Showing posts with label Lembang. Show all posts
Showing posts with label Lembang. Show all posts

Wednesday, 23 February 2011

Pasar Lembang, Pasar Bersih Dengan Udara Yang Sejuk

Saat di bus jurusan Merak
23 Februari 2011 (Hari Ke 6)
Pagi hari ini seluruh anggota keluarga ku bersiap-siap untuk kembali ke tempat acek di Anyer, tetapi sebelum kembali ke Anyer kami para emak-emak ingin kepasar untuk membeli buah tangan mumpung kebetulan lagi di Lembang.

Akhirnya kamipun menuju ke kawasan pasar lembang, pasar yang lumayan bersih dan tertata ini, beragam penjual yang beragam, dari pakaian, tas, celana, topi. Bundapun membeli beberapa barang yang akan di jadikan tanda mata, dan untuk kakak dan ayuk topi berwarna pink di belikan untuk penghiasan kepala. Berbelanja di pasar Lembang sangatlah menyenangkan kaya berekreasi aja karena didukung udaranya yang segar.

Sebelum makan siang kamipun sudah kembali ke tempat kami menginap, hari ini kami di sajikan makan siang dengan menu makan siang ikan bakar dan sambel yang pedasnya itu.... ampun, yang efeknya kurasakan ke esokan harinya. Setelah bada zuhur kami semua meninggalkan desa kayu ambon. 

Saat di perjalanan
saya pun berangkat kembali ke Anyer menggunakan bus, karena pada hari sebelumnya sudah ada juga keluarga yang sudah kembali ke Anyer,  dan siang  ini semuanya akan berangkat menggunakan mobil om Anto, ayuk ikut bersama nyai di dalam mobil tersebut, sedangkan aku, bunda dan kakak akan mencoba naik bus dengan rute Bandung Cilegon.

Setelah berpamitan dengan yang tinggal di rumah tersebut, om Anto berangkat dari Lembang langsung menuju ke Anyer, sedangkan kami bertiga menunggu angkot dengan tujuan terminal luwi panjang, tak beberapa lama akhirnya kamipun menaiki salah satu angkot dengan tujuan kota Bandung, sampai ke terminal luwi panjang setelah dua kali ganti angkot.

Setelah sampai di terminal luwi panjang aku pun segera membeli ticket untuk 2 orang karena kakak masih bisa di pangku, busnya berangkat pukul 2 siang, saat bus bergerak maju meninggalkan terminal luwi panjang, dan di beberapa titi stop untuk mencari penumpang, karena bus yang kami naiki ini tidak terlalu penuh.

Bersamaan dengan stopnya bus banyak pedagang, pengamen yang naik silih berganti kedalam bus untuk sekeadan menawarkan dagangan mereka ataupun menjual suara, adek sempat merengek minta di belikan jajanan, sehingga ada beberapa jajan yang kami beli saat bus berhenti. Bus melaju lumayan cepat,  melaju di tol cipularang, untungnya kakak tidak terlalu rewel saat dibus, sekitar pukul 8 malam kamipun tiba di Anyer.

Tuesday, 22 February 2011

Sejuknya Desa kayu Ambon, Lembang, Jawa Barat

Iconya gedung Sespim Polri
21-23 Februari 2011 (Hari Ke - 4 - 6 )
Tak lama setelah acara berakhir kami pun bergerak dari Cibiru - Ujung Berung, Bandung menuju Lembang tepanya di desa kayu ambon, tepat di belakang SESPIM Polri. Om Anto pun membawa phanter 96 melalui jalanan di kota Bandung, karena tujuan kita setelah ini adalah ke Lembang yang akan di tempuh kurang lebih 1,5 jam, setelah melewati Jalan Soekarno Hatta, maka mobilpun memasuki ke arah pusat kota, tampak terlihat gedung-gedung bersejarah seperti gedung Asia Afrika. Mobil melaju sedang terkadang di beberapa titik tersendat karena macet.

Gedung Asia Afrika di kawasan Braga

Tower masjid agung Bandung
Sekitar 1,5 jam menempuh perjalanan menembus kota Bandung akhirnya kitapun sampai di desa Kayu Ambon Lembang, sangat berbeda dengan suasana di kota Bandung, suasana yang tenang dan masih asri tercermin di sini di mana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dan berkebun. Kecamatan Lembang sendiri berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.084 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 17°-27 °C, wajar bagi kami yang berasal dari Palembang yang cendrung beriklim panas untuk kondisi tersebut sudah bisa di bilang dingin apalagi saat mandi pagi.


Rumah yang kami tuju ini adalah rumah dari orang tua om Anto, karena tugas pekerjaan membuat orang tua di tempatkan di Palembang, sehingga terdengan cerita kalau dari om Anto kalau rumah ini akan di jual, di mana sementara ini masih di tempati oleh keluarga om Anto juga.

Rumah yang lumayan luas dengan view bagian belakang adalak kebun sayuran yang terbentang menghijau, sedangkan di bagian samping kiri di himpit oleh masjid, samping kanan berisi aneka ragam kaktus yang indah-indah yang di kerjakan oleh keluarga om Anto, dari sini aku baru tau kalau kaktus itu banyak sekali ragam jenisnya, dari yang berduri sampai berbentuk seperti daun biasa.

Memang jalan di perkampungan ini lumayan sempit hanya bisa di lalui oleh motor, itupun saat motornya berlintasan salah satu dari motor tersebut harus mengalah, walau begitu udara di sini sangat sejuk dan airnya sangat dingin untuk kami orang dari Palembang.

Saat keesokan harinya kami berempat mengitari kampung kayu ambon ini , nama Desa Kayuambon sendiri dipilih secara mufakat, yang diambil dari cerita orang tua / sesepuh Desa Cibogo pada waktu itu, menurut sejarah di Desa Cibogo tumbuh sebuah pohon yang bernama “Kayu Ambon” yang ditanam oleh orang Belanda pada tahun 1937, pohon tersebut tidak diketahui berasal dari daerah mana walaupun memiliki kesamaan nama seperti nama suatu daerah yang ada di Indonesia yaitu Ambon (Maluku). Pohon tersebut terkenal sampai ke negeri Belanda, Jerman, Prancis dan Inggris, karena keunikan pohon tersebut baik dari segi kekuatan maupun bentuknya namun seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 1961 pohon tersebut ditebang. Maka untuk mengingat sejarah, nama pohon tersebut dijadikanlah nama desa yaitu “desa kayu ambon”.

Kol yang baru saja di kirim oleh petani

Kami melihat sayuran kol yang baru saja di panen dan siap di bawa ke Pasar, ada juga daun selada yang masih menghijau di kebun, tomat yang siap di petik dan beberapa jenis sayuran lainnya. Di sini aku sempat menyicipi tomat yang baru di petik dari batangnya dan rasanya manis dan segar.

Di desa ini kamipun melihat banyak sais/kusir Delman (Kereta yang di tarik oleh kuda) yang tinggal disini yang kudanya sendiri di pelihara di samping-samping rumah mereka, tetapi ada juga rumah-rumah yang lumayan mewah yang terletak di belakang tidak jauh dari tempat kami menginap terlihat seperti ada kandang pelatihan kuda.

Ayuk di lapngan kuda
Melihat adanya delman kakak sempat merengek untuk minta naik delman tersebut dan akhirnya aku mengajak anak-anak untuk berkeliling Lembang dengan menggunakan transportasi tradisional tersebut, ternyata Delman di sini masih banyak berfungsi karena masih banyaknya tempat tempat peternakan, pemeliharaan dan pelatihan kuda disini.

Saat menaiki delman untuk putar-putar desa kayu ambon
begitu juga dengan kebun sayur-mayur, di mana saya sempat melihat seorang Bapak melakukan panen kol dan selada air. Di kawasan ini juga bisa kita lihat petani tanaman hias dan juga kelinci, termasuk di tempat kami tinggal yang merupakan petani kaktus dan peternak kelinci sebagai usaha sampingan berkebun di ladang. Dengan kontur tanah yang menanjak dan mnurun melihat keindahaan lembang cukup menguras tenaga dan membakar kalori tapi semua itu terbayar dengan keindahan alamnya.





Lembang, Desa Kayu Ambon, 0211, Dodi NP