju pantai Sari ringgung, karena jarak tidak terlalu jauh dengan muncak Tirtayasa yang hanya berjarak 14 km, setelah memasuki jalan masuk ke areal pantai aura ramainya sudah terasa dengan ramainya parkir mobil yang mayoritas di isi oleh mobil berplat BG, karena sejak tol kayuagung di buka waktu tempuh untuk ke Lampung hanya 3 jam saja.

Dengan ticket seharga 25 ribu per orang dan mobil di kenakan tarif 10 ribu per orang, Kami pun langsung pesisir pantai mencari tempat parkiran dan pondokan yang agak lengang, setelah dapat anak-anak pun langsung turun dari kendaraan, kakak yang sudah tidak sabar lagi langsung menghambur ke arah pantai, anak-anak yang lain pun setelah selesai mengganti pakaian nya juga menyusul kakak yang di di iringi teriakan orang tua mereka.


Dengan fasilitas prosotan dan ayunan yang ada di pantai menambah menarik pantai ini, tetapi pada saat saya akan turun ke pantai banyak pecahan karang yang di injak sehingga akupun mengurungkan niatku untuk berenang di pantai ini . Ternyata bukan kaki ku saja yang terkena pecahan karang, kaki abi pun sempat belah dan bersarah, begitupun tapak kaki kakak dan adek yang banyak goresan luka.

Memang pasir di pantai ini tidak selembut pasir pantai matras pulau Bangka yang sempat kami kunjungi, tetapi hampir mirip dengan pantai berok anyer yang di penuhi dengan cangkang kerang dan karang tetapi di pantai berok anyer sendiri saat melangkah kaki ke pantainya tidak banyak patahan batu karang herannya justru di pantai sari ringgung ini banyak di penuhi dengan patahan karang yang cukup tajam, sehingga bisa melukai kaki. (Baca : Liburan Kepulau Bangka #Part1, Antara Pagoda, Pantai Matras & Tirta Tjipta Pamali  & Ini Pantai Berok Bukan Kambing Berok).


Tetapi walau begitu anak-anak masih banyak bermain air laut walaupun keesokan harinya pada mengeluh luka pada tapak kakinya. Akupun dan beberapa anggota keluarga yang lain hanya terduduk dipondokan di pesisir pantai sambil memperhatikan anak-anak berenang, semilir angin laut yang  berhembus membuat perut menjadi lapar.

Belum jam 11 siang kamipun sudah membuka perbekalan kami nasi bungkus RM begadang 2 yang berisi daging rendang, kamipun makan bareng memang enak nasi bungkus ini terutama rendang nya sesuai dengan harga 30 ribu yang di bandrol per bungkusnya.

Anak-anak pun naik turun ke pantai sambil menyantap makanan, karena bada zuhur rencana kami ingin menyebrang untuk menuju pulau tegal mas.



Friday, 16 August 2019

Sunset Di Pantai Parangtritis

Sunset di Pantai Parang tritis
Akhirnya kamipun menyudahi permainan kami di gumuk pasir, adek dan kakak berjalan sambil menenteng sepatunya yang penuh oleh pasir, adek dan kakak terlihat senang sekali.

"Dek... kita langsung pulang, nggak jadi ke pantainya" canda mas Wahyu ke adek
"Jangan om... ke pantai jadi ya....adek mau berenang" rengek adek dengan muka yang di tekuk

Kami semuanya pun tertawa, tidak sampai  5 menit kami sudah sampai ke kawasan pantai parang tritis ini.

"Asik.... berenang... "kata adek
"Tidak ada yang boleh berenang di pantai, ombak di pantai sini berbeda dengan pantai di anyer" jelas ku ke anak-anak
"Kalau mau renang di kolam air panas saja mas hanya 5 ribu "kata mas Wahyu

Saat turun anak-anak langsung melepas sepatu dan sandalnya, dan langsung lari menghambur ke pantai, langsung bersentuhan dengan pasir dan air laut, mereka berlari kesana-kemari bermain dengan ombak dan menulis di pasir.


Banyak fasilitas wisata di pantai ini seperti delman, ATV, Jeep, Motor Trail, delman yang bisa disewa untuk keliling pantai dengan tarif yang sudah di tentukan, akhirnya anak-anak naik delman sampai ke ujung dengan tarif 50 ribu pulang pergi.

Ada cerita menarik saat menaiki delman, nama kudanya adalah sri kuda betina yang di jadikan kuda penarik delman oleh pemiliknya, saat mengendalikan si sri ini ada kode kode seperti "sri stop" maka kuda akan stop, "sri jalan" maka kuda akan jalan, "sri kiri" maka kuda akan belok ke kiri, "sri kanan" maka kuda akan belok kanan, tanpa harus menggunakan kekang kuda.

Kuda inilah yang di naiki anak-anak dan menjadi mainan oleh kakak dan adek, terkadang di suruh stop terkadang disuruh jalan terkadang di suruh belok, sehingga si sais delmanya hanya bisa cengar-cengir saja melihat ulah kakak dan adek.


Lumayan lama juga anak-anak keliling dengan delman ini sekita +\- 15 menitan, sampai akhirnya kembali ketempat semula, adek yang ingin berenang akhirnya menuju pemandian kolam air panas yang ada di pinggir pantai bersama bunda.

Kakak dan ayuk bermain terus di pantai, kembali bermain dengan ombak, menulis kata-kata di pasir atau duduk di pasir yang basah, warna sunset yang mulai terlihat di ufuk barat menambah keindahan pantai ini.

Selamat malam pantai, selamat malam Yogyakrta, selamat malam Indonesia

Kakak dan tingkahnya di pantai

Thursday, 7 February 2019

Ini Pantai Berok Bukan Kambing Berok

Pantai berok
Kamis, 07 Februari 2019 (Hari ke- 5)

Hujan melanda anyer sejak sebelum subuh dan makin bertambah deras, anak-anak masih pada tidur.

"Yah... Kalau Anak-anak bangun pasti nanyain kapan ke pantai" Kata. Bunda sambil melipat mukena
"Tunggu hujan reda... Kalau masih hujan takut petir" Kataku Saat anak-anak bangun
"Ya... Jadi ndak ke pantai? " Tanya azam sambil menggoyang kan kaki ku. Sambil melihat hujan yang belum juga berhenti.
 "nanti ya tunggu hujan reda takut ada petir" Kataku
"Iya tunggu hujan reda dahulu" Datuk ikut menyahuti. 

Sampai jam 07: 00 hujan akhirnya reda tapi masih grimis yang lumayan deras,
"Ya, ke pantai sudah nggak hujan lagi? " Rengek azam
"Iya.. Sebentar lagi" Jawabku
"Bawa mobil saja kak, biar bisa banyak yang ngikut" Kata tante yang merupakan istri acek si pemilik rumah.
"Iya... Te, Terima kasih... Nunggu rekaan sedikit lagi" Jawabku

Co ... Sweet

Pukul 07: 30 hujan berhenti, sambil menanyakan kepada tante lokasinya tepatnya dengan dicocokan dengan membuka goggle maps. Mobil bergerak maju ke arah pantai berok nggak sampai 5 menit enam orang yang ikut di dalam mobil, dan tak lama berselang tante mampir bersama cicik sbelum ke pasar.

Dulu pantai berok ini cukup terawat tetapi sejak penginapan di sana tutup maka pantai berok pun tidak terurus. Karang dan cangkang keong yang banyak tersebar di pinggir pantai, terdapat pula beberapa perahu nelayan.

Beberapa orang terlihat terapi kaki dengan sebaran karang dan kulit keong yang ada di sepanjang pantai. Sekitar 1 jam di sini anak-anak menyelesaikan bermain di pantai, Acik wancik yang mencari kerang mengumpulkan hampir setengah karung dan bunda mencari kulit kerang dan karang 1 kantong yang lumayan berat.

Anaknya yang mandi emaknya yang basah
Tak lama berselang kami kembali ke rumah di pandawaan, untuk bersiap berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api.


Sunday, 18 August 2013

Liburan Kepulau Bangka #Part 3, Sisa-Sisa Keganasan Perang Dunia Ke II

Prasasti peringatan Pembunuhan Massal (Banka Massacre)

Prasasti peringatan pemboman kapal Australia dan pembantaian oleh pihak Jepang
Cukup berjalan kaki karena jaraknya yang sangat dekat dengan mercusuar yang tadi kami naiki kamipun mengunjungi tempat ini, sebenarnya awalnya tertarik dengan adanya bangkai kapal yang di biarkan begitu saja, tetapi setelah membaca sejarah di prasati tersebut kami pun mengerti kalau ini adalah sisa-sisa keganasan perang dunia ke 2. 

Prasasti peringatan yang tidak jauh dari mercusuar tanjung kalian ini merupakan bukti sejarah keganasan perang dunia ke II, prasasti yang di buat pada 2 Maret 1993 ini di dedikasikan untuk pasukan "8TH AUSTRALIAN DIVISION & 2ND AUSTRALIAN IMPERIAL FORCE" oleh salah seorang exs perawat yang masih hidup, dimana pada saat itu korp perawat angkatan darat Australian yang bertugas di kepulauan Bangka pada masa perang dunia ke II dari tahun 1942-1945. dan kejadian ini di kenal dengan Pembunuhan Massal (Banka Massacre). 

Sisa bangkai kapal Vyner di Pantai tanjung kalian
Dimana kapal Vyner Brooke milik Australian di bom oleh angkatan udara Jepang di lepas pantai Bangka pada tanggal 14 Februari 1942 yang membawa prajurit Australia yang terluka dan 64 perawat Australia dari Singapura. Sampai saat ini bangkai kapal Vyner Brooke masih bisa di lihat di lepas pantai Bangka dan menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto. 

Sebagian yang masih hidup di bunuh di lepas pantai Bangka pada 16 Februari 1942, sebagian lainnya meninggal dalam kamp tawanan Jepang dan tawanan lainnya berhasil kembali ke Australia setelah sebelumnya menjadi tawana perang periode 1942-1945.

Pantai Tanjung Kalian berpasir putih dan tidak memiliki batu-batu granit raksasa seperti kebanyakan pantai di Bangka Belitung. Terdapat banyak Pohon Ketapang di pantai. Pantai ini juga menjadi saksi sejarah karena menjadi salah satu pantai yang sering dikunjungi Bapak Pendiri Bangsa, Ir. Soekarno, saat dibuang di masa – masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.


Salah satu yang sempat kita nikmati adalah otak-otak bakar khas Bangka yang banyak terdapat di seputaran pantai tanjung kalian. Dengan harga yang cukup murah yaitu Rp.1.500,- s.d Rp.2.000,- sudah dapat menikmati otak-otak bakar khas Bangka yang di buat dari Ikan tenggiri tersebut, dengan di cocol saus pedas menambah kenikmatan kuliner ini. Setelah selesai menyantap otak-otak di kawasan pantai tanjung kalian ini kamipun beranjak kembali ke penginapan untuk persiapan kembali ke Palembang esok harinya.


Liburan Kepulau Bangka #Part2, 65 Meter Dari Atas Mercusuar Tanjung Kalian


Mercusuar Tanjung Kalian 

18 Agustus 2013 (Hari Ke-4)

Mercusuar Tanjung Kalian
Hari ini kami memulai perjalanan dari rumah acik mimin, acik sendiri merupakan kakak kandung dari bunda sedangkan ujuk merupakan adik kandung bunda dan acik yang paling bungsu, dengan menggunakan mobil rental yang sama kamipun menuju ke Tanjung Kalian yang tidak berjahuan dengan pelabuhan penayebrangan, saya penasaran sekali dengan mercusuar yang ada di kawasan tanjung kalian yang berdiri gagah penyambut para pendatan saat turun dari kapal. Dengan menempuh jarak +/- 1 jam 30 menit dari rumah tempat kami menginap, mobil yang kami rental melaju cepat karena jalan-jalan di kota Bangka bisa di bilang hampir 100% kondisinya mulus.

sessat kemudian kamipun tiba di lokasi mercusuar, kamipun bertemu dengan penjaganya dan justru beliau yang menawarkan kami apakan mau untuk menaiki mercusuar tersebut, dengan membayar 5 ribu Rupiah per orang, akhirnya kami berempat mulai menapaki tangga mercusuar tersebut dengan semangat ternyata capeknya luar biasa bro...... apalagi untuk orang yang berbadan besar seperti saya...heehehe.

Aku Bersama kakak, di lengkungan bekas lift
Saya sempat beristirahat beberapa kali sekedar untuk mengambil napas biar bisa menapaki anak tangganya satu persatu, itupun di iringi oleh cerita kakak safira kalau di melihat tangan penuh darah di salah satu dinding di saat kami menapaki anak tangga tersebut, memang cerita dari penjaga banyak kisah mistis yang di lihat oleh para pengunjung terkait mercusuar ini itu yang saya dengar setelah turun kembali ke bawah, tetapi satu hal yang pasti di balik cerita itu semua bahwa saya harus sampai di puncak mercusuar.

Mercusuar tanjung kalian, mercusuar ini di bangun oleh Belanda pada tahun 1862, tengan menjulang kokoh dengan ketinggian kurang lebih 65 meter dan memiliki 117 tangga batu yang berbentuk melingkan dimana sebanyak 19 anak tangga terbuat dari kayu, letaknya di bagian atas. Setiap anak tangga yang berjumlah 10, maka akan ada ruang dengan sebuah jendela yang berbentuk lingkaran sedang, dimana kita bisa melihat keluar dari menara. Tapi untuk yang punya sakit jantung ataupun tekanan darah tinggi yang akut tidak di sarankan untuk menaiki mercusuar ini, karena bisa membahayakan dirinya.

Di bagian atas mercusuar terdapat perangkat lampu yang masih asli dengan kekuatan sorot 40 mil dengan kekuatan 1.000 watt, setiap di nyalakan di butuhkan 20 liter solar yang bisa bertahan sampai dengan 12 jam. 

Plat produksi yang di tempel di dalam ruangan bagian atas.

Capeknya pool bro, ambil nafas dulu sebelum keatas
Tetapi saat di atas.... we can see al, thanks Gods
Lubang pintu untuk melihat keluar foto : kompasiana.com
Anak tangga kayu yang berada di atas foto : kompasiana.com
Didalam mercusuar ini ruangan antar anak tangga begitu sempit, sehingga jika ada pengunjung yang ingin naik bertemu dengan pengunjung yang akan turun maka salah satu diantara mereka harus mengalah menepi dahulu ke ruangan yang berjendela itu. Didalam mercusuar Bagi saya, anak tangganya lebih besar daripada anak tangga yang normal, jadi harus melangkahkan kaki cukup tinggi supaya tidak tersandung, bahaya loh kalo tersandung dan jatuh dari tangga, fatal akibatnya, jangan ditanya lagi. 

Tangga mercusuar foto : kompasiana.com
Konon menara ini juga merupakan tempat eksekusi gantung para tahanan Jepang, jadi jangan heran jika aura mistik disini begitu kuat. Waktu saya akan masuk ke mercusuar saja, bulu kuduk saya merinding berdiri sendiri. Tapi walaupun begitu katanya, sang penjaga mercusuar, makhluk-makhluk disitu tidak menganggu, hanya saja residu dari tragedi masa lalu yang pahit, pantas saja “Mister Tukul Jalan-Jalan” sampai pernah meliput disitu, ternyata oh ternyata penyebabnya itu loh. 

Kaka safira menunjuk " Di sini yah... ada tanggan yang berdarah"
Anak tangga dari kayu yang berada diatas Didekat pintu masuk mercusuar ada sebuah sumur yang berukuran cukup sedang, katanya menurut penjaga mercusuar juga, sering nampak wanita yang sedang duduk dipinggir sumur sambil memainkan rambutnya yang panjang. Wah kalo itu sih saya antara percaya dengan enggak juga, mana mungkin makhluk abstrak menampakkan rupa, sedangkan rupa mereka begitu buruk, makanya jangan heran kalo lihat yang begituan, ada yang teriak, nangis, takut, dan sebagainya, karena wajah mereka itu buruk, kata ibu saya itu sih, tapi kalo dipikir-pikir lagi, ada benarnya juga sih wajah buruk dengan respon korban yang melihatnya, hehehe. 

Walaupun sekarang sudah berumur kurang lebih 153 tahun lamanya, menara ini masih dalam kondisi sehat, hampir tak ada cacat sama sekali, walaupun sudah melewati 1 abad lamanya, hanya saja diatas, memang banyak coretan nama yang ditulis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, walaupun begitu, tak mengurangi nilai estetiknya menjadi sebuah tempat wisata dan sangat bersejarah. Selain itu juga pekarangan halamannya juga bersih, sangat enak untuk dipandang oleh mata para pengunjung.

Aktifitas dari pelabuhan tanjung kalian di lihat dari atas mercusuar foto : kompasiana.com




Saturday, 17 August 2013

Liburan Kepulau Bangka #Part1, Antara Pagoda, Pantai Matras & Tirta Tjipta Pamali


Dermaga ferry 35 ilir Palmbang
15 Agustus 2013 (Hari ke-1)
Hari ini kami berangkat sekeluarga berangkat menuju pulau Bangka bersama nyai dan ujuk , selain untuk refresing sebenarnya ada tujuan pekerjaan juga yang akan ku selesaikan, dari rumah kami bertolak menuju dermaga ferry 35 ilir, karena kapal ferry keberangkatannya di pelabuhan ini sedangkan untuk kapal cepat atau jet foil di pelabuhan boom baru.

Sesampai di pelabuhan 35 ilir kamipun, mencari informasi untuk pembelian ticket kapal yang lumayan bagus, baik dari sisi tampilan luar ataupun bagian dalam, setelah mendapat informasi kamipun melewatkan perjalanan kapal kayung yang berangkat saat ini  dan berangkat menggunakan kapal ferry pada pukul 10.

Penumpang lumayan ramai, terlihat banyak yang duduk di tengah pelabuhan 35 ilir ini, kamipun ikut duduk di sana, ayuk dan kakak sibuk dengan mainannya masing -masing, sedangkan adek alhamdulilah tidak rewel masih tenang walaupun suasana agak panas di dalam pelabuhan ini.

Kakak yang di jaga takut nyemplung ke sungai musi
Setelah ada perintah naik kamipun segera menaiki kapal tersebut, memang benar informasi yang saya dapatkan, di kapal ini memiliki tempat tidur sehingga bunda tidak terlalu repot untuk menggendong adek sedangkan, ayuk , nyai dam ujuk juga beristirahat di kasur kapal ini, hanya kakak yang berjalan mondar-mandir yang ayah jaga karena takutnya tercebur ke laut.

Kapal yang akan berlayar selama kurang lebih 8 jam ini,  membuat kami mepersiapkan segalanya termasuk makan siang yang sudah kami kemas, camilan untuk anak-anak, termasuk pakaian dan susu untuk adek.

Adek yang tampak mulai rewel di perjalanan
Kami pun bersandar di pelabuhan tanjung kalian pada pukul 7 malam, saat di jemput oleh keluarga kamipun di arahkan untuk menginap di  rumahnya daerah Muntok terlebih dahulu, biar besok hari bisa ke daerah Kelapa pada pagi harinya.

Dengan menaiki ojek kamipun menyusuri jalan menuju rumah sudara yang kami panggil udah Fahmi, orangnya ramah baik dan religius, beliau tinggal di pulau Bangka ini bersama istrinya yang kebetulan salah satu abdi negara di daerah Muntok ini. Kami di jamu makan malam dan minuman hangat.

16 Agustus 2013 (Hari ke-2)
keesokan harinya setelah sarapan pagi kami di antar sampai ke halte tempat menunggu angkutan umum ke arah Pangkal Pinang, karena daerah Kelapa sendiri terletak di pertengahan antara Muntok dan Pangkal Pinang.

Jangan berharap kalau angkutan umum di sini ramai, karena masih sepinya daerah dan jarak antara kampungpun lumayan jauh maka yang mendominasi transportasi publik adalah ojek, sedangkan untuk ke Pangkal Pinang sendiri kita bisa menggunakan bus ataupun mobil travel sejenis elf dengan waktu tempuh dari Muntok kurang lebih 3 Jam, tetapi hebatnya pulau ini jalan yang ada ini mulus tanpa terlihat lubang sama sekali.

Setelah mendapatkan bus ke arah pangkal pinang kami ber 7 pun naik, bus melaju dengan kencang tanpa hambatan, saat melihat dari jendela bus tanpak seperti bayangan saja tumbuhan yang ada di luar bus, lebih kurang 1,5 jam kamipun sampai di daerah kelapa, rumah acik minim dan makcik tepat di pengkolan SD, mereka menempati rumah dinas puskesmas yang semi permanen, tetapi lumayan luas tempatnya.

Kamipun beristirahat terlebih dahulu, sekaligus sore nanti bersama acik mimin akan menuju Pangkal Pinang meninjau lokasi,dan akan menggunakan motor beat yang ada di rumah ini, semoga perjalanan ini akan lancar saja.

17 Agustus 2013 (Hari ke-3)

Hari ini HUT RI ke-68, sudah melebihi setengah abad umur negeri ini, anak-anak SD yang terletak di samping rumah acik dan makcik ini pagi-pagi sudah datang untuk melaksanakan upacara bendera, ada yang berjalan kaki ada juga yang bersepeda bahkan ada yang di antar oleh truk perkebunan sawit.

Melihat sepeda-sepeda anak SD yang hanya di letakan begitu saja tanpa di kunci membuatku lumayan bingung,
"Nggak hilang tu cek ...?" sambil menunjuk ke arah sepeda anak-anak SD
"Nggak lah , setiap hari juga begitu.. terkada ada yang pakai pinjam saja, kemudian di kembalikan lagi, kalu mau di curi mau di bawa kemana .... pulau kecil ini dan laut semua" jelas acik mimin.

Akupun mengangguk, teringat cerita tetangga tentang pencuri di pulau ini yang mencuri hasil kebun yang tidak bisa sama sekali keluar dari kebun yang di curinya, sampai pencurinya kecapekaan dan tertidur di kebun yang ia curi. Entahlah sepenggal kisah tersebut merupakan kejadian nyata atapun mitos yang menggambarkan pulau Bangka dengan segala mistisnya.

Rencana kami hari ini ingin berkeliling ke beberapa objek wisata di pulau Bangka ini, makcik sendiri sudah mencarikan mobil rental untuk kami yang merupakan langganannya, rencananya mobil tersebut akan datang pada pukul 9 pagi setelah selesai kegiatan upacara bendera.

Sekitar pukul 9 lewat nampak lah mobil berjenis Suzuki AVP berwarna hitam yang memasuki halaman rumah acik mimin, ternyata mobil tersebut adalah mobil yang sudah di pesan oleh makcik dan sopirnya yang merupakan eks pegawai perkebunan kelapa sawit sangat ramah.

Kami bersembilan pun mengatur posisi kami di dalam mobil, segala perlengkapan kami bawa, termasuk untuk makan siang nanti, adek  yang  bawal dan penyakitnya tidak kambuh membuat bunda menjadi tenang. Sebenarnya saat ini makcik lagi mengandung anak pertama, kandungan yang lumayan besar tidak menyurutkan makcik dan acik untuk menemani kami keliling kota ini.

Pagoda Pantai Tikus

Pagoda Pantai Tikus
Tujuan kami yang pertama adalah ke pantai tikus, sebenarnya driver mobil ini yang mengarahkan akan kemana-kemana saja tujuan kami, karena saat itu aku nggak membuat itenerary, hanya sekedar berangkat dan sampai.

Kamipun menuju ke arah kota Sungai Liat dimana lokasi wisata ini ada di sebelah timur kota Sungai Liat dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit sedangkan jika Anda dari pusat kota dan sekitar 45 menit jika Anda dari kota pangkal-pinang ibukota dari Bangka Belitung. Dengan menyusuri pesisir laut yang biru dan bekas galian timah yang berisi air dan tanpak menghijau membuat nyaman yang merasuk kesanubari.

Kamipun di bawa menuju ke Pagoda yang terdapat di atas bukit pantai tikus, dan dari pagoda ini para pengunjung dapat melihat pemandangan pantai tikus indah menawan dan luas. Saat kami berkunjung ke pantai ini Pagoda ini masih dalam konstruksi, sehingga belum bisa terlihat asli nya, dan di kanan kiri juga masih banyak matrial- material yang berserakan.  Untuk menuju pantai tikus ini perjalannya menyusuri sepanjang pantai di mana akan di suguhkan birunya laut dengan jalan yang berkelok, menanjak dan menurun. 

Formasi lengkap,... yang motoin om driver
Pantai Tikus Sungailiat Bangka ini merupakan salah satu pantai yang panjang jika dibandingkan dengan pantai - pantai lainnya di sungailiat Bangka. Karena pantai ini begitu panjang, terkadang masyarakat sekitar menyebut bagian-bagian dari pantai tikus bangka ini dengan sebuah penanda khusus tersendiri seperti pohon mangga, pohon akasia, pantai cinta, pantai vihara dan lain sebagainya. Terkadang Pantai Tikus ini juga biasa disebut dengan nama pantai pagoda, di sebut demikian karena memang pada bagian ini ada sebuah pagoda vihara yang sangat besar dan megah sekali. 

Pantai tikus yang indah bisa di lihat di balik pagar, untuk turun ke pantai tersebut harus melalui anak tanggan dan saat ini masih di lakukan konstruksi
   

  Pantai Martas

Nyai, Bunda, adek dan makcik on action ......
Setelah puas melihat dan berfoto di kawasan pagoda pantai tikus maka kamipun melanjutkan perjalanan ke pantai matras, anak-anak pun memang sudah tidak sabar ingin berenang, sekitar menempuh perjalanan +/- 30 menit maka kami sampai di pantai yang berpasir putih ini, pasirnya lembut , jarang sekali menemukan pasir yang lembut dan halus seperi ini, anak-anak pada berlarian ke pantai dan langsung larut dalam permainan deburan ombak dan pasirnya.

Di arena permainan anak-anak pantai matras
Pantai Matras merupakan salah satu pantai terfavorit di Bangka.Pantai landai berpasir putih halus sepanjang 3 km dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami. Terletak di desaMatras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, yang terletak disebelah Timur Laut Pulau Bangka.

Panjangnya mencapai 3 km dan lebar 20 -30 meter. Matras dilatar belakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami, hingga sering disebut sebagai Pantai Surga. Matras selalu ramai dikunjungi terlebih pada musim liburan. Pantai Matras merupakan salah satu daerah tujuan wisata pantai andalan di Bangka Belitung. Pantai Matras amat indah dan landai.

Kalau sudah ketemu air ... kalau nggak basah nggak seru

Pantai ini terletak di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, disebelah Timur Laut Pulau Bangka dan berjarak sekitar 40 km dariPangkalpinang atau 7 km dari kota Sungailiat. Pantai indah ini terkenal dengan nama Pantai Matras karena terletak di desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Di pantai ini, pengunjung akan menemukan pemandangan yang mempesona, hamparan pasir menyatu dengan bebatuan indah di sekitarnya seperti mutiara yang terbentang di depan mata. Pantai ini terdiri dari pasir putih yang halus, dengan panjang sekitar 3 km, dengan lebar 20 sampai 30 meter, pantai yang dilatar-belakangi oleh pepohonan kelapa ini menampilkan pula laut yang bening dan pemandangan indah serta aliran sungai yang alami sehingga acapkali disebut sebagai Pantai Surga.

Batu besar yang banyak terdapat di pantai Matras
Di antara pantai-pantai indah yang ada di Bangka Belitung, pantai ini merupakan yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik oleh masyarakat Bangka sendiri ataupun wisatawan luar daerah dan mancanegara. Keistimewaan pantai ini adalah pasir putihnya yang halus, nyiur yang melambai-lambai, dan aliran ombak air laut yang alami. Keistimewaan lain, lokasinya yang nyaman dan tenang akan memberikan keleluasaan kepada para pengunjung untuk menyantap makanan sambil bersandar di bebatuan alam dan menikmati keindahan suasana pantai. Dikawasan pantai Matras juga telah dibangun banyak tempat peristirahatan berupa bungalow sederhana yang kian menambah betah pengunjung.

Perjalanan dari Pangkal pinang menuju ke lokasi pantai Matras kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam dengan jalanan yang naik turun (bergelombang). Di tempat ini pengunjung yang masuk hanya dikenakan biaya masuk pada saat memasuki gerbang pantai, besarnya sekitar IDR 5.000,- perorang.


Di sekitar lokasi pantai terdapat beberapa hotel, penginapan, layanan tour/travel, dan tempat hiburan. Terdapat juga pusat-pusat penjualan souvenir dan makanan khas Bangka seperti Kemplang Panggang, Kerupuk Ikan, Keretek Ikan/Cumi, Rusip, Belacan/Trasi, Lada Bubuk, otak-otak dan sebagainya.

Makcik & Wakcik, yang bakal segera jadi umi & abi
Untuk lokasi hotel yang terdekat adalah Hotel Parai Beach Resort, yang dapat di temui pada jalan sebelum menuju pantaiMatras. Kurang lebih berjarak 2 km antara hotel tersebut dengan pantai Matras.Kawasan ini telah dijadikan sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Bangka Induk, karena beberapa pantai di daerah itu rata-rata sangat indah. Seperti Pantai Parai Tenggiri, Pantai Teluk Limau, Pantai Tikus, dan Pantai Batu Bedaun. 

Pantai matras adalah destinasi yang wajib kita kunjungi bila berkunjung ke Bangka Belitung. Karena melihat kasrian pantai ini tidak berbeda  dan tak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Bali.

Sebenernya anak-anak sudah pada kedingnan malahan sudah ada bibirnya yang biru, tetapi yang namanya di pantai mana ada yang mau berhenti, tetapi karena haruis mengejar ke tempat wisata berikutnya maka akhirnya kamipun menyudahi perjalanan kami di pantai ini.


Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pamali

Salah satu kolam air panasnya
Lokasi yang kami tuju berikut nya masih berbau air yaitu pemandian air panas pamali, lumayan utnuk menghilangkan dingin dan terapi dari beberapa penyakit, lokasinya memang belum setenan sari ater, tetapi fasilitas di sini selain pemandian air panas juga ada water boom nya juga, pokoknya komplit.

Pemandian air panas Tirta Tapta Pemali, Bangka, merupakan objek wisata yang terletak didesa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka. Objek wisata yang satu ini berjarak sekitar 20 km dari Kota Sungailiat. Lokasi sumber air panas di Pemalipertama kali ditemukan pada zaman kolonial Belanda. Kala itu dilakukan eksplorasi timah oleh perusahaan B.T.W. (Bangka Tin Winning Bedrijt) yaitu perusahaan milik Belanda yang khusus bergerak disektor pertambangan timah di Pulau Bangka.

Adek bermain bersama Ipin.
Anak-anak berenang termasuk nyai, memang saat pertama kali memasukan air ke kolam terasa sangat hangat, lebih hangat saat pernah kita mencoba pemandian air panas di Ciater, Subang,  Pemandian Air panas Bangka ini berasal dari air tanah aktif yang mengeluarkan belerang. Zat ini sangat cocok bagi wisataan yang ingin menghilangkan rasa penat atau pegal-pegal. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa pemandian air panasBangka ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, khsususnya penyakit kulit. Ini pula salah satu daya tarik objek wisatapemandian air panas Pemali yang membuat banyak wisatawan local, domistik maupun mancanegara yang sengaja datang ke pemain air panas Tirta Tapta Pemali ini.

Kini objek wisata pemandian air panas tirta tapta Pamali telah dikelola secara professional. Selain menyediakan tiga kolam air panas, pemandian yang dibangun di atas lahan 8,2 hektare itu juga sudah tersedia kolam air dingin untuk anak-anak dan keluarga. Kawasan wisata pemandian air panas Bangka ini juga sudah dilengkapi beragam fasilitas, di antaranya kanalwisata sebagai arena bermain sepeda air, arena bermain, plaza, cafee, arena games, dan tersedia pula panggung hiburan lengkap dengan kebun binatang mini.

Tidak heran pada hari-hari biasa jumlah wisatawan yang mengunjungi tempat pemandian air panas Bangka bisa mencapai 500 orang. Pada event tertentu pengunjung objek wisata ini bisa melonjak hingga 2.000 orang. Di pemandian ini wisatawan bebas berenang di air dingin atau air panas. Pengunjung juga bisa memilih fasilitas lain di luar penggunaan sepeda air, mandi bola, dan menaiki kinciran.

Pada saat itu sedang ada games di areal pemandian air panas ini, ayuk dan kakak pun ikut berpartisipasi walaupun tidak menang, bahkan bundapun akhirnya mengikuti games ini, dengan ticket per orang 25 ribu sesuai dengan kepuasan bermain air panas di wahana wisata ini.

Selain pemandian air panas di sini juga ada kebun binatang mini, sepeda air, dan mandi bola

Sebenarnya ini ada juga kunjungan kami ke daerah Belo yang terkenal dengan pempek udangnya, dan kunjungan kami lainnya adalah ke daerah Kundi, meihat batu betangkup dan tempat pelelangan ikan yang terletak di pinggir pantai, yang keduaya tersebut merupakan keluarga dekat dari makcik.

Begitu juga kita sempat keliling-keliling kota Pangkal Pinang, melihat megahnya BTC (Bangk Trade Centre), dan beberapa tempat lainnya, tetapi tulisannya akan di buat lain waktu karena, yan ini saja sudah sangat kepanjangan.

Saatnya kami pulang dulu untuk istirahat, besok mercusuar tanjung kalian yang akan menjadi target kami berikutnya.


Thursday, 24 February 2011

Pantai Karang Bolong Anyer, Si Panorama Indah Beraroma Laut


Ini perutku mana perut mu
24 Februari 2011 (Hari ke - 7 )
Pada sore hari ini kamipun pelesiran ke arah pantai karang bolong, di pandu oleh istri acek dan om maska, hanya butuh waktu 20 menit perjalana dengan menyusuri pesisir pantai, mobil om Anto  padat dengan penumpang yang penasaran dengan pantai yang satu ini.

Pantai Karang Bolong yang terletak 50 Km dari kota Serang atau 140 Km dari kota Jakarta, sekitar 11 km kearah selatan anyer atau sekitar 30 km utara labuan. Mengapa hingga dinamakan karang bolong setelah aku berada di pantai ini aku tahu dengan sendirinya mengapa pantai ini dinamakan demikian. Pantai ini merupakan kawasan rekreasi pantai dimana terdapat sebuah karang besar yang tengahnya berlubang secara alamiah dengan membentuk lengkungan. salah satu ujung karangnya berada di pantai sedangkan yang lainnya menghadap ke laut lepas,. Kemungkinan besar Karang Bolong ini terjadi karena akibat letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 ataupun akibat dari abrasi air laut. Di bagian puncaknya terdapat kupel peninjauan dan hutan ini sebagai tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan laut lepas.

Bagian bawah yang menjorok ke laut di ambil dari puncak karang bolong
Dengan ticket seharga 5 ribu perorang yang dikenakakan kepada setiap pengunjung, karena kami membawa rombongan yang cukup banyak akhirnya kamipun melakukan nego untuk penguruang harga. Pantai Karang bolong merupakan pantai landai berpasir dan batu kecil yang cukup luas,  dibatasi oleh perbukitan yang tersusun oleh batuan endapan klastik asal gunung api. Pasir berwarna kelabu yang berukuran halus dan kasar berasal dari batuan tersebut yang terkikis ombak.

Ombak yang terus membentur dinding pebukitan mengikis perbukitan di kawasan ini yang memang rentang dengan abrasi, sehingga kikisan ombak membentuk bentukan abrasi yang unik, tidak heran kalau di pantai ini banyak terlihat karya alam pada karang-karang yang menjadi objek tersendiri bagi pengunjung di sini.


Gua Karang bolong di kawasan pantai ini juga menjadi objek menarik tersendiri yang terletak di sisi timur pantai, dengan ukuran panjang 30 meter dengan ketinggian 5 meter dan lebar 10 yang konon kata penduduk setempat merupakan tempat kediaman mahluk astral yang bisa di pangil dengan wiridan.

Kakak di areal gua karang bolong
Ada juga akar pohon yang sudah menjalar kemana-mana menutup sebagian karang, menjadikan tempat tersebut tempat berfoto yang artistik dengan kesan mistis. Masyarakat lokal juga terlihart membuat kerajinan dari kerang yang hasil jadinya juga di jajakan kepada pengunjung di pantai karang bolong ini, saya pun sempat membeli cermin yang berhiaskan kerang dan juga hiasan dinding yang berisi kulit biota laut.

Yang lagi menunggu di bawah
Akar pohonya keren..... ada kesan mistisnya gitu
Para pembuat kerajinan kerang di sekitar pantai karang bolong
Pemandangan laut dari atas karang memukau dan sangat menawan. Kedamaian akan sekali terasa ketika berada di atas karang. Belum lagi sepoi-sepoi angin laut yang tak henti menerpa wajah dan rambut sangat menghadirkan kesejukan. para pengunjung dapat leluasa dengan segi keamanan yang diterapkan oleh pengelola pantai ini. untuk pengunjung yang ingin bermalam pun tidak usah khawatir, karena sudah tersedia penginapan. Banyak penduduk yang menawarkan berbagai jenis makanan. jadi pengunjung tidak perlu ketakutan dengan masalah makanan.

Anak-anak akhirnya bermain lagi dengan pasir pantai dan deburan ombak, tapi biarlah karena besok aroma pantai ini sudah tidak bisa tercium lagi, menjelang senja kamipun kembali ke pandawaan dengan segurat cerita mengenai karang bolong.

Siluet.... ambil foto tepat di bawah bolongan karangnya




Pantai Karang Bolong, Anyer, 0211, Dodi NP