Showing posts sorted by relevance for query bang karim. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query bang karim. Sort by date Show all posts

Saturday, 5 October 2019

Nostalgia Bersama Es Puter Bang Karim & Burgernya

Adek bersama burger & es puternya
Es puter Bang Karim, bukan merupakan nama baru untuk sajian kuliner di kota ini camilan yang terkenal dengan es puternya sudah ada sejak tahun 1990-an, yang awal mulanya hanya sebagai penjual es puter dan beberapa makanan khas kota Palembang, tetapi  seiring waktu terus berkembang  sampai bisa membuka beberapa cabang warung es puter lainnya di kota ini.

Setelah menghentikan laju kendaraan ku, kamipun mampir ke salah satu tempat makan di kawasan Simpang Sekojo yaitu di warung es puter bang Karim yang merupakan salah satu cabang dari warung es puter bang Karim. Sebenarnya ini bukan kali pertama bagi kami untuk bersantap di sini, tetapi untuk menjadi bahan tulisan di blog ini baru kali ini saya lakukan.

Tak lama duduk di kursi kayu panjang di dalam warung tersebut,
"Mau makan & minum apa pak ?"tanya penjualnya kepada ku
"ayo ..mau makan apa  " tanya ku ke mereka semua
" Adek burger & es puter .. yah"Kata adek
"Bunda Es doger" sahut bunda
"Ayuk ?" Tanyaku kembali
"Sama sepert adek yah" jawabnya


Setelah memesan tidak lama berselang makanan yang kami pesanpun akhirnya datang, cukup cepat karena saat itu di warung ini pun hanya ada beberapa meja yang terisi pengunjung.

Adek gembira saat burgernya datang dan langsung mencabuti seluruh sayuran yang ada di burger tersebut baik selada, mentimun dan tomatnya. Saat manis dan dinginnya es puter ini menerpa tenggorokan ku, rasa segar mulai kembali ke raga ini.

Teringat dulu saat masih di SMA di era tahun 1990, es puter bang karim ini menjadi salah satu tempat favorit untuk nongkrong yang terletak di kawasan Jl, Merdeka,  karena maklum saja saat itu belum ada mall yang ada di kota Palembang, begitupun tempat makan atau cafe, tempat nongkrong favorit saat itu hanya mie ayam Sarimulya, Pasaraya JM, Hero atau di martabak Har.

Saat itu di es puter bang Karim ini si isi hampir rata-rata anak-anak SMA karena merupakan tempat nongkrong yang asik, terutama yang sudah memiliki pacar.

Saat itu hanya beberapa jenis makanan saja yang di jual di warung ini selain es puter  seperti model, tekwan, pempek, tetapi saat ini sudah beragam jenis dari burger, seblak, es doger, es campur dan beberapa jenis makanan lainnya.

Walau saat ini banyak saingan dari kuliner sejenis ataupun produk yang berlabel es krim tidak menjadikan warung es puter ini sepi pengunjung, ada nostalgia dan kenangan tersendiri bagi anak-anak di era 1990-an untuk kembali mencicipi manisnya es puter mang karim ini.

Yang jadi pertanyaan di mana kakak yang tidak terlihat di foto ini ....?


Friday, 1 November 2019

Mencoba Mie Ayam Pangsit & Es Doger Bandung Bang Udi

Mie Ayam Pangsit Reguler,.. saat ambil fotonya jadi pangsit semua
Setelah ayuk pulang dari kegiatan berenang yang di adakan oleh sekolahnya, ayukpun mampir ke tempat ku bekerja, dengan muka lelah dan mengantuk tanpak jelas di paras ayuk hari ini.
"Lapar nggak yuk ?" tanyaku
"Lumayan lapar yah.."jawab ayuk
"Mau makan nasi atau yang bukan nasi ?" kata ku, karena di tempat ku bekerja banyak penjual kuliner yang lumayan enak dari pempek, nasi padang, mei ayam, bakso dan lainnya.
"Mie ayam saja yah kalau ada"ujar ayuk kembali

Kami pun menuju penjual kuliner yang tepat terletak di ujung bangunan ini, dulu tempat makan ini sangat terkenal dengan es puternya dengan mengusung merk Bang Udi merupakan kuliner yang cukup terkenal dan satu zaman dengan es puter Bang Karim.

Jika bang karim ekspansi produknya selain ke makanan khas Palembang juga makanan berbau westrn (Seperti burger) dan makanan lokal dari daerah lainnya seperti sebelak dan lainnya, sedangkan di bang udi sendiri lebih berjualan makanan lokal seperti bakso dan mie ayam selain makanan khas Palembang.


Kamipun memesan 2 mangkok mie ayam reguler tanpa bakso, es jeruk dan es doger bandung, rasa yang di tawarkan pun bisa di bilang enak dengan 12 ribu per mangkok tidak terlalu mahal sehingga banyak anak-anak sekolah putih abu-abu yang menjadikan tempat kuliner ini sebagai tempat makan mereka.

Manis es dogerpun sangat pas di lidah, dengan paduan biji delima, alpukat, tape, kacang merah dan serutan es yang halus membuat segar di tenggorokan. Mie ayam yang di sertai dengan 2 lembar pangsit sebagai teman mie ayamnya membuat rasa yang di hasilkan semakin berkesan, penambahan saus dan kecap manis membuat kita bisa menjadikan ingin seperti apa rasa mie ayam ini akan kita buat tergantung selera kita. Ayuk pun memuji bentuk mangkuk sebagai tempat mie ayam yang menurut ayuk seperti mangkok makanan jepang,

Es doger Bandung
Warung yang buka mulai pukul 10 pagi sampai pukul 6 Sore ini lumayan ramai dengan pengunjung, saat selesai santap malam kamipun membayar hanya sebesar 39 ribu untuk 2 mangkok mie ayam, es doger Bandung dan es jeruk. Dari keseluruhan makanan yang kami coba saat ini, kami memberi nilai 8/10, termasuk kebersihan tempat, pelayanan yang baik dan perlengkapan yang memadai.