Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts

Thursday, 26 March 2026

17 Jam Perjalanan Pulang


Sebenarnya sudah tidak ada jadwal lagi pada pagi ini anak-anak rencanya mau kembali ke jalan braga sedangkan aku sendiri rencananya akan menuju ke loket bus untuk bertanya jadwal keberangkatan, karena setelah beberapa kali di telpon tidak ada yang merespo akhirnya kuputuskan untuk langsung menuju lokasi loket tersebut yang berada di kawasan jalan soekarno hatta tersebut, setelah sarapan pagi mereka langsung berangkat menuju ke jalan beraga, dan aku dengan grab bike menuju ke loket eva star untuk melihat jadwal keberangkatan, pukul masih menunjukan belum jam 8 pagi dan aku sudah berada di loket ini ternyata untuk ke Palembang pada hari ini pada pukul 11 siang nanti dan hanya satu itu yang berangka dari loket eva star, dengan ticket seharga 525k perorang bis yang ku tumpangi ini adalah bis double decker yang di bagian bawah ada sleeper bus, aku pun memilih bagian atas tempat duduk karena jujur belum pernah menggunakan sleeper bus.

Semalam aku sudah diskusi dengan anak-anak tetang kepulangan hari ini seharusnya check out hotel kita pada tanggal 27 Maret 2026 tetapi karena sudah di contac untuk urusan pekerjaa akhirnya aku memuntuskan untuk pulang lebih cepat, setelah selesai melakukan pembayaran akupun memberi kabar kepada anak-anak untuk pulang cepat karena keberangkatan bus tersebut pad pukul 11 siang nanti, aku sendiri sudah kembali lagi ke hotel, dari semalam selurhnya sudah di persiapkan tinggal pergi saja kalau anak-anak pulang, tas dan koper sudah ku turunan semua di bawah begitu juga barang-barang sudah di cek dan tidak ada lagi yang tertinggal.

Sekitar jam 9:30 akhirnya kami berangkat menuju loket bus eva star, lebih baik kami menunggu di sana ketimbang kami telat dan di tinggal bus, kondisi loket lumayan ramai anak-anak pun memesan beberapa makanan termasuk es krim untuk di makan siang ini,  Logistik untuk selama perjalananpun sudah ku persiapkan dengan membeli di mini market dekat hotel tadi agar anak-anak tidak lagi merengek untuk jajan.

Pukul 11 yang sudah di janjikan ternyata bus belum juga datang dan kami terus menunggu hingga pada pukul 12 kurang akhirnya bus double dekker merapat di loket tersebut, setelah kami menaikan barang akhirnya kami menempati kursi kami, kursi yang empuk dan ac yang dingin juha ada foot rest dan terutama ada untuk port charger hp jadi kita tinggal mencolokan kabel kita saja, jujur dengan fasilitas yang seperti ini kami merasa puas naik bus ini.

Bus ini terus bergerak membelah kemacetan bandung dan Jakarta, beberapa kali bus ini tampak berhenti untuk menjemput penumpang, tetapi yang kurasakan bahwa bus ini tidak berisik sama sekali setara dengan harga yang kami bayar 525k per orang, entah sudah berapa kali aku terlelap kulihat adek sudah mengorok dan lelap dalam tidurnya, informasi yang kudapat sekitar 17 jam lagi baru akan sampai ke kota Palembang, dan aku harap itu pada pagi hari sekitar pukul 6 atau 7 pagi.

Bus terus melaju hingga akhirnya berhenti di salah satu rumah makan di kawasan merak yaitu rumah makan angin berhembus ternyata kita mendapat makan dari pihak bus dengan makan yang sudah di siapkan dan kalau lebih untuk menunya kita di haruskan membayar sendiri.

Serluruh penumpangpun turun dan tak lama berselang ada 2 unit bus lainnya yang juga ikut antri di sana mungkin rumah makan ini sudah bekerja sama dengan po eva star sehingga rumah makan ini menjadi ramai.

Kami sempat istirahat dan juga sholat di sini, sambil meluruskan kaki untuk melanjutkan perjalanan kembali, menjelang magrib akhirnya bus mulai bergerak menuju ke pelabuhan merak untuk melakukan penyeberangan menggunakan kapal ferry ke pulau sumatera.

Tidak terlalu lama menunggu di parkiran akhirnya kami pun segera masuk ke dalam kapal, aku segera menuju ke ruang VIP biar enak untuk istirahat karena kalau di luar susah untuk duduk dan kasihan anak-anak terkena angin, dengan membayar perorang 15k akhirnya kami duduk di sana sembari bergantian untuk sholat dan menikmati mei yang merupakan bonus saat berbelanja di mini market depan hotel tadi.


KM Sagita 8 seperti itu yang tertulis di karcis yang di tagih petugas di dalam ruangan vip ini, yang penting kami bisa beristirahat selain penjualan makanan di sini juga di sediakan charging hp secara gratis, sehigga adek yang kehabisan battre pun bisa melakukan pengecasan hpnya di sini.

Sekitar 2 jam pelayaran kapal ini akhirnya mendarat di pelabuhan bakahuni, dan bus langsung berlari kembali aku sudah tidak sadar lagi rebah di dalam kantukku setelah bus ini meninggalkan pelabuhan bakahuni, aku terbangun saat kulihat maps ku kalau sudah masuk di wilayah OKI dan kami berada di dalam tol , berarti tidak lama lagi akan merapat.

Perkiraan ku sekitar jam 6 atau jam 7 pagi meleset ternyata bus sampai ke Palembang pada pukul 03:30 lebih cepat dari dugaan ku, yang bingung harus membangunkan tetangga karena kunci rumah kami titip ke mereka, akhirnya taxi online mengantar kami pulang kerumah dengan senyuman dan sejuta kenangan, sampai berjumpa dengan perjalanan berikutnya.

Didalam bus eva star

Wednesday, 25 March 2026

Dari Situ Patenggang Ke Chiampelas

Golesat di Situ Patenggang

Setelah bertemu di parkiran akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya yaitu situ patenggang sekitar 16 menit dari lokasi kawah rengganis ini atau kurang lebih 6 km, ternyata untuk wahana permainan di kawasan wisata ini lebih banyak ketimbang di kawah rengganis hampir sebagian besar berada di sini, kami di sarankan untuk mencoba golesat kendaraan seperti gocart tetapi tanpa mesin yang mengandalkan turunan sebagai sarana kecepatan seru dan juga menantang, ada juga spot foto perahu finisi, rumah kelinci dan lainnya, tetapi tidak semua bisa kami mainkan karena mengingat waktu yang singkat

Perahu Phinisi
Akhirnya sesuai dengan saran dari driver kamipun menuju wahana golesat untuk melakukan balapan tanpa mesin, kulihat seru juga sepertinya banyak juga bule asing yang mencoba permainan tersebut, akhirnya setelah antri giliran kami untuk menaiki golesat tersebut aku juga ngeri-ngeri cemas walaupun sudah di pakai alat-alat safety seperti helm dan juga kendaraan yang tahan benturan ternyata cara mengerem kendaraan ini adalah memajukan stangnya ke depan tidak seperti motor atau mobil jadi jujur saja aku yang biasa membawa kendaraan juga sempat binggung untuk mengoperasikan kendaraan ini, akhirnya kendaraan pun di dorong satu persatu dan berjalan melalui turunan, entah kenapa kendaraan ku tiba-tiba berhenti mungkin karena aku menggerakan stang atau duduk ku yang kurang kebelakang sehingga benturan pun terjadi mobil ayuk, kakak dan adek saling tabrakan beruntun setelah menabrak mobil ku, akupun turun untuk mendorong golesat tersebut karena ternyata di ujung landasannya ada fotografer yang mengambil saat kami menaiki golesat tersebut.

Ternyata hal tersebut lumayan memacu adrenalin saat foto-foto di ambil oleh kakak aku sempat tertawa melihat gaya kami di atas golesat, beragam macam gaya. Seanjutnya kami menuju ke kapal finishi yang merupakan resto dan cafe di mana tempat spot foto yang bagus salah satunya di sini serasa menjadi bajak laut topi jerami adek sambil bersendung lagu one piece, banyak spot foto di sini dan di sini juga kami bertemu pengunjung yang sama-sama berasal dari Palembang. Sekitar 30 menit di lokasi ini akhirnya kami kembali ke tempat pintu masuk untuk menukarkan ticket dengan secangkir teh hangat, tidak terasa jam di tanganku menunjukan pukul 13:00, akhirnya kami meninggalkan lokasi ini untuk istirahat siang.


Mobilpun bergerak di iringi hujan yang mulai turun kembali akhirnya kami pun berhenti di Cafe dan Resto Bukit Senyum yang berjarak sekitar 4 km dari situ patenggan atau kurang lebih 10 menit kami sudah sampai di tempat ini, kami bersantap siang, istirahat dan dan sholat di sini. Makanan yang di sajikan lumayan menggugah selera, mungkin karena kami memang lapar dan mungkin juga suasana dingin ini membuat makan menjadi nikmat.

Setelah hampir 30 menit hujan juga tidak kunjung reda air wudhu di musolah resto ini seperti air es yang di usap kemukaku, tetapi tidak ada pilihan lain karena waktu sholat zuhur sudah lewat beberapa saat, akhirnya setelah semuanya selesai kami kembali lagi kearah kota bandung tetapi tujuan kami adalah ke ciwalk perjalanan sama seperti tadi kurang lebih 1,5 jam dengan melalui jalan tol, sekitar pukul 5 sore di tenga kemacetan kami akhirnya tiba di kawasan chiampelas dengan khas kemacetanya tanpak pilar besi yang di sebut dengan teras chiampelas , “Teras Cihampelas atau Cihampelas Skywalk diresmikan pada tahun 2017. Teras Cihampelas dibangun dengan tujuan untuk merelokasi para pedagang kaki lima di area Cihampelas sehingga mengurangi kepadatan dan kemacetan di jalan Cihampelas. Sempat menjadi tempat favorit, Teras Cihampelas mengalami "mati suri" saat pandemik terjadi. Sempat dibuka kembali dengan acara seremoni dan dibukanya area tahap dua, sampai saat ini Teras Cihampelas belum mengalami lagi kepadatan pengunjung seperti saat pertama kali dibuka”. (Sumber : indonesiavirtualtour.com).


Sempat di kabarkan bahwa teras chiampelas ini akan di bongkar oleh pemerintah kota Bandung, yang akan merelokasi usaha UMKM yang ada, padahal dahulu kawasan ini sangat terkenal dengan barang-barang yang murah dan begitu juga jeans nya, teringat zaman dahulu ada ikonik superman, spiderman, rambo yang muncul dari balik dinding toko dan ada iklan-iklan 3D lainya yang banyak terlihat di sepanjang jalan chiampelas ini, tetapi saat ini semua sudah menghilang di gantikan dengan pilar besi di sepanjang jalan chiampeas sehingga jalan yang ikonik dulu menjadi hambar. Akhirnya kami turun di depan pintu masuk Ciwalk, Ciwalk sendiri merupakan singkatan dari Cihampelas Walk (Ciwalk) merupakan pusat perbelanjaan mewah di Bandung. Mall ini dibangun pada tahun 2004 dan merupakan salah satu mall yang unik, bersih dan nyaman. Berjalan-jalan di siang dan malam hari akan menjadi sangat berbeda karena lampu di setiap stall dan gedung utama yang memberika suasana yang berbeda.

Suasananya masih seperti dulu sudah beberapa kali aku mengijakan kaki ke mall ini tetapi masih saja tersesat karena bingung antara jalan naik dan jalan turun sehingga yang aku ingat melalui lift kotak / elevator, beberapa saat kami keliling di sana sampai azan magrib berkumandang, kakak pun berbeanja beberapa kebutuhan kosmetiknya, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menyelusri jalan chiampelas yang sudah tertutup pilar-pilar besi, di situ aku membeli dodol dengan 100k bisa mendapatkan 2,5 kg dan topi kareakter yang di jual di TWA Tangkuban Perahu hanya 25k perbuahnya dan gantungan kunci yang katanya batu di jual di sana 65k disini hanya seharga 5k saja. Setelah puas berkeliling dan berbelanja akhirnya kami kembali ke hotel setelah beristirahat sebentar melepaskan penat dan juga sholat kamipun makan malam di warung pecel lele yang berada tepat di seberang hotel, dengan rasa yang enak dan tidak perlu jauh-jauh untuk makan akhirnya hari ini kami tutup dengan senyuman syukur.

Dari Ciwalk Ke Chiampelas

Akumulasi Capek Di Kawah Rengganis

Jembatan Gantung Kawah Rengganis

Setelah berjalan kurang lebih 30 menit akhirnya kami sampai di kawasan yang juga berbau belerang walaupun tidak sepekat dan sedingin di kawah putih, nama tempatnya adalah kawah rengganis, seperti nama seorang putri tapi entah kaitannya dengan nama putri. Sesampainya di lokasi kawah rengganis ini kami pun ternyata bisa membayar untuk 2 tempat yaitu kawah rengganis dan situ patenggang dengan harga 405k yang merupakan ticket untuk seluruh wahana yang berbentuk seperti gelang tetapi tidak di pakai, tenyata informasi yang kudapat kalau lokasi wisata ini di kelola oleh manajemen yang sama seperti halnya floating market, De Ranch, Farm House Susu Lembang Dan The Great Asia Afrika yang juga berada di bawah satu manajemen.

Setelah masuk kami di sambut dengan jembatan gantung yang lumayan panjang yaitu sekitar 370 meter. Jembatan ini diklaim sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, dengan ketinggian mencapai 70-75 meter di atas pernukaan tanah. Terlihat di sini kalau kakak mulai takut dengan ketinggian apalagi saat adek menggoyang-goyangkan jembatan tersebut, beberapa kali terlihat kakak berpegangan erat dengan tali jembatan, jembatan yang ku nilai aman ini karena kiri kanannya di pakai jaring yang lumayan tinggi untuk mencegah barang atau orang terjatuh.
On action in Sultan Basket
Drivernya tadi di parkiran tadi sempat bilang;
“Di sini tidak terlalu extrim pak mendingan di banding dengan kawah putih” jelasnya

Tapi kenyataan yang kuhadapi berbeda 180 derajat jalanan yang licin menajak dan menurun seperti jalanan di desa orang tua ku 4 lawang jika ingin mandi kesungai, rimbun pepohonan dan kicauan burung dan bunyi binatang juga menyambut kami di kawasan kawah rengganis itu tetapi yang membedakan bau belerang yang ternyata di kawasan ini ada pemandian air hangat berbelerang yang di percaya sebagai salah satu obat untuk penyakit, banyak terlihat para pengunjung yang mandi bahkan mengoleskan lumpurnya di seluruh badan, bau belerang di sini masih bisa di terima di hidungku adek juga tidak terlalu mengalami kedinginan lagi.

Tapi yang membuatku terasa capek adalah jalannya yang menajak turun dan naik tetapi itu salah satunya untuk mencapai wahana keranjang sultan, di mana permainan ini kita duduk di keranjang tersebut dengan ketinggian sekitar 50 meter dan perlahan bergerak menuju ke seberang dan kembali lagi ketempat semula, akhirnya hanya mereka ber tiga yang menaiki keranjang sultan tersebut, dan untuk bermain ini gelang yang ku pegang akhirnya di bolongin sam seperti saat memasuki area jembatan gantung.

Aku rasa aku sudah tidak sanggup lagi, aku hanya duduk sambil melihat mereka tertawa di atas keranjang sultan, tetapi ini belum menjadi tantangan yang sesungguhnya ternyata untuk kembali ke atas ada 2 alternatif yaitu menggunakan ojek sebesar 25k per orang atau berjalan kami melewati tangga-tangga yang ada.

Akupun akhirnya memilih alternatif yang ke 2 karena anak-anak sendiri terlanjur senang dengan suasana petualangan sehingga tangga yang lumayan panjang keatas harus aku lalui, beberapa kali aku harus berhenti untuk beristirahan dengan detak jantung yang semakin cepat, mungkin 3 atau 4 kali aku duduk beristirahat untuk mengumpulkan tenaga sekedar untuk melangkahkan kaki, jujur di sini lebih capek ketimbang di The Great Asia Afrika mungkin karena sudah akumulasi capeknya di tambah dengan kawah putih, akhirnya akupun sampai di atas dan menghirup nafas panjang karena akhirnya jalan sudah datar tidak menajak naik atau turun.

Capeknya poll

Mengisap Aroma Belerang Berbalut dingin Di Ketinggian 2.400 mdpl

Gerbang Masuk TWA Kawah Putih

Hari ke 3 kami berada di Bandung hari ini awal para pekerja masuk lagi di pekerjaanya setelah cuti bersama hari raya Idul Fitri 1447 H tidak heran kalau pagi ini lalu lalang di depan hotel banyak karyawan dengan seragamnya sedang menuju ke tempat kerja, pagi ini kami sarapan di tempat gerobak bubur bandung yang kemarin tetapi hari ini pesanan pada berubah menjadi nasi uduk semua karena kemari ayuk sempat berkomentar kalau jam 10 sudah mulai lapar lagi karena paginya hanya memakan bubur, dari pihak rental kemarin akupun sudah di kasih tau kalau hari ini nama drivernya A** dan akan membawa mobil new avanza.

Setelah selesai sarapan kamipun kembali ke hotel dan ternyata driver kendaraan rentalnya juga sudah menunggu, karena belum jam 8 akhirnya drivernya sembari menunggu pesanan pastry dan kopi dari cafe yang ada di bahwa hotel selesai, setelah selesai akhirnya kami berjalan menuju ke arah bandung selatan tepatnya untuk hari ini kami akan menuju ke kawasan kawah putih, setelah berdiskusi dengan drivernya maka ranca upas kami hapus dari list itenerary kami karena alasannya hanya sebatas memberi rusa makan saja tidak ada kegiatan lain kecuali kalau mau kegiatan berkemah.

Belerang + Dingin
Akhirnya kami menyelusuri jalan kembali lebih dari satu jam dan untuk ke arah ciwedey ini haru melalui tol pasir koja perajalanan kurang lebih 1,5 jam tanpa ada macet sama sekali karena mungkin libur sudah usai, berbeda dengan hari kemarin saat ke lembang masih terdapat titik macet di hari lburan terakhir para pekerja, setelah kurang lebih 1,5 jam akhirnya kami sampai di gerbang masuk kawah putih tempat mobil akan parkir, dan di sini ketentuannya harus menggunakan otang-anting atau angkutan angkot khusus untuk ke kawasan kawah putih, dengan membayar 270k untuk tiket masuk kami di sergap hujan kecil untung saja ayuk selalu membawa payung di ranselnya.

Suasana dingin sudah terasa sejak di parkiran mobi tadi informasi yang kudapatkan dari sopir otang-anting bahwa ke area kawah putih kurang lebih 6 km, dan ternyata benar semakin ke atas semakin dingin mulai menusuk tulang jalan yang berliku menambah ke heningan kawasan ini, sekitar kurang lebih 10 menitan akhirnya kami sampai di tempat pemberhentian ontang-anting di ke tinggian 2.400 mdpl hujan semakin deras para penyedia payung untuk di sewakan berebut menemui pengunjung untuk menawarkan payung dan jas hujan sekali pakainya, kamipun berhenti sebentar untuk berteduh sampai ayuk mengeluarkan payungnya yang setia menemaninya selama kuliah di mana benda tersebut selalu berada di dalam tasnya.

Tak lama hujan tidak sederas tadi tapi uniknya gerimisnya ini aku rasaan seperti butiran es yang jatuh dari ketinggian walaupun tidak seperti salju, dingin semakin mendekapku erat ternyata bukan aku saja tetapi adek juga sudah mulai menggigil tidak nyaman dengan kondisi dingin seperti itu sedangkan ayuk dan kakak tampaknya tidak ada masalah, bau belerang yang menyengat memberi tahu kami kalau lokasi kawah tersebut sangat dekat, beberapa kali aku bersin dan meminta ayuk untuk membeli masker padahal di hotel kami membawa masker tetapi kelupaan untuk di bawa, dengan harga 5k permasker akhirnya kami pun mulai memasuki kawasan kawah.



Gerbang yang eksotik dengan tangga yang menurun membuat dadaku sedikit sesak walaupun sudah menggunakan masker, dengan kaki yang belum hilang capeknya sejak kejadian di the great asia afrika kemaren membuat ku memaksakan untuk berjalan dan kaki yang kurasakan semakin capek padahal hanya beberpa anak tangga saja yang ku turuni tetapi rasanya seperti banyak beban.

Sesampai di bawah kabut masih menyelimuti kawasan kawah putih, gerimis tiada berhenti malahan semakin menjadi tiupan angin juga membuat dingin semakin menjadi dingin, kami menyempatkan untuk mengambil beberapa foto di lokasi wisatayang viral ini, banyak pengunjung lain juga melakukan hal yang sama , malahan ada yang sambil live.


Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang terletak di kaki Gunung Patuha. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Danau Kawah Putih sendiri berada pada ketinggian 2194 m tapi luas total Danau Kawah Putih 25 ha yang dipakai wisata 5 ha dan lokasi kawah sendiri 3 ha. Perairannya yang berwarna biru kristal berubah dengan kondisi cuaca, dan dilapisi dengan pasir putih halus, memberikan pengunjung pengalaman dunia lain. Bahkan vegetasi di sekitar area ini sangat berbeda dengan yang di bawah. (Sumber : wikipedia).

Tidak terlalu lama kami berada di sini karena udara yang tidak mendukung serasa sesak nafas ini, untuk panoramanya sendiri si sangat oke dan menarik, adik yang kulihat dari tadi menggigil menggunakan sweeter kepunyaan ayuk yang sudah di tutupkan di kepalanya biar tidak dingin gerimis pun sepertinya tidak mau pamit juga sampai kami menaiki ontang-anting kamipun masih di temani sang gerimis, sesampai di parkiran di bawah susana sudah berubah sedikit hangat bandros panas juga menjadi pilihan anak-anak untuk di makan di suasana yang dingin seperti ini, mungkin kurang dari jam 10 kami sudah meninggalkan kawah putih untuk menuju destinasi berikutnya.

Bandros Khas Jabar

Tuesday, 24 March 2026

2 Tempat Di Kelola 1 Orang

Rumah Hobbits - Farm House Lembang

Setelah keluar dari kawasan orchid forest cikole akhirnya aku meminta kepada driver agar kita bisa istriahat sekalian makan siang dan sholat, sekitar 10 menit perjakanan akhirnya kendaraan berhenti di rumah makan khas sunda yang bernama kLC Cafe dan Resto, kami menikmati sajian siang ini sekalian beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ke desitnasi berikutnya, makanan yang di sajikan sesuai dengan seperti yang kita inginkan sudah modern, setelah tertirah sejenak di sini selesai sholat dan beristirahan sekitar 30 menit berikutnya akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali menuju destinasi berikutnya yaitu Farm House Susu Lembang, dengan jarak sekitar 8 km dengan waktu tempuh 13 menit kurang lebih, ternyata aku baru tahu kalau floating market, De ranch, Farm House susu dan great asia afrika di kelolah oleh orang yang sama wajar saja saat membayar ticket di bilang bisa sekaligus untuk ke 2 tempat yaitu farm house ini dan great asia afrika, dan jarak ke 2 nya juga tidak berjahuan malahan bisa berjalan menggunakan jembatan penyebrangan orang bisa sampai ke great asia afrika.

Entah apa yang di rasakan kakak
Pada saat kami memasuki tempat wisata ini kami di beri tahu kalau ticketnya nanti bisa di tukar dengan susu di bagian penukaran, lumayan sebagai penghilang dahaga walaupun kami membawa air mineral yang kami simpan di ransel kami, dengan nuansa eropa yang kental seperti rumah yang sering ada di pedesaan belanda, kincir angin belanda, rumah hobit sampai penyewaan baju khas belanda pun ada di sini. Kafe dan tempat makan banyak tersedia di sini dengan berbagai menunya, akhirnya anak-anak menaiki kereta sebelum beranjak ke destinasi berikutnya.

Hanya pindah parkiran dan tidak sampai 1 menit akhirnya kami sampai di destinasi the great asia afrika saat di lihat dari atas terasa jauh sekali bangunan yang terihat seperti masuk dalam jurang yang dalam tetapi ternyata penasaran ku mengalahkan stamina ini.

The Great Asia Africa Lembang adalah destinasi wisata yang unik, di mana pengunjung dapat merasakan pengalaman keliling dunia tanpa harus meninggalkan Bandung. Tempat ini menggabungkan keindahan alam Lembang dengan kekayaan budaya dari berbagai negara. Setiap sudut di The Great Asia Africa dirancang dengan detail yang menakjubkan, menciptakan suasana yang seolah-olah membawa pengunjung langsung ke negara asal budaya tersebut.

Di sini, pengunjung dapat menemukan replika budaya dari berbagai negara, mulai dari Asia hingga Afrika. Misalnya, pagoda Jepang yang megah, istana India yang kaya ornamen, dan rumah tradisional Afrika yang berwarna-warni. Setiap area dilengkapi dengan musik khas dan dekorasi yang mencerminkan budaya masing-masing negara, membuat pengalaman ini semakin autentik. Selain itu, terdapat juga pameran sejarah dan artefak budaya yang memberikan wawasan mendalam tentang tradisi dan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. (Sumber : discverasr.com)

Di depan rumah bergaya eropa

Saat datang kita sudah di sambut dengan warna warni bangunan dari berbagai negara dengan berbagai kebudayaan dan kuliner berusaha di tampikan di sini saat di pintu masuk bangunan merah menyala yang menyambut kami, selanjutnya rangkaian bangunan warna-warni dari singapore, malaysia, cina dan Indoneisa ikut terlihat, sebelum melanjutkan perjalanan kita tukar dulu tiket masuk kita dengan minuman es jeruk atau dengan coca cola segar.

Selanjutnya perjalanan ini ternyata makin berat naik turun tanjakan membuat stamina ku sedikit terkuran , maklum umur sudah tidak bisa berbohong. Akhirnya kami sampai di rumah khas korea selatan dan akupun duduk sebentar di situ untuk memulihkan tenaga sambil berfoto di beberapa spot foto yang menarik , akirnya perjalanan di lanjutkan lagi menuju ke kawasan thailand di mana di jalan menuju kawasan thailand tampak lukisan para presiden RI lengkap dengan biodatanya, di kawasan thailand ini kami menyempatkan berfoto kembali dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke kawasan India.
Rumah korea Selatan

Di sini mulai terasa staminaku sudah tidak baik-baik saja sudah terasa sangat capek apalagi contur jalan yang menanjak dan menurun merupakan sesuatu hal yang sangat menantang memang di perlukan fisik yang prima untuk mengunjungi destinasi yang satu ini, biar tidak terlewatkan satu tempat pun, akupun beberpa kali istirahat, memang terasa sejak mengalami sakit di tahun 2023 kesehatan ku pun tidak bisa pulih seperti dulu lagi di tambah dengan tiada nya bunda saat ini yang biasanya selalu mengawasi dan mendampingiku.

Kamipun mencoba menaiki skydrive yang berbentuk seperti roda yang berputar di rel di ketinggian, sejujurnya aku tidak mau ikut tetapi setiap skydrive harus 2 orang terpaksa aku menemani ayuk untuk naik wahana tersebut padahal aku sendiri mengalami kecemasan atas ketinggian.

Gerbang Masuknya
Aku terus berdoa agar skydrive ini cepat kembali ke titik awal karena aku sudah merasa takut sekali terutama saat menoleh ke bawah rasanya seperti mau copot jantung ini, tak lama berselang akhirnya skydrive ku kembali dengan selamat dan akupun bisa berdafas lega, tetapi tidak sampai di sini setelah naik wahana ini capek ku terasa sekali kaki berat dan sakit karena berjalan naik dan turun di kawasan great asia afrika ini.

Tapi beruntungnya ada gondola yang merupakan lift yang bisa mengantarkan kita ke atas walaupun harus bayar 10k/orang tapi bagi ku tidak asal tidak capek , badan ku sepertinya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi ingin balik ke hotel dan rebahan biar menghilangkan capeknya.

Setelah antri yang tidak terlalu lama akhirnya akupun menaiki gondola tersebut dan sampai ke bagian atas dari tempat wisata tersebut walaupun harus berjalan sedikit lagi ke arah parkiran tapi tidak terlalu jauh, akhirnya sekitar pukul 16:30 aku meninta driver untuk kembali ke hotel karena aku sudah capek banget. Anak-anak justru berencana mau keluar lagi malam ini memang kalau itenerary yang ku buat seharusnya malam ini kami menuju ke ciwalk atau BIP tetapi mau bagaimana lagi badan sudah tidak bisa bekerja sama lagi, akhirnya mereka bertiga menuju ke Paris Van Java Mall dan pulangnya mereka membeli KFC untuk menjadi santap malam di hotel, ternyata umur tida bisa berbohng berbanding lurus dengan stamina.

Skydrive yang membuatku tidak mau mengulang kembali

Orchid Forest Cikole - Hutan Alam Yang Terawat Dan Terjaga


Mobilpun bergerak perlahan menyusuri jalanan lembang yang mulai memadat tujuan berikutnya dalah orchid forest cikole yang terletak kurang lebih 4,3 km dari TWA Tangkuban Perahu atau sekitar 14 menit dengan menggunakan kendaraan, dengan membayar 204k untuk masuk lokasi wisata ini, saat memasuki gerbang masuk bau khas batang pinus mulai menyeruak hidung di mana kondisi saat ini mulia mendung, bau khas hutan yang aku rasakan sama seperti saat memasuki TWA Punti Kayu yang ada di Palembang, tetapi yang ini sudah di kelola dan di rawat dengan baik sehingga menjadi objek wisata yang bisa di jual kepada pengunjung.

Orchid Forest Cikole Lembang berdiri sejak Agustus tahun 2017. Kawasan ini merupakan taman anggrek terluas di Indonesia yang berada di tengah Hutan lindung seluas 12 hektar. Selain itu terdapat sekitar 157 jenis Bunga Anggrek di kawasan ini.

Bersama macau merah
Lokasinya berada di Genteng, Cikole, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Destinasi wisata ini lebih berfokus pada memperkenalkan dan membudidayakan berbagai tanaman anggrek dengan metode lokal maupun internasional.

Tanaman anggrek disini tidak hanya berasal dari Indonesia melainkan juga berasal dari negara lain seperti Venezuela, Argentina, Filipina, Peru, dan Amerika Serikat. dengan demikian varian Anggrek disini sangat beragam. (Sumber : labirutour.com)

Banyak tempat yang bisa kita kunjung di orchid forest cikole ini seperti ada pertunjukan hewan yang melibakan pengunjung, ada juga wahana memberi makan hewan dan juga wahana berfoto dengan hewan dan banyak lagi wahana yang berbayar, tetapi tidak sedikit spot foto yang bagus yang gratis di sediakan untuk para pengunjung.

Kami pun melakukan beberapa kegiatan saja seperti berfoto bersama hewan yang kami pilih adalah burung macau merah yang di kenakan tarif 20k/orang, begitu juga untuk memberi makan hewan di kenakan tarif yang sama.

Masih mencari makanan ini juga

Aku sempat berfikir kalau seandainya ada pihak swasta yang mengeloah TWA Punti Kayu seperti orchid forest cikole mungkin tempat tersebut akan ramai kembali seperti dulu tidak seperti saat ini tiket yang lumayan mahal tetapi tidak ada apa-apa untuk di lihat serasa buang-buang uang saja.

Angkutan ke gerbang utama
‘Yah ayuk tadi ketakutan di kejar domba” lapor kakak saat keluar dari wahan memberi makan hewan
“Iya kah.....” sambil aku menatap ayuk
Ayuk tidak menjawab hanya membetulkan jilbab nya tetapi foto yang di tangkap oleh kakak memperlihatkan ketakutan ayuk yang sesungguhnya.

Sebenarnya banyak wahanya yang bisa kami kunjungi di sini tetapi mengingat waktu sudah meninggi hari dan ada destinasi lain yang akan kita kunjung maka akhirnya perjaanan di orchid forest cikole ini harus berakhir, pati sebelum berangkat kita akan di antar kembali menggunaan angkot ke gerbang kedatangan dan ini gratis, saat turun mereka sempat-sempatnya membeli cilok di area parkiran.

Dari Keinggian 2.084 Mdpl

Menikmati nasi uduk dan bubur khas Bandung sebagai sarapan pagi

Cerita berlanjut pada hari ini, setelah melakukan ritual pada pagi hari kamipun pergi sarapan nasi uduk dan juga bubur khas Bandung yang letaknya tidak teralu jauh dari hote tpatnya di pertigaan ada gerobak yang menjual nasi uduk dan bubur yang kami tahu saat mencari di google maps. Ternyata lumayan enak rasa makanan tersebut dan harga juga yang masih standar untuk makanan kaki lima yang membuat perut kami terisi pada pagi itu, tidak lama berselang saat suapan keberapa ada notfikasi wa yang masuk;

“Pak saya ***** driver rental sudah menunggu di hotel” isi dari wa tersebut
“Tunggu sebentar pak kami lagi sarapan di depan hotel” balas ku di wa tersebut.
TWA Tangkuban Perahu

Memang kendaraan rental ini sudah saya booking dari jauh-jauh hari karena takut saat liburan seperti ini akan penuh akhirnya aku memilih salah sau provider kendaran rental yang juga memiliki paket wisata yang include dengan kendaraan rental, awalnya aku memesan untuk 2 hari untuk pemesanan rental kendaraan untuk tanggal 24 Maret 2026 ke daerah lembang dan selanjutnya tanggal 25 Maret 2026 kearah kawah putih atau kawasan Bandung selatan, pada awalnya perjanjian awal aku memesan kendaraan toyota alya atau sejenisnya dengan harga 650k/perhari dikarena kan masih masuk hari libur lebaran yang jadwalnya sampai seminggu kedepan, tetapi saat kami sampai ke hotel ternyata yang di kirim adalah mobil mitsubishi expander yang aku tahu harga rentalnya lebih mahal, semalam akan yang punya kendaraan rental tersebut sudah memberi khabar kalau kendaraan kelas toyota alya atau sejenisnya sedang kosong dan yang ada mitsubishi expander tapi dengan syarat harus memenambah biaya sewanya 50k perhari, akupun setuju karena dengan xspander akan lebih gagah untuk melibas wisata alam.

Tepat pukul 8 pagi kendaraan berjalan menyelusuri pekatnya aspal hari ini merupakan hari terakhir libur lebaran besok semua sudah pada bekerja lagi, walaupun untuk anak sekolah masih akan masuk pada tanggal 30 Maret 2026 nanti.

Aku jelaskan rute perjalanan hari ini berdasarkan itenerary yang kubuat dan aku juga meminta pendapat driver mobi tersebut yang akhirnya di putuskan untuk destinasi pertama adalah menuju ke Taman wisata alam Tangkuban Perahu dan selanjutnya ke destinasi yang lain sesuai dengan jalur balik, Sekitar kurang lebih 1 jam kami berjalan akhirnya kami memasuki gerbang TWA tangkuban perahu hawa dingin mulai menyergap kulit kami pada saat kaca mobil di buka, perpaduan bau khas hutan dan tetes embun menjadi gerbang selamat datang yang menyambut kami.

Sudah lama juga aku tidak mengunjungi TWA Tangkuban perahu ini terakhir di tahun 2000 saat ada tugas pemeriksaan di kantor cabang, dan baru kesini lagi saat ini. Pada tahun 2011 pun kami tidak mengunjungi tempat ini karena saat itu tempat ini lagi tidak boleh di masuki, sehingga kami hanya menuju ke kebun teh Subang, sari ater serta makan di kawasan cipunclut, walaupun sempat beberapa hari sempat tinggal di desa kayu Ambon, belakang sespim tetapi tetap tidak bisa ke sini karena larangan berkunjung tersebut.

Adek yang mulai merasakan dingin mulai menggosokan kedua tangannya agar menjadi panas,
“Kenapa dak bawa jaket tadi, kalau tau dingin seperti ini” keluh adek
“Kan sudah di bilangin semalam” ujarku
“Lupa yah”ucap adek lagi

Akhirnya ku berikan sweeter kepunyaan ayuk yang tidak di pakai untuk adek biar tidak terlalu merasa dingin, kami berkeling ke beberapa tempat spot foto di kawasan TWA Tangkuban Perahu, teringat pesan dari diver tadi ;

“Pak... kalau ada yang menawarkan barang dagangan nggak usah di beli... harganya sudah di getok semua pada mahal.... enak beli di chiampelas saja”arahan dari driver tadi saat memasuki kawasan tangkuban perahu.

Tapi penasaranku untuk membeli dodol yang ada di dalam kemasan dengan harga 3 buah 50k mengusik keinginan tahu ku akhirnya akupun memutuskan untuk membeli sebanyak 6 kotak atau 100k dengan bonus 1 kotak, ternyata saat di buka isi dodol dalam 1 kotak tersebut hanya ada 9 biji atau keseluruhanny berjumlah 63 biji setelah ku hitung ternyata 1 biji dodol harganya lebih dari 1,5K, padahal saat membeli di chiampelas sudah bisa dapat beberapa kilo untuk harga 100k, tetapi ini menjadi pelajaran berharga bagi ku, begitu juga saat ada yang menawarkan penutup kepala karakter hewan seperti panda, singa, macan dan lain-lain saat di TWA Tangkuban perahu di tawarkan dengan harga gila-gilaan sampai 125k perbuah dan mentok di angka 100k tetapi untung kami tidak jadi membeli karena saat kami beli di chiampelas harganya hanya 50k dapat 2 buah.

Bau khas belerang sudah tercium di hidung kami walaupun tidak terlalu pekat dengan membayar ticket 20k perorang plus biaya parkir akhirnya kami di arahkan ke lokasi parkir di ketinggian 2.084 mdpl ini, pada saat ini suhu sekitar 17 derajat yang lumayan dingin bagi kami yang biasa tinggal di kota Palembang yang tidak ada dataran tinggi.

Legenda Sangkuriang yang melekat di gunung ini sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri ; Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kawasan Ciater, Subang. Gunung Tangkuban Parahu pernah mengalami letusan kecil pada tahun 2006, yang menyebabkan 3 orang luka ringan. (sumber : Wikipedia)

Baru tahu kalau gulali bisa di tiup

“Kenapa dek ....?” saat aku bertanya ke adek setelah keluat dari kamar kecil
“Seperti istinjak dengan air dari frezeer yah...” katanya sambil tersenyum
‘Dingin nya ....nggak main-main.. kita turun yuk...” jawabnya lagi

Memang aku juga merasakan dingin dan tidak lama dari situ kabut pun mulai turun menutupi kawah sehingga pemandangan ke dalam kawah menjadi tertutup kabut, akhirnya kamipun beranjak pergi dari lokasi TWA Tangkuban Perahu, tapi sebelum pergi penjual gulali mengusing rasa ingin membeli kakak dan baru melihat saat ini kalau gulali ternyata bisa di tiup seperti balo, keren juga.

Akhirnya kami meninggalkan TWA Tangkuban Perahu untuk melanjutkan ke destinasi selanjutnya di temani bau belerang dan hutan yang khas.

sebelum kedinginan melanda

Monday, 23 March 2026

Delman Kota Bandung


Sebenarnya bukan hal yang baru bagi kami dan anak-anak untuk menaiki delma sudah di berapa kota kami pernah menaiki moda transportasi yang satu ini kereta yang di tarik oleh kuda baik di Yogyakarta ataupun di Bandung sediri , tahun 2011 kami pernah menaiki delman seperti ini di kawasan desa kayu Ambon Lembang sampai ke pasar Lembang, yang sekarang pasar tersebut sudah menjadi pasar modern.

"Berapa ongkosya kang ?" tanyaku ke salahsatu kusir kahar/kretek (delman bahasa sunda)
"Untuk jarak jauh 200k dan jarak pendek 150K"jawab sang kusir , sambil beliau menjelaskan rute yang akan di tempuh.

Aku sendiri kurang mengerti rute yang di jelaskannya hanya mengangguk saja, akhirnya kutawar untuk rute panjang sebesar 125k  dan beliau setuju, entah rute mana yang di maksudnya tetapi ia menyebut akan melintasi jalanan braga, akhirnya kami berempat menaiki delman tersebut, kusir yang masih cukup muda mengendalikan delman dengan sigap di antara lalu lalang kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4.

Untuk jalan sepi sepertinya enak mengendalikan kuda yang menearik kereta seperti ini, tetapi saat sedang ramai ternyata di situ di butuhkan keahlian extra untuk mengendalikan hewan yang satu ini.

Beberapa kali kuda ini kulihat tepat berada di belakang mobil dan hendak melaju terus , kalau seandainya tidak di kendalikan kemungkinan kuda ini akan menabrak belakang mobil atau bus yang ramai di jalan kota Bandung.

Perlahan ruas jalan dari asia afrika di telusuri hingga sampai ke kawasan braga yang cukup macet di mana delman ini tidak bisa bergerak, ada beberapa kali kepala kuda sampai menyentuh para pengendara motor, dan sepertinya mereka memaklumi kondisi yang seperti ini.

Beberapa saak jalan ke arah braga yang legendaris  masih macet akhirnya kami memutuskan untuk turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki, sepertinya berjalan kaki akan lebih cepat ketimbang menggunakan kendaraan di tengah kemacetan seperti ini.



KM 0 sampai ke Alun-Alun Kota Bandung

KM 0 Bandung

Mobil yang kami tumpangi berjalan tersendat seperti tidak mau maju lagi macetnya lumayan sehingga tarif mobil yang seeharunya hanya 13K di getok menjadi 30K dengan alasan macet, tetapi setelah beberapa saat macet ini tidak kunjung terurai sehingga akupun memutuskan untuk jalan kaki yang kulihat dari google maps tidak terlalu jauh jarak tempuhnya.

Simpang Braga
Akhirnya kamipun turun tidak jauh dari tugu KM 0 yang terletak di kantor bina marga provinsi Jawa Barat yang terletak di jalan Asia Afrika Braga Bandung, pada tahun 2016 saat itu di iresmikan Gubernur Jabar Danny Setiawan. Tak hanya tugu, di tempat itu kini dibangun monumen mesin penggilingan (stoomwals ) kuno yang disertai sebuah batu prasasti sejarah. Tugu dan moumen ini didekasikan untuk rakyat priangan yang menjadi korban pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan.

Kami menyempatkan untuk berpose di tempat ini walaupun matahari sore mulai bersinar dengan hangat  tidak menyurutkan langkah kami untuk melanjutkan perjalanan ini.

Perjalanan terus kami lanjutkan karena jalan Asia Afrika ini tidak terlalu panjang dan di sepanjang jalan ini juga banyak di temukan hal-hal yang menarik bagi kami di mana memang salah satu tempat tongkrongan anak muda.

Banyak juga para cosplayer yang berdiri sambil berharap sedikit rupiah dari kebaikan para pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut, pocong, kuyang, wewe gombel, transformer, spiderman, batman, PUBG dan lain sebagainya. Dan para pengunjuang yang banyak meminta berfoto kepada para cosplayer tersebut dengan membayar sedikit uang.

Tak hanya itu para fotografer dadakan juga banyak bermunculan dengan menawarkan jasa foto kepada para pengunjung baik menggunakan kamera mereka sendiri ataupun menggunakan hp para pengunjung itu sendiri, hari ini lumayan ramain dengan suasana dan cuaca cerah yang sangat mendukung walaupun sore ini matahari sedikt terasa terik.

Perjalanan masih terus kami lanjutkan menyusuri aisa afrika sampai akhirnya kami sampai di alun-alun kota Bandung walaupun kecewa karena lokasinya di tutup untuk umum, sama seperti museum asia afrika  yang sudah habis jam bukanya sehingga kami tidak bisa berkunjung di sana.

Terlihar delman yang parkir di jalan samping alun-alun ada juga kegitaan foto menggunakan baju adat yang di sewa sama seperti di Jogja, beberapa jajanan kecilpun sempat kami cicipi sembari berjalan. 

Salah satu tempat kami berfose adalah di salah satu huruf yang bertuliskan alun-alun, sayang kami tidak menggunakan kamera DLSR hanya kamera hp biasa jadi hasil yang di hasilkan juga seadanya.

Di salah satu sisi trowongan Asia Afrika

Perjalanan pun kami lanjutkan kembali setelah melintasi di trowongan asia-afrika yang tertulis kutipan kata-kata dari M.A.W Brouwer yang merupakan seorang piskolog dan budayawan yang sangat mencintai Bandung dan kutipan kata-katanya yang terukir di trowongan JPO asia afrika ini berbunyi "Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum".

Dan satu lagi yaitu dari salah satu penyair dan sastrawan Indonesia Pidi Baiq yang terlenal dengan buku Dilan nya, kata-kata beliau tertulis di salah satu sisi dinding terowongan tersebut yang berbunyi "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang berserakan di sana".

Ternyata bukan hanya kami saja yang berpose di sana banyak para pengunjung yang bergantian bergaya dan berfose di spot foto ini. Lalu lalang mobil pun bukan menjadi kendala bagi para pengunjung untuk menikmati senja di kawasan asia afrika ini.

Perjalanan kami lanjutkan lagi akhirnya betemu dengan monumen asia afrika yang juga menjadi salah satu tempat yang ikonik untuk berfoto istilah anak sekarang ini adalah instagramable , akhirnya setelah beberapa saat kami berfoto-foto di sini kamipun melanjukan perjalanan lanjut sampai ke alun-alun kota bandung walaupun kami sedikit kecewa karena alun-alunya tidak di buka untuk umum

Monumen Asia Afrika

Kami sempat membeli beberapa makanan kecil untuk di makan sambil menyusuri jalan, anak-anak tanpak senang terutama dengan adek yang selama ini berkutat dengan pelajaran nya di pondok pesantern ini seperti menghiup udara yang berbeda tanpa pelajaran, tanpa hapalan dan tanpa aturan yang ketat.

Cimol
Akhirnya mereka merasakan makanan yang suka mereka beli selama ini langsung dari kotanya Cimol, Cireng, terutama buah straberry dan beberapa makanan lainnya mereka beli sebagai cemilan untuk sore ini tidak lupa es jeruk yang ikut menemani.

Akhirnya kami sampai di sampai di Jalan Alun-alun timur yang terletak tepat di samping alun-alun kota Bandung yang banyak terdapat delman dan penyewaan pakaian khas sunda, akhirnya petualangan pun berlanjut delman menjadi sasaran kami tahun 2011 kami pernah menaiki delman di daerah kayu Ambon Lembang dan sekarang kami akan menaiki dari pusat kota Bandung./

Jakarta Ke Bandung Bermodal 175K

Setelah sampai ke Cengkareng kamipun menuju ke tempat transportasi berikutnya yaitu Bus Damri yang ternyata keberangkatan ke Bandung pukul 11 siang, saat ini waktu menunjukan pukul 10 kurang sehingga lebih dari 1 jam kami harus menunggu, sehingga akupun mengajak mereka untuk menunggu di cafe solaria yang terletak tepat di seberang terminal bus damri tersebut.

Akhirnya tidak lama berselang makanan kami pun datang dengan lengkap, ada yang pesan nasi goreng dan ada yang pesan steak waktu makan yang sekalian menjadi makan siang karena berdasarkan jadwal di estimasikan akan sampai ke Bandung pada pukul 2 siang.

Pada awalnya kami ingin naik kereta cepat Whoos tapi karena mahalnya harga ticket dari Palembang halim sehingga rencana itu kami batalkan dan mengambil rute Palembang Cengkareng yang ticketnya lebih terjangkau.

Cafe Solaria ini lumaya ramai, memang sepertinya menjadi salah satu tempat transit bagi para penumpang sebelum melanjutkan perjalanan baik yang transit atau pun menggunakan mode kerata api, bus atau travel.

30 menit berlalu hidaangan yang tersaji sudah habis kami santap, akhirnya kami pun menunggu bus damri yang terletak tepat di sebrang dari cafe solaria ini, lumayan ramai penumpang pada hari ini dengan tujuan berbagai tempat.

Stasiun bus ini letaknya di terminal kedtangan 1B sedangkan saat kita turun di termnal 1F jadi berjalan beberapa  saat untuk sampai di lokasi ini, adapun untuk lokasi bus damri sebagi berikut ;

Terminal 1: Shelter berada di area 1B, dekat Kalayang. Setelah keluar dari area kedatangan, ikuti petunjuk menuju transportasi darat/bus.

Terminal 2: Berada di ujung Terminal 2F (arah kedatangan domestik/haji & umrah).

Terminal 3: Berada di area parkir bus/transportasi umum. Ikuti tanda petunjuk "Bus Umum" atau "DAMRI" di area kedatangan

 

Hi Ace Damri foto by https://infoekonomi.id/

Dengan akhirnya kami membeli 4 ticket dengan tujuan kebon kawung atau pemberhentian terakhir di pool damri area Bandung, harga ticketnya Rp.175.000,- per orang sehingga akupun membayar 700k untuk 4 orang.

Akhirnya setelah menunggu +/- 30 menit para penumpang dengan tujuan Bandung pun di panggil dengan pengeras suara, mobil Hi-Ace sudah menunggu di shelter, dengan driver yang berdasi tampak sigap mengatur barang penumpang.

Mobilpun bergerak perlahan menyusuri beberapa tempat untuk mengambil penumpang dari termilan 1 dia bergerak ke terminal 2 selanjutnya ke terminal 3 yang nota bene parkiran sekaligus merupakan jalan keluar kendaraan. Penumpang penuh di mobil ini hanya menyisakan 1 bangku kosong di bagian belakang.

Ayuk dan kakak duduk di kursi di baris ke 3 sedangkan aku dan adek di baris paling belakang, tetapi bangku kosong ini tidak begitu lama sekitar berjalan kurang lebih 30 menit naik lagi penumpang yang terakhir yang mengisi kekosongan bangku tersebut.

Kurang lebih 3 jam mobil melibas aspal menuju ke kota kembang , adek yang sudah beberapa kali tertidur dengan ngorong yang khasnya, di mobil ini ternyata di lingkapi dengan charger yang terletak di pegangan kursi dan sandaran penumpang sehingga tidak perlu takut untuk kehabisan batre selama perjalanan.

Sesampai di kota Bandung terlihat para penumpang satu persatu turun,
"Bapak ... Turun di mana " tanya sopirnya ramah kepada ku
"Kebon Kawung saja pak" jawabku singkat
"Tujuan nya ke mana ?"tanyanya lagi
"Hotel di lengkong besar Pak" jawabku
"Liburan atau acara keluarga pak ?"tanyanya lagi
"Liburan... kebetulan ajak anak-anak lagi liburan" jawabku

Akhirnya setelah berbicara dengan sopir tersebut bersedia mengantarkan kami ke hotel yang akan kami tempati, akupun sangat berterima kasih kepada sopir yang ramah tersebut

"Terima kasih banyak pak atas bantuannya" ucapku sambil memberikan tips kepada beliau
"Sama-sama"pak ucap beliau

Akhrnya kami sampai juga di hotel Asoka, di mana merupaan hotel budget yang memiliki family room dan letaknya strategis dekat dengan mini market, tempar makan, ATM, kampus Unpas, dan cafe Makmur Jaya Coffe Roaster letaknya ada persis di bawak kamar kami, sehingga tidak heran kalau aroma kopi dan pastry tercium wangi hingga ke kamar.

Aku melakukan booking kamar ini melalui aplikasi traveloka dengan rate yang menurutku lumayan untuk 5 hari menginapa dan memanfaatkan point treveloka sebagai diskon pembayaran akhirnya dengan berbagai pertimbangan hotel yang satu ini menjadi pilihan kami, walaupun bukan hotel berbintang tapi lumayan bersih baik dari kamar, kamar mandi dan juga sekitar hotel dan yang serunya jika cafenya sudah mulai buka maka akan terlihat para antrian penikmat kopi baik langsung ataupun melalui jasa ojek online.

Setelah meletakan barang-barang kami dan melepas lelah sebentar akhirnya kamipun menuju destinasi pertama kami.

Hotel Asoka Bandung Jl.Lengkong Besar