Hari ke 3 kami berada di Bandung hari ini awal para pekerja masuk lagi di pekerjaanya setelah cuti bersama hari raya Idul Fitri 1447 H tidak heran kalau pagi ini lalu lalang di depan hotel banyak karyawan dengan seragamnya sedang menuju ke tempat kerja, pagi ini kami sarapan di tempat gerobak bubur bandung yang kemarin tetapi hari ini pesanan pada berubah menjadi nasi uduk semua karena kemari ayuk sempat berkomentar kalau jam 10 sudah mulai lapar lagi karena paginya hanya memakan bubur, dari pihak rental kemarin akupun sudah di kasih tau kalau hari ini nama drivernya A** dan akan membawa mobil new avanza.
Setelah selesai sarapan kamipun kembali ke hotel dan ternyata driver kendaraan rentalnya juga sudah menunggu, karena belum jam 8 akhirnya drivernya sembari menunggu pesanan pastry dan kopi dari cafe yang ada di bahwa hotel selesai, setelah selesai akhirnya kami berjalan menuju ke arah bandung selatan tepatnya untuk hari ini kami akan menuju ke kawasan kawah putih, setelah berdiskusi dengan drivernya maka ranca upas kami hapus dari list itenerary kami karena alasannya hanya sebatas memberi rusa makan saja tidak ada kegiatan lain kecuali kalau mau kegiatan berkemah.
Akhirnya kami menyelusuri jalan kembali lebih dari satu jam dan untuk ke arah ciwedey ini haru melalui tol pasir koja perajalanan kurang lebih 1,5 jam tanpa ada macet sama sekali karena mungkin libur sudah usai, berbeda dengan hari kemarin saat ke lembang masih terdapat titik macet di hari lburan terakhir para pekerja, setelah kurang lebih 1,5 jam akhirnya kami sampai di gerbang masuk kawah putih tempat mobil akan parkir, dan di sini ketentuannya harus menggunakan otang-anting atau angkutan angkot khusus untuk ke kawasan kawah putih, dengan membayar 270k untuk tiket masuk kami di sergap hujan kecil untung saja ayuk selalu membawa payung di ranselnya.
Suasana dingin sudah terasa sejak di parkiran mobi tadi informasi yang kudapatkan dari sopir otang-anting bahwa ke area kawah putih kurang lebih 6 km, dan ternyata benar semakin ke atas semakin dingin mulai menusuk tulang jalan yang berliku menambah ke heningan kawasan ini, sekitar kurang lebih 10 menitan akhirnya kami sampai di tempat pemberhentian ontang-anting di ke tinggian 2.400 mdpl hujan semakin deras para penyedia payung untuk di sewakan berebut menemui pengunjung untuk menawarkan payung dan jas hujan sekali pakainya, kamipun berhenti sebentar untuk berteduh sampai ayuk mengeluarkan payungnya yang setia menemaninya selama kuliah di mana benda tersebut selalu berada di dalam tasnya.
Tak lama hujan tidak sederas tadi tapi uniknya gerimisnya ini aku rasaan seperti butiran es yang jatuh dari ketinggian walaupun tidak seperti salju, dingin semakin mendekapku erat ternyata bukan aku saja tetapi adek juga sudah mulai menggigil tidak nyaman dengan kondisi dingin seperti itu sedangkan ayuk dan kakak tampaknya tidak ada masalah, bau belerang yang menyengat memberi tahu kami kalau lokasi kawah tersebut sangat dekat, beberapa kali aku bersin dan meminta ayuk untuk membeli masker padahal di hotel kami membawa masker tetapi kelupaan untuk di bawa, dengan harga 5k permasker akhirnya kami pun mulai memasuki kawasan kawah.
Gerbang yang eksotik dengan tangga yang menurun membuat dadaku sedikit sesak walaupun sudah menggunakan masker, dengan kaki yang belum hilang capeknya sejak kejadian di the great asia afrika kemaren membuat ku memaksakan untuk berjalan dan kaki yang kurasakan semakin capek padahal hanya beberpa anak tangga saja yang ku turuni tetapi rasanya seperti banyak beban.
Sesampai di bawah kabut masih menyelimuti kawasan kawah putih, gerimis tiada berhenti malahan semakin menjadi tiupan angin juga membuat dingin semakin menjadi dingin, kami menyempatkan untuk mengambil beberapa foto di lokasi wisatayang viral ini, banyak pengunjung lain juga melakukan hal yang sama , malahan ada yang sambil live.
Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang terletak di kaki Gunung Patuha. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Danau Kawah Putih sendiri berada pada ketinggian 2194 m tapi luas total Danau Kawah Putih 25 ha yang dipakai wisata 5 ha dan lokasi kawah sendiri 3 ha. Perairannya yang berwarna biru kristal berubah dengan kondisi cuaca, dan dilapisi dengan pasir putih halus, memberikan pengunjung pengalaman dunia lain. Bahkan vegetasi di sekitar area ini sangat berbeda dengan yang di bawah. (Sumber : wikipedia).
Tidak terlalu lama kami berada di sini karena udara yang tidak mendukung serasa sesak nafas ini, untuk panoramanya sendiri si sangat oke dan menarik, adik yang kulihat dari tadi menggigil menggunakan sweeter kepunyaan ayuk yang sudah di tutupkan di kepalanya biar tidak dingin gerimis pun sepertinya tidak mau pamit juga sampai kami menaiki ontang-anting kamipun masih di temani sang gerimis, sesampai di parkiran di bawah susana sudah berubah sedikit hangat bandros panas juga menjadi pilihan anak-anak untuk di makan di suasana yang dingin seperti ini, mungkin kurang dari jam 10 kami sudah meninggalkan kawah putih untuk menuju destinasi berikutnya.
No comments:
Post a Comment