Mobilpun bergerak perlahan menyusuri jalanan lembang yang mulai memadat tujuan berikutnya dalah orchid forest cikole yang terletak kurang lebih 4,3 km dari TWA Tangkuban Perahu atau sekitar 14 menit dengan menggunakan kendaraan, dengan membayar 204k untuk masuk lokasi wisata ini, saat memasuki gerbang masuk bau khas batang pinus mulai menyeruak hidung di mana kondisi saat ini mulia mendung, bau khas hutan yang aku rasakan sama seperti saat memasuki TWA Punti Kayu yang ada di Palembang, tetapi yang ini sudah di kelola dan di rawat dengan baik sehingga menjadi objek wisata yang bisa di jual kepada pengunjung.
Orchid Forest Cikole Lembang berdiri sejak Agustus tahun 2017. Kawasan ini merupakan taman anggrek terluas di Indonesia yang berada di tengah Hutan lindung seluas 12 hektar. Selain itu terdapat sekitar 157 jenis Bunga Anggrek di kawasan ini.
Lokasinya berada di Genteng, Cikole, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Destinasi wisata ini lebih berfokus pada memperkenalkan dan membudidayakan berbagai tanaman anggrek dengan metode lokal maupun internasional.
Tanaman anggrek disini tidak hanya berasal dari Indonesia melainkan juga berasal dari negara lain seperti Venezuela, Argentina, Filipina, Peru, dan Amerika Serikat. dengan demikian varian Anggrek disini sangat beragam. (Sumber : labirutour.com)
Banyak tempat yang bisa kita kunjung di orchid forest cikole ini seperti ada pertunjukan hewan yang melibakan pengunjung, ada juga wahana memberi makan hewan dan juga wahana berfoto dengan hewan dan banyak lagi wahana yang berbayar, tetapi tidak sedikit spot foto yang bagus yang gratis di sediakan untuk para pengunjung.
Kami pun melakukan beberapa kegiatan saja seperti berfoto bersama hewan yang kami pilih adalah burung macau merah yang di kenakan tarif 20k/orang, begitu juga untuk memberi makan hewan di kenakan tarif yang sama.
Aku sempat berfikir kalau seandainya ada pihak swasta yang mengeloah TWA Punti Kayu seperti orchid forest cikole mungkin tempat tersebut akan ramai kembali seperti dulu tidak seperti saat ini tiket yang lumayan mahal tetapi tidak ada apa-apa untuk di lihat serasa buang-buang uang saja.
‘Yah ayuk tadi ketakutan di kejar domba” lapor kakak saat keluar dari wahan memberi makan hewan
“Iya kah.....” sambil aku menatap ayuk
Ayuk tidak menjawab hanya membetulkan jilbab nya tetapi foto yang di tangkap oleh kakak memperlihatkan ketakutan ayuk yang sesungguhnya.
Sebenarnya banyak wahanya yang bisa kami kunjungi di sini tetapi mengingat waktu sudah meninggi hari dan ada destinasi lain yang akan kita kunjung maka akhirnya perjaanan di orchid forest cikole ini harus berakhir, pati sebelum berangkat kita akan di antar kembali menggunaan angkot ke gerbang kedatangan dan ini gratis, saat turun mereka sempat-sempatnya membeli cilok di area parkiran.
No comments:
Post a Comment