Showing posts with label Banyuasin. Show all posts
Showing posts with label Banyuasin. Show all posts

Wednesday, 6 October 2021

Bermain Di Agrowisata Di Kebun Jeruk H.Ibrahim Pangkalan Benteng


Setelah menyeleusuri peta berdasarkan google maps akhirnya kamipun sampai ke agrowisata kebun jeruk H.Ibrahim di kawasan Pangkalan Benteng, Banyuasin. Dengan waktu tempuh lebih kurang 10 menit-an, dari daerah simpang rimbo, pankalaan benteng, kawasan yang sedang marak pembangunan  perumahan ini, ternyata tidak meninggalkan industri agro wisatanya sejak di tetapkan pada tahun 2020 melalui SK bupati banyuasin tentang penetapan desa wisata.

Setiba di kawasan agro wisata kebun jeruk ini memang banyak terlihat pohon jeruk yang terhampar di mana di antara pohon-pohon tersebut terdapat buah jeruk yang masih belum terlalu matang, dengan ticket 5 ribu Rupiah per orang atau pun membeli jeruk yang di bandrol 20 ribu Rupiah per kilo, kita bisa menikmati hamparan kebun jeruk H. Ibrahium ini.  Walaupun dengan fasilitas seadanya, kebun jeruk ini selalu buka, tapi di saran kan untuk bersama teman atau keluarga karena memang kawasan di sini masih belum banyak di diami jadi masih terkesan sepi, Adek, ak Wafi dan Ak Ucup pun langsung menaiki batang jeruk yang terletak tidak jauh dari pintu masuk kebun jeruk tersebut,  dengan jeruk yang kondisinya belum matang membuat kami hanya menikmati sejuknya udara dan rimbunya kebun jeruk ini.
Selain dari kebun jeruk ini yang di tetapkan sebagai kawasan/desa wisata ada beberapa tempat lagi di kawasan pangkalan benteng yang juga ikut di tetapkan sebagai desa/kawsan wisata seperti : wisata buatan (Sriwijaya floating market ), wisata air parameswara, wisata agro pangkalan benteng ( Pondok Adano). Tetapi saat menyelusuri di google maps sriwijaya floating market dan wisata air parameswara tidak ku temukan justu yang ada agrowisata benteng 89 dan agrowisata kebun bunga pangkalan benteng, apakah kedua tempat tersebut menjadi bagaian dari kawasan wisata air parameswara ...entahlah.

Tidak terlalu lama kami menikmati agrowisata kebun jeruk ini, karena hari sudah menjelang sore dan juga kondisi di agrowisata ini tidak memungkinkan untuk berlama-lama, kalau saja kawasan wisata ini bisa lebih "terurus" dan di lengkapi segala fasilitasnya, kemungkinan akan banyak para pelancong dan pendatang untuk menikmati kawasan ini.

Jeruk seberat 2 kilo sudah ada di tangan kami,  walaupun kulitnya masih terasa keras seperti jeruk yang belum sepenuhnya matang, tetapi kawasan pangkalan benteng ini bisa menjadi salah satu alternatif ke depan untuk menggantikan intenerary yang tertunda untuk berwisata ke luar kota bersama keluarga, selain murah dan meriah tempatnya juga tidak jauh dari rumah walaupun sudah berbeda kota.

Sunday, 2 July 2017

Gasing Waterbay, Wisata Petualangan Di Daerah Gasing, Banyuasin

Di perumahaan dengan nuansa Nusa Tenggara Barat
Wahana wisata alam  yang satu ini terletak cukup jauh dari kota palembang karena sudah terletak kawasan kabupaten Banyuasin, dengan jarak +/- 24 km dengan waktu tempuh +/- 45 menit, atau +/- 20 menit dari bandara SMB II Palembang.

Dengan ticket masuk sebesar 35 ribu per orang, tiket tersebut bisa di tukar dengan permainan memanah atau permainan flying fox, banyak juga wahana lain, seperti gapura Bali, rumah-rumah etnik Nusa Tenggara Barat, permainan halang ringtang, trampolin, ATV dan memancing di kolam waterbay.

Mobil kupun ku arahkan ke Jalan Tanjung Api-Api dengan tujuan Gasing Waterbay, karena berdasarkan informasi yang ku terima kawasan ini banyak menjadi foto-foto di media sosial, terakhir saja putri Sumsel pun salah satu tempat pelatihannya pun adalah kawasan ini.


Posisi tepatnya adalah sebelum jembatan Gasing, tepat di kiri sebelum SPBU atau di samping karaoke Cleopatra, ada jalan tanah dengan gerbang seadannya  yang tidak memberikan informasi kalau di lokasi merupakan wahana wisata gasing waterbay.

Kalau di telusuri lebih lanjut, sepertinya tempat ini merupakan proyek perumahaan yang sebagiannya di rombak ulang menjadi tempat wisata, telihat beberapa bangunan rumah baik yang sudah jadi ataupun yang masih setengah jadi.

Kakak, ayuk dan adek pun mencoba permainan yang ada, ticket pun di tukar menjadi permainan Flying Fox oleh kakak dan adek sedangkan ayuk mencoba permainan panahan di antara derasnya angin yang bertiup.

Permainan bola air pun tak luput di coba oleh mereka bertiga, seru sih tapi susah bernafas kata adek yang membuat dia cemas. Bunda dan ayah menjadi penonton yang baik sambil menikmati alam yang ada di kawasan gasing waterbay ini.

Hasil tukar ticket masuk, bisa memanah atau flying fox
River Ball
Explorer & Adventure

Maaf, Bukan di Bali 

Olah raga yang extrim serahkan ke Kakak
Satu yang menjadi kendala di wahana wisata alam Gasing waterbay ini adalah masalah transport karena tidak ada sejenis angkutan umum yang melintas di kawasan ini karena memang jaraknya yang jauh dari kota, sehingga para pengunjung harus mempersiapkan kendaraan jika akan pergi kesana baik R4 ataupun R2. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dari pengelolah, misal melakukan kerjasama dengan pihak angkutan seperti Damri atau angkot lainnya agar jalur ini bisa menjadi jalur yang bisa di manfaat kan untuk wisata alam Gasing Bau