Showing posts with label Goresan Kata. Show all posts
Showing posts with label Goresan Kata. Show all posts

Sunday, 17 May 2026

Car Free Day Palembang 17 Mei 2026


Hari ini mencoba mengunjungi kegiatan car free day yang setiap minggu di laksanakan seperti yang saya lihat di salah satu medsos tentang jadwal car free day Palembang termasuk kantong parkir kendaraan, kamipun berangkat dari rumah jam 5:30 pagi setelah selesai kegiatan masjid karena pada Ahad pagi di selenggarakan cawisan (ceramah agama) di masjid tempat ku tinggal.

Akhirnya kamipun berangkat sekitar 30 menit akhirnya kami sampai ke aeal majid Agung Sultan Badaruddin Jayo Wikramo atau orang Palembang sering menyebutnya sebagai masjid agung saja, ku parkirkan mobilku di jalan di samping masjid yang memang di sediakan sebagai salah satu kantong parkir selain di halaman masjid agung dan beberapa tempat lainnya, sudah tampak banyak orang yang berkumpul di sana ada yang berjalan kaki dengan kostum olahraganya ada juga yang bersepedah atau ada juga yang berdandan rapi mungkin sekedar cuci mata sekaian membuat konten.

Kegiatan yang sudah di resmikan pertama kali pada tanggal 12 April 2026 mendapatkan antusias masyarakat terlihat banyak masyarakat memenuhi kawasan air mancur, jembatan Ampera sampai di jalanan sudirman sampai ke arah pasar cinde, kami bertiga menyelusuri keramaian yang ada, dan ada yang menarik pada hari ini ada kegiatan Damkar kota Palembang yang membuat flying fox dari atas mobil pemadam kebakaran meluncur kebawah yang lumayan jauh, dan ternyata peminatnya membeludak antrian sampai mengular tetapi permainan ini di khususkan untuk anak-anak saja bukan orang dewasa dan gratis, ada juga petugas yang mengarahkan anak-anak dan orang tuanya yang mau berfoto di dalam mobil pemadam atau di depan mobil pemadam tersebut.

Disisi lain kami terus berjalan lagi tidak lupa ayuk membawa tumblernya yang berisi air es, terlihat komunitas sepedah ontel yang lagi berkumpul dan juga komunitas pelari kalcer Palembang yang juga ada di sana, dan terlihat juga para pemain roller blade yang merupakan salah satu club dari sekolah yang ada di Palembang.

Dari arah Jalan Sudirman tampak lengang hanya banyak orang yang berjalan kaki santai dan para pelari yang melakukan aktivitasnya tampak juga para juru foto membidikan kamera berlensa besar kepada para pengunjung di Car Free Day, massa banyak terkonsentrasi di seputaran air mancur dan jembatan Ampera karena terasa padatnya photo booth pun tersedia di sini untuk mengabadikan kenangan dengan background jembatan Ampera , jika di pikir memang masuk akal jarang-jarang bisa berfoto di tengah Jembatan Ampera seperti ini keculi saat seperti ini ataupun saat sholat ID Fitri atau adha yang merupakan salah satu kesempatannya, di lain ini kesempatannya kecil karena ramainya kendaraan yang melintas di jembatan ini.

Terlihat juga di Jalan Masjid Lama tampak booth kuliner tersedia di sana beragam makanan ada di sana walaupun terlihat masih ada penjual cilok yang berjualan di atas jembatan ampera sendiri padahal itu di larang karena sudah ada tempat yang di sediakan, makanan yang di tawarkan di sini kebanyakan makanan ringan untuk sarapan pagi dari makanan khas lokal seperti pempek, laksan, celimpungan atau makanan ala timur tengah seperti kebab dan bahkan makanan wrstern seperti zupa sup juga ada di sini.

Ternyata kegiatan CFD Palembang ini tidak terlalu lama yang terdiri dari 2 sesi yang pertama dari 5:30 sampai jam 08:00 pagi di lakukan dari bundaran air mancur sampai fly over jakabaring dan jam berikutnya pukul 08:00 sampai 09:00 dari bundaran air mancur sampai ke arah belokan pasar cinde, tetapi sama seperti kejadian di Car Free Night di Jalan Kolonel Atmo beberapa hari yang lalu sebelum jam menunjukan pukul selesai waktunya malahan ruas jalan ini sudah di buka untuk kendaraan sehingga teriakan para pengungjung pun berkumandang.

Semoga kegiatannya akan lebih di kebangkan lagi di isi dengan even-even yang berbedan dengan komunitas yang berbeda setiap minggunya, seperti di CFN lebih variatif dengan adanya cosply dan atraksi kebudayaan lainnya sedangkan di CFD ini justru sepi dan hanya terkesan jalan santai saja.


Tuesday, 12 May 2026

Thursday, 30 April 2026

Pelepasan & Wisuda Tahfiz Al-Quran SMA Muhammadiyah 6 Palembang

Pelepasan & Wisuda Tahfiz Al-Quran SMA Muhammadiyah 6 Palembang yang di laksanakan di ballroom hotel aryaduta Palembang, pada har ini di hadiri oleh para guru dan siswa.

" Dewasa itu bukan hanya bertambah usia atau berubah status dari siswa menjadi mahasiswa tetapi  mampu bertanggung jawab, mengelola emosi, ketenangan mental dan tahu dengan konsekuensi pilihan" - DNP


Sunday, 12 April 2026

Bulan Ke 6 Untuk Bunda


Engkau perempuan hebat dari tangannya lahir ketenangan
Dari lisannya lahir doa dan dari hatinnya tercipta rumah untuk kami
Didikan mu untuk generasim tidak main-main biar mereka tidak juara tapi mereka tahu adab,
Biar mereka biasa tapi tahu ahlak, dan tahu siapa tuhan mereka.
Dan itu terbukti sekarang Bund.... menjadikan mereka dengan hati dan jiwamu
Kami kangen bun.... kita bisa berjalan sepert dulu lagi berlima memulai langkah kecil kita untuk menyelusuri kota untuk menunjukan hal indah di dunia ini.
Tetapi sekarang engkau sudah terbang menjadi kupu-kupu cantik yang mengeliling taman-taman surga yang lebih indah dari dunia ini
.

Sunday, 5 April 2026

Saturday, 4 April 2026

Kembali ke Podok - Pondok yang sama, suasana yang sama tetapi personil yang berbeda

Hari ini liburan adek sudah usai saatnya menuntut ilmu di pondok lagi, liburan sudah usai setelah kurang lebih 25 hari adek libur lebaran sekaligus libur kenaikan kelas, karena di pondok nya agak sedikit berbeda karena kenaikan kelas di laksanakan setelah bulan Ramadhon sekaligus libur panjang, seluruh persiapanpun sudah di lakukan , setelah cukup istirahan setelah perjalanan jauh ke Bandung  kemarin membuat adek semangat lagi.

"Masih mau mondok dek.....?"Tanyaku
"masih yah.... lanjut" ucap adek sambil mengepalkan tangannya


Aku mengucap syukur karena beliau masih betah untuk belajar di pondok dengan segala keterbatasannya, bersama sepupunya sejak beberapa tahun yang lalu mereka menuntut ilmu di sini hanya fokus ke masalah pelajaran agama saja tidak ada pelajaran umumnya, bunda sendiri yang mengantar adek kesini untuk mendaftar di pondok pesantern ini.

Aku hanya bisa mensupport saja untuk pendidikan adek di sini kunjungan pun di batasi 2 bulan sekali untungnya kami masih bisa bertemu saat sholat Jumat karena para santri sholatnya di luar pondok berbaur dengan masyarakat sekitar pondok itupun hanya ku batasi 2 minggu sekali. Semoga tempaan hidup yang engkau rasakan dari sedini umur ini akan berbuah manis ke depannya engkau akan menjadi pribadi yang tanggu dan siap menghadapi gelombang kehidupan.

Istiqomah Dek

Congratulation Kakak

Dari sejak masuk pertengahan semester ke 2 pada kelas XII ini aku sempat di panggil ke seklolah atas nominasi kakak menjadi salah satu kandidat penerima jalur undangan dari PTN negeri, di sekolah kakak kami di jelaskan masalah bagaimana jalur undangan, mekanismenya, universitas mana saja, dan lain sebagainya tapi semuanya masih menunggu tes TKA (Test Kemampuan Akademik) yang menjadi acuan untuk di terima atau tidaknya di PTN yang di inginkan.

Akupun berdiskusi dengan kakak untuk memilih PTN yang di inginkan dan jurusan yang dia inginkan, cukup lama kakak berfikir sampai akhirnya memutuskan untuk memilih fakultas hukum dan juga Ilmu komunikasi, tapi untuk PTN sendiri kakak masih bingung menentukan antara Unsri atau UIN Raden Fatah, memang dari kelas X kakak merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan sampai kelas XII , hingga akhirnya hasil ujian TKA pun muncul dan kakak ternyata merupakan peraih nilai tertinggi di mata pelajaran geografi. Hingga akhirnya setelah batas waktu yang telah di tentukan akhirnya kakak memilih UIN Raden fatah sebagai universitas negeri pilihan dengan jurusan Ilmu Komunikasi dan Hukum, dan saat pengumuman ternyata kakak di terima di UIN Raden Fatah jurusan ilmu komunikasi, selamat kakak.






Friday, 3 April 2026

"Mukbang" Istilah Anak Sekarang


Hari ini kami berjadwa berkunjung ke tempat nenek sekalian pamitan adek karena mau balik ke pondok besok hari, kami sengaja berkunjung pagi biar tidak di sengat teriknya matahari karena sudah beberapa hari ini hari terasa panas menyengat suhu mampir di 34-35 derajat yang membuat keringat mengucur deras, Cukup lama kami singgah ke tempat nenek bercerita banyak sambil makan yang di sajikan nenek untuk kami, aku di besarkan di rumah ini sampai berumur sekitar 26 tahun akhirnya pindah sejak memiliki rumah sendiri yang jaraknya cukup jauh sekitar 18 km dari tempat kelahiranku ini.

Seafood tumpah
Akhirnya kamipun pamit ke nenek untuk pulang, tetapi saat di tengah jalan adek berkata;
“yah..... besok adek kan balik ke pondo... kalau kita makan seafood hari ini bagaimana’ ucap adek di dalam mobil
“oh.....” jawabku singkat wajar kalau tawaran makan siang dari nenek tadi mereka tolak ternyata sudah ada agenda lain.
“Yang ayah biasa makan di Veteran dek..... tapi itu malam kalau siang seperti ini ayah kurang tau” jawabku lagi.
“Coba cari yuk di mana tempat makan seafood yang ada” ujarku ke ayuk

Sambil browsing di hpnya tak lama berselang ayukpun bilang;
“Ini ada Yah di arah dempo depan hotel rio ... ada yang namanya palembang kepiting center” kata ayuk sambil menunjukan hpnya ke hadapaku.

Tanpa banyak cerita lagi akhirnya kamipun langsung menuju ke sana tinggal beberapa belokan lagi akhirnya kami sampai, setelah duduk kamipun memasan seafood tumpah yang viral saat ini di mana makannya tanpa menggunakan piring, nasi 5 piring dan minuman 4 gelas dan air mineral 2 botol.

Jujur ini kali pertama kami makan seperti ini belum pernah sebelumnya makan seafood yang di tumpahkan seperti ini, ada kerang darah, cumi, kepiting, kerang hijau, udang, jagung yang aku sendiri berfikir apakah ini bisa kami habiskan ber empat. Aroma khas seafood dan rasa pedas saus padang menambah selera makan tidak heran kalau nasi yang kami pesan tadi harus tambah 2 lagi, keringatan tanpa olahraga ya salah satunya gara-gara makan ini.

Setelah selesai sesuai dengan prediksi ku ternyata makanannya tidak habis mungkin tersisa sekitar 1 kilo termasuk sausnya yang mayoritas isinya adalah udang dan kerang, untungnya makanan tersebut dapat di bungkus dan di bawa pulang, dengan harga 485k harga yang pantas untuk pengalaman makan yang seaneh dan seenak ini.

Habis menyisakan kerang dan udang saja sedikit

Saturday, 28 March 2026

Bermain Di Playtopia Palembang Square


Hari ini ayuk, kakak dan adek menyiapkan diri untuk ke mall Palembang square untuk bermain di Playtopia Adventure, sebenarnya hal ini sudah di bicarakan saat liburan ke bandung kemarin jadi mumpung adek masih libur belajar dari pondoknya, ticketnya sediri di pesan di salah satu aplikasi online yang menyediakan ticket ke wahana ini.

Playtopia Adventure sendiri di Palembang Square Mall (PS Mall) adalah salah satu taman bermain indoor terbesar di Sumatra yang berlokasi di Lantai 2. Dibuka sejak Maret 2025 dengan harga ticket 158K , tempat ini menawarkan banyak wahanya seru untuk anak-anak dan dewasa. Selain di mall Palembang Square (PS) playtopia ini juga ada di Palembang Indah Mall (PIM) dan Palemban Icon (PI). Melihat foto-foto mereka yang di share di group keluarga dhinisa journey membuat hatiku senang uang bisa di cari tapi kesenangan mereka seperti ini tidak akan lama mereka makin dewasa dan juga akan menempuh jalan sendiri-sendiri, jadi mumpung mereka masih bersama nikmatilah kebersamaan ini.


Saturday, 21 March 2026

Idul Fitri 1447 H / 2026 Lebaran Perdana Tanpa Bunda

 

Sholat idul fitri di maje lis taklim Al-Mubtadi Sekojo sekalianmajelis taklim Al-Mubtadi Lr. Damai Lemabang

Kegiatan lebaran Idul fitri tahun ini seperti yang sudah sudah , bedanya untuk tahun ini kita mendatangi bunda di pusaranya baru berkunjung ke rumah keluarga yang lain, jarak yang di tempuh memang tidak jauh hanya kurang lebih 30-40 km tapi waktu tempuhnya itu bisa sampai 10-12 jam itulah tradisi umpak-umpakan atau tradisi sanjo di masyarakat Palembang yang datang saling berkunjung dari rumah ke rumah saudara atau tetangga, 

Ziarah ke kuburan bunda di TPU Kandang Kawat

kalau dahulu sanjo atau umpak-umpakan ini di iringi dengan tetabuhan dari bunyi reban dan di iringi dengan lantunan sholawat dan setiap rumah yang di kunjung pasti mendapatkan doa berkah, untuk masa sekarang tradisi seperti ini masih bisa terlihat di kampung-kampung etnis arab baik di area llir ataupun di hulu kota. Setelah selesai sholat hari raya dan bermaaf-maafan biasanya para penggiat tradisi umpak-umpakan ini akan berkumpul di suatu tempat dan menentukan memulai sanjo dari mana akan di mulai.

Ke tempat om pit di metah mata, untuk idul fitri yang pertama ini hanya beberapa rumah keluarga dekat yang kami kunjungi

Tetapi untuk masarakat yang sudah bercampur dan heterogen kegiatan sanjo menjadi hal yang biasa tanpa ada pembacaan doa di setiap rumah, malahan banyak anak-anak yang berharap THR sebagai penyemangat, tetapi konsepnya satu silaturahim agar rasa kekeluargaan tidak terputus.


 

Tuesday, 10 March 2026

Berbuka Diluar Pertama Kali Setelah Pulang Dari Pondok

Hari ini liburan adek di mulai dengan raport yang bertuliskan aksara arab gundul membuat ku hanya garut-garut kepala “Gimana bacanya” kata ku dalam hati saat melihat hasil nilai prestasi belajar selama 1 tahun ini

“Adek peringkat 10 yah” Ayuk berucap sambil menunjukan sesuatu kalimat yang aku tak bisa baca

Ayuk sendiri bisa membaca arab gundul karena dia pernah 3 tahun mengenyam pendidikan pondok pesantren di salah satu kota ini.

Aku hanya mengangguk saja, entahlah untuk saat ini aku hanya bisa percaya saja, ilmuku sendiri tidak sampe jauh ke sana. Suasana pondok tanpak riuh karena ramai para orang tua santri yang menjemput pulang anak-anak mereka, seperti tradisi tahunan bahwa pondok pesantren terutama tempat adek belajar liburnya pada saat bulan puasa saja sampai setelah lebaran baru kemudian di mulai lagi dengan tahun ajaran baru. Jadi mereka baru mulai belajar lagi di syawal setelah libur lebaran.

Seluruh barang di bereskan dari pakaian, buku-buku, perlengkapan mandi, perlengkapan makan dan lain sebagainya, karena nantinya asrama tempat mereka tinggal ini akan berubah tempat jadi tidak di tempat yang sama begitu juga dengan tempat tidur juga akan berubah, sudah beberapa tahun ini kami melakukan hal seperti ini pada saat liburan santri.

Mereka tampak senang yang terlihat dari raut wajah mereka tapi ada juga yang tampak gelisah karena menunggu orang tua yang akan menjemput tetapi tidak kunjung datang, yang tampak sedih ada santri yang memang tidak pulang dan harus berdiam di pondok biasanya santri yang sudah senior karena keterbatasan biaya dan juga karena jauhnya jarak untuk kembali kekampungnya, ingat dulu saat ayuk masih mondok kami menggunjungi temanya yang berada di pondok karena tidak bisa pulang saat lebaran karena tempat tinggalnya jauh di Batam tampak raut kesedihan karena harus berdiam di pondok sedangkan yang lain dapat berkumpul dengan orang tua.

Tapi di situlah mental mereka terbentuk Mental anak pondok pesantren umumnya terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, sabar, dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang kuat akibat lingkungan yang terstruktur dan jauh dari orang tua walaupun pada awalnya santri sering mengalami fase adaptasi yang sulit, seperti kecemasan, kesepian, atau perasaan tidak betah, terutama pada tahun pertama di pondok pesantren, yang memerlukan dukungan kuat dari orang tua.


Setelah sampai di rumah hal yang adik lakukan adalah tidur, entah seperti kurang saja tidur bagi adek entah hari ini selama di rumah sudah beberapa kali kulihat ia tertidur.

“Hari ini kita buka di luar saja yah” celetuk kakak
“Berbuka di mana kak ?”tanya ku
“Kalau di seafood atau KFC gimana ... dek?”tanyak kakak ke adek
“Terserah .... tapi pingin ke makan nasi padang saja sudah lama nggak makan itu soalnya”jawab adek

Akhirnya kuputuskan untuk berbuka di salah satu rumah makan padang yang terkenal di kawasan Jalan basuki rahmat, pukul 5:30 kami berangkat dari rumah dan benar saja ternyata setelah sampai di sana sudah ada meja yang di siapkan bagi pengunjung tinggal kami di arahkan untuk menuju meja yang mana.

Hari ini kami memenuhi keinginan adek dahulu setelah setahun bergelut dengan ketatnya pondok dan banyaknya hafalan ilmu maka nasi padang ini mudah-mudahan menjadi obat bagi adek untuk relaksasi jiwa, dan ternyata saat pulang kali ini ia sudah berani memakai motor entah belajar dari mana ia naik motor di pondok.