Showing posts with label Palembang. Show all posts
Showing posts with label Palembang. Show all posts

Wednesday, 1 January 2020

Liburan Awal Tahun, Kami Di Sini Saja


Selepas liburan dari kota Lampung kemarin, kami pun melakukan aktivitas seperti biasa di sela-sela  anak-anak yang masih beberapa hari lagi mengakhiri liburannya, tahun barupun kami hanya berdiam di rumah saja tanpa kegiatan, pagi tadi kami sempat ke kawasan talang jambe untuk bersih-bersih rumah di sana yang sudah lama tidak di kunjungi dan sebelum bada zuhur kamipun sudah kembali lagi kerumah.

"yah, ayuk besok mulai masuk sekolah " kata ayuk sembari menunjukan wa di hpnya
"Jadi kenapa ?"tanyaku
"Hari ini kita  jalan-jalanlah mumpung libur" kata ayuk lagi
"Macet yuk, tempat wisata biasanya juga penuh kalau hari ini"jawabku

Karena berdasarkan pengalaman dari beberapa tahun ini macet dan membeludaknya pengunjung di pusat perbelanjaan dan tempat wisata pasti mewarnai hari di awal tahun ini, termasuk punti kayu, jakabaring, PS Mall, Palembang Icon, PTC  dan lainnya.


Menyusuri jalanan kota ini memang tampak sepi, tetapi saat melintas di taman wisata alam punti kayu tampak antrian kendaraan mengular sampai ke jalan raya sebelum memasuki objek wisata tersebut, tujuan kami saat ini adalah PS Mall selain enak untuk cuci mata dan nongkrong, di mall ini juga banyak wahana permainan untuk anak.

Setelah menuju parkiran akhirnya prediksi ku benar kalau penumpukan kendaraan dan macet terjadi, lebih dari 30 menit akhirnya kami bisa bebas dari jalan menuju tempat parkir, itupun dengan memutar melalui jalan lain, tanda parkir penuh tampak di pasang di areal mall yang memang saat itu sedang padat dengan pengunjung. Begitupun mall-mall lainya yang kami lihat mengalami ledakan pengunjung pada awal tahun ini.

"Macet kan.... jadi bagaimana ?"tanyaku 
"Cari tempat lainlah ya...."kata ayuk

Sambil berpikir kemana tempat yang tidak terlalu ramai saat hari libur seperti ini.
"kalau ke IP saja bagaimana yuk ..?"tanyakku, ayuk yang hanya mengganguk kecil terapi justru adek dan kakak yang semangat
"Iya.. yah ke IP saja.. bisa main bom-bom car"kata kakak dan adek
"Mudah-mudahan nggak macet"kata bunda


Akupun mengarahkan kendaraan ke arah IP,  ayuk yang sedari tadi diam entah apa yang di pikirkannya. ternyata parkiran mall ini cukup ramai juga walaupun begitu tidak seperti mall sebelumnya yang antrinya kebangetan.

Kakak dan adek segera berlari menuju ke tangga berjalan, satu persatu tangga berjalan kami lalui  akhirnya kamipun tiba di arena permainan bom-bom car yang ternyata kalau sore hari lumayan rame tidak seperti pada pagi hari seperti kunjungan kami pada beberapa bulan yang lalu. (Baca : Bom Bom Car IP, Mainan Jadul Yang Tetap Di Rindu).

Setelah membeli koin kamipun harus antri dengan pengunjung lainnya agar dapat menikmati permainan di wahana ini, dengan koin plastik yang ada di genggaman, ayuk mulai nampak antusias untuk bermain permainan ini.

Mobil yang di kendarai di lantai berplat besi, berbelok kiri dan kanan terkadang bertabrakan satu dengan lainnya, walaupun bom bom carnya hanya 4 yang masih bisa di pergunakan tapi lumaya untuk, ayuk, kakak dan adek tampak semangat, bergantian mengendarai mobil mainan tersebut tetapi saat ayah akan mencoba mobil mainan tersebut ternyata dapat yang "kura-Kura", di mana sudah tidak bisa berjalan cepat lagi, padahal petugas nya sudah bilang kalau bom bom car nya lambat. Setelah melalui beberapa kali permainan, akhirnya kamipun menyudahi hari ini, es cream yang terletak tepat di depan bisokop 21 menyita perhatian kami untuk mengakhiri liburan tahun yang baru ini.


Sunday, 22 December 2019

Jelajah Wisata Bersama Keluarga Besar Ke Kota Tapis


Persiapan ticket pulang dan pergi sudah di selesai, hotel dan rental kendaraan pun sudah selesai tinggal menikmati keberangkatan hari ini, dengan transportasi masal kereta api rajabasa jurusan tanjung karang, Ticket kereta sudah kupesan sebanyak 24 seat walaupun yang berangkat hanya 22 orang karena bapaknya Zaki ada pekerjaan yang tidak dapat di tinggalkan sehingga tidak memungkinkan untuk ikut liburan bersama.

Dengan menggunakan pakaian terbaik anak-anak, keriuhan anak-anak pun tidak bisa di cegah, yang berlari ke sana ke mari, ada yang berkelahi ada yang tiduran di lantai stasiun, kami sendiri bisa bernafas lega saat jalan yang di lalui oleh mobil yang mengantar kami tidak lagi macet di mana pada malam hari sebelumnya di penuhi kendaraan yang informasinya macet berawal dari daerah Serong yang imbasnya sampai ke jalan baypas terminal KM 12 dan terus meng ular sampai ke jalan Sukarno Hatta.


Kamipun berkumpul di sisi pintu masuk ruang boarding pass, karena masih harus menunggu ujuk yang masih berada di perjalanan, keriuhan anak-anak semakin menjadi malahan ada yang bermain dengan pintu putar dan trolly barang. Acik mimin serta keluarganya yang baru datang dari pulau bangka pun ikut mengantar kepergian kami.

Lumayan banyak barang yang kami bawa kali ini karena memang ada 6 keluarga yang menjadi satu paket liburan, hotelpun sudah di pesan 7 kamar untuk rombongan kali ini, sejujurnya baru kali ini saya mengatur jadwal perjalanan untuk jumlah yang sebesar ini, sehingga banyak ilmu baru yang di dapat seperti sempat ke kantor KAI Divre III untuk pemesanan rombongan, atau hal yang lainnya yang muncul secara tidak terduga sehingga menambah pengalaman kami, karena selama ini saya hanya mengatur untuk akomodasi, transprortasi, penginapan hanya untuk keluarga sendiri.


Saat pengeras suara sudah memanggil para penumpang untuk segera naik ke atas kereta ke sekian kalinya, kami masih menunggu rombongan kami yang belum datang, karena di jadwalnya sendiri kereta akan berangkat pada pukul 8:30 tepat.

Ticket segera ku bagikan ke masing-masing kepala keluarga agar bisa segera masuk untuk melakukan boarding ticketnya, anak-anak yang sudah tidak sabar untuk naik kereta mulai berebutan untuk masuk ke ruang tunggu beruntung ada petugas yang berseragam yang ikut mengatur anak-anak tersebut.

Saat masuk mereka pun berhamburan ke ruang tunggu tepatnya menuju permainan anak-anak, setelah semuanya masuk semua akhirnya ujukpun tiba dengan keluarga kecilnya, kamipun segera menuju ruang boarding dan memberikan ticket kereta tersebut kepada petugas.

Semoga liburan kali ini membawa kebahagian bagi kami, liburan keluarga besar dengan beragam keinginan dan kemauan masing-masing.

Tuesday, 13 August 2019

Dhinisa Journey & Tour 3 Kota

Bunda & "Three Musketeers" lagi berpose di pintu keberangkatan stasiun

Selasa, 13 Agustsus 2019 (Hari ke -1)

"Cepat yah.... Cepat bunda nanti terlambat" Teriak adek ketika wawak depan rumah sudah mengeluarkan mobil untuk memanaskan mesin, karena pada malam sebelumnya memang kami yang meminta wawak (tetangga di depan rumah), untuk mengantar kami ke stasiun Kertapati.

Semalam bunda tidur hampir pukul 2 pagi karena masih mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa di acara keluarga di Yogyakarta, dari packing pakaian, perlengkapan mandi, obat-obatan dan lainnya, apalagi "three Musketeers", dalam formasi lengkap " Ayuk+kakak+adek".

Pukul 6:30 kami berpamitan kepada tetangga sekalian titip-titip termasuk "belly- si anggora" Yang lagi hamil tua, yang mungkin tidak akan lama lagi akan melahirkan ( semoga saja dia tidak melahirkan saat kami ada di Jawa).

Jalan yang cukup lengang karena sebagian sekolah masih diliburkan karena lebaran Idul Adha, tidak perlu memakan waktu lama akhirnya kami sampai ke stasiun Kertapati, Untuk perjalanan kali ini kami menggunakan angkutan publik kereta api Ekonomi Rajabasa S7 tujuan Palembang- Tanjung Karang, dengan waktu tempuh +/- 9 jam 45 menit, yang akan berangkat pada pukul 8:30 dan estimasi kedatangan pada pukul 18.15 sore harinya.

Suasana di Stasiun Kertapati
Untuk keberangkatan menggunakan kereta api Rajabasa ini sudah sangat familiar bagi keluarga kami karena sudah lumayan sering digunakan jika akan ke Lampung atau Jawa, di karenakan harga ticket yang ekonomis, layanan kereta lebih baik, ketepatan waktu, keamanan yang baik , safety yang memadai dan beberapa nilai plus lainnya pada si ular besi. . Untuk keberangkatan kali ini kami memesan 6 tempat duduk selain biar lebih nyaman untuk adek dan kakak yang tidak bisa diam.

Setelah melakukan boarding, kamipun memasuki ruang tunggu ternyata banyak juga perubahan pada ruang tunggu di stasiun Kertapati ini, ada khusus "spot selfie" Bagi penumpang seperti foto presiden Jokowi, berfoto di lokomotif kereta ataupun di maskot Asian Games 2018, ada juga ruang permainan anak-anak bagi penumpang yang memiliki anak kecil.


Berdasarkan sejarah yang saya baca bahwa stasiun Kertapati ini ada sejak di bukanya jalur kereta api Prabumulih-Kertapati oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS), divisi dari Staatsspoorwegen (SS) yang diresmikan pada tanggal 1 November 1915, di mana sebelumnya daerah Lampung sudah di bangun telebih dahulu jalur kereta sejak tahun 1911 sampai dengan peresmian di tahun 1914, dan jalur ini  akhirnya dapat  tersembung penuh dengan rel jalur Palembang pada tanggal 22 Februari 1927 dengan di tandai peresmian segmen ke arah Balambangan Umpuh oleh pejabat taatsspoorwegen (SS).

Dengan membangun Lebar sepur 1.067 mm yang di gunakan untuk jalur Palembang-Lampung ini, ZSS berhasil membangun jalur kereta api ini sejauh 529 kilometer. Karena kesuksesan inilah menginspirasi perusahaan ini untuk menyusun rencana agar seluruh wilayah Sumatra dapat terhubung dengan rel kereta api, tetapi hal ini mengalami kegagalan karena adanya  depresi besar ekonomi yang terjadi di akhir dekade 1920-an.

Kakak & Kopernya
Tepat pukul 08:30 kereta Rajabasa di spur 10 ini bergerak meninggalkan kota ini, semboyan 41 sudah di tiup oleh PPKA yang di susul oleh semboyan 35 oleh si Rajabasa S7 ini, terkadang membayangkan kalau saja ada kereta api yang terhubung langsung ke seluruh tempat di Indonesia baik ke Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan tempat-tempat lainnya yang ada di Indonesia mungkin kami salah satu orang yang pertama kali mencoba sarana transportasi tersebut, yang tidak perlu lagi susah-sudah untuk berpindah ke angkutan lainnya, tinggal duduk manis dan sampai ke tujuan.

Ayah, Kakak & Bunda
Dan untuk keberangkatan esok hari dari Jakarta (Stasiun Senen) menuju ke Yogyakarta ( Stasiun Lempuyangan) kami juga akan menggunakan kereta api Gaya Baru Malam Selatan 174, yang berangkat pada 10.15 melalui Stasiun Pasar Senen.

Walaupun saat ini kami masih terkendala di angkutan damri karena permasalah pada aplikasi damri apss menyebabkan kami tidak bisa melakukan booking online, mudah-mudahan masih ada ticket tersisa untuk kami di loket damri Tanjung karang nanti.

Ayuk & Adek




Lokasi Stasiun Kertapati :

Sunday, 3 February 2019

Mahalnya Melayang di Udara, Menapaki Jalan Menuju Jawa


Setelah berkali-kali cek harga ticket pesawat yang sudah tidak menarik... Dari online atau offline juga sama-sama "mehong". Maka setelah rapat paripurna dengan istri makan di putuskan untuk menggunakan angkutan umum bus, padahal sudah dari tahun 2011 nggak pernah lagi naik bus dari palembang.

Hari minggu akhir Januari 2019, meluncurlah kami ke pool ticket PO. Laju Prima yang terletak di Jalan Soekarno Hatta KM 10.

" Mbak... ticket busnya 3 ke merak " Kata bunda
"Ada bu, harganya 230 ribu berangkat jam satu siang" Kata mbak loketnya
"Untuk anak ini kena ticket nggak mbak" Kata istri saya sambil menunjuk ke adek
"Umurnya ?" Tanya embak nya lagi
"6, 5 tahun" Kata bunda
"Kalau berdasarkan peraturan harus bayar ticket penuh bu" Jawab mbaknya

Tapi bunda kekeuh agar bisa beli 3 ticket saja, akhir nya ada pak H. Syukur sebagai pengelolah pool Laju Prima di Jalan Soekarno Hatta membolehkan dengan catatan kalau mobil penuh anak harus di pangku. Lumayan brooo, hemat 1 ticket... terima kasih pak H. Syukur ...sampai jumpa Minggu Depan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 03 Februari 2019 (Hari Ke-1)

Kakak, adek dan bunda
Tepat minggu 03 Februari 2019 saat mau brangkat, koper dan barang-brang sudah dikeluarkan karena taxi online sudah datang menjemput, saat mau mencari “Belly - kucing anggora" biar bisa kita titip ke tetangga di depan rumah kami justru tidak bisa menemukan nya, di cari di tempat dia biasa tidur, di bawah lemari, di bawah ranjang juga nggak ada, karena memang kucing tersebut bersuara pada saat lapar saja, setelah agak lama dan sudah di cari kemana-mana tetapi si Beli nggak ketemu juga.

“Biarin yah.... kan kunci di titip di sebelah, kalau si Belly terkurung di rumah bisa di buka.. dan di kasih ke wawak depan”kata istriku

Kucing Belly ini awalnya adalah kucing kami tetapi tetangga sebelah sangat ingin memelihara akhirnya mereka yang pelihara tetapi karena cucunya kena asma yang katanya salah satu pencetusnya adalah kucing maka kucing tersebut di kembalikan lagi ke kami.

"Haloo... Pak di mana posisi dari loket laju prima " Tanya mbak loketnya
"Masih di rumah mbak.. Lagi tunggu mobil" Jawabku yg masih menunggu grab car bonus 1 rupiah.
"Jangan telat ya pak.. Kita berangkat jam 13:00 tepat ya" Seru mbak loketnya
"Iya.. mbak" jawabku yang saat itu masih menunggu taxi online yang menuju rumahku.
Tak lama berselang ........
"Haloo.. Di mana pak..? " Tanya mbak loketnya agak ketus, jam di tangan saat itu sudah menunjukan pukul 13:30 wib.

"Iya mbak sudah di jalan" Jawabku
"Cepat pak ya" Serunya lagi
"Ok mbak" Jawabku
"Mas, bisa agak ngebut sedikit nggak... Krn sdh di tunggu? " Tanya ku ke driver bintang 5 GrabCar.
"Siap pak" Jawab driver 

Tepat pukul 13:00 wib kami sampai ke loket, dengan wajah agak cemberut mbaknya menyuruh kami langsung naik setelah memberikan koper dan ransel kami ke kenek mobil yang ketahuan akan bermasalah pada saat sampai di anyer. Selama perjalanan perjalanan di hiasi hujan terutama setelah lewat dari tol indralaya. adek dan kakak tidak berhenti berceloteh, main game di tablet yang ataupun makan camilan yg sudah kami bawa dari rumah, walaupun ada kisah mistis yang di alami oleh kakak

Saat bus singgah di rumah makan pagi sore Teluk Gelam
Bus terus bergerak berhenti di RM pagi sore teluk gelam, di sini kami bertemu dengan Mama dan cicik (Adik kandung Nyai & Sepupunya Nyai ) yang berangkat juga tetapi menggunakan bus Pahala kencana. Setelah tidak terlalu lama beristirahat di RM Pagi Sore maka bus kembali bergerak menyusuri jalan dan sepanjang jalan di temani dengan guyuran hujan deras, Saat itulah saat kakak melihat jalan dan ia sempat berteriak.

"Kenapa kak? " Tanyaku kepada kakak
"Ada cewek baju putih nyebrang yah.... Tapi saat hampir tertabrak bus dia hilang" Jawabnya, 

Memang pada saat berangkat bundanya, kakak Safira dan adek Azam duduk di 2 bangku yg sama, sedangkan saya duduk duduk di samping kursinya. Saat malam pidahlah duduk kakak yg duduk bersamaku. 

Saat kakak mau tidur dia kembali berteriak kecil. "Kenapa kak? " Tanyaku lagi
Kakak & adek saat di rumah makan begadang jaya 3 Lampung
"Cewek yg nyebrang tadi ngintip di balik jendela yah" Jawabnya lugu,

jawabannya membuatku sedikit terkejut. Akhirnya kutenangkan dia dan kusuruh berdoa sebelum tidur. Pada sekitar pukul 03 pagi bus kembali berhenti di RM Begadang Jaya 3, di daerah Bandar Jaya di sini kami hanya minum teh hangat dan kopi susu hangat, anak-anakpun memesan popmie sebagai ganjal perut mereka, karena kalau beli di atas kapal ferry biasanya harga akan lebih mahal.