Saturday, 26 June 2021

Terakhir Bubu Sekarang Momo & Toti


Kejadian lagi kalau kucing-kucing ini sangat menyukai sepatu safety bau ini, sepatu yang sudah lumayan lama tidak ku pakai sejak bubu sering tidur di dalamnya (baca : Si Bubu Dan Sepatu Bau ), anak-anak kucing ini yang merupakan kelahiran ke-3 si belly dimana kucing lakinya merupakan kuncing kampung yang sering bermain di teras rumah.

Jika malam menjelang mereka pasti akan naik ke rak sepatu, dimana sepatu safety bau tersebut berada dan langsung masuk kedalamnya, lucu juga saat melihatnya merekapun tidak mau bertukar tempat seperti tahu tempat masing-masing.

Ada satu saudara lagi kucing ini bernama Baba, tetapi tidak bisa memanjat di karenakan cacat di kaki nya di mana saat baru saja lahiran mampir di mangsa oleh kucing laki kampung yang sering bermain di teras rumah di mana mukanya mirip sekali dengan si baba, saat kucing laki itu menyerang si baba  aku ada di situ sehingga kucing laki tersebut dapat ku halau, walaupun seperti itu kaki belakang baba sempat tertembus taring kucing laki tersebut, begitu juga kaki depan sampai ke leher, ku kira baba akan pergi untuk selamanya saat itu tetapi ternyata tidak dia bisa bertahan hidup sampai saat ini, walaupun tidak si baba tidak bisa berdiri lama dan jatuh.

Friday, 25 June 2021

Seperti Ketiban Jaringan Runtuh

 

Aku di kejutkan saat tiba di rumah talang jambe ada lembaran brosur  yang tergeletak di lantai mengenai salah satu provider internet yang sedang mengembangkan jaringan di kota ini,  setelah ku baca akupun langsung menelpon nomor telpon yang tertera di dalam brosur tersebut, kapal lagi ada jarungan internet di sini, jangan jadi seperti di talang kelapa yang tidak ada slot jaringannya lagi. 

"Assalamualaikum mas, ini yang dari IC***** brosurnya sudah saya baca, memang sudah ada jaringan untuk wilayah perumahan sini" ? tanyaku.
"Sudah pak, 2 - 3 hari lagi akan di lakukan pemasangan jaringan, jika berminat langsung saya survey sekarang" jawab sales internet di ujung telpon.

Karena lokasi beliau sekarang memang tidak jauh dari rumah kami akhirnya beliapun langsung datang untuk melakukan survey dan pengisian data administrasi, termasuk ketepatan titik dari koordinat rumah yang bakal di pasang, melihat kondisi selama pandemi pada tahun yang lalu jaringan internet ini sangat kami butuhkan, untuk anak-anak belajar dan juga bisa menghemat kuota yang selama ini di beli untuk smartphone anak-anak.

Ternyata sekitar 2 hari berselang sales, memberitahu via wa tentang administrasi yang harus di bayar oleh konsumen dan keesokan harinya jaringan ini pun di pasang oleh pihak operator internet, lumayan cepat untuk kapasitas 20 mbps,  dengan 4 hp dan 2 laptop masih bisa berjalan normal.

Lain di talang jambe lain pula di talang kelapa modem ini yang menjadi sasaran ku di tambah dengan antena penguat, dengan paket dari salah satu provider internet yang ada di negeri ini, unlimited 2 mbps cukuplah untuk menyelesaikan tugas daring sekolah atau pun bersantai dengan membuka medsos, dan jaringan ini pun cukup kuat di gunakan pada laptop, Smart TV apalagi smartphone.

Untuk jaringan dari provider internet lainpun sudah pada penuh, sudah berulang-ulang mengajukan pemasangan tetapi di rumah ini selalu penuh, itupun harus mengmpulkan 10 orang biar bisa di tambah jaringan, sehingga solusinya beralih kepada modem portable seperti gambar di atas.

Mengapa tahun ini aku memprogram tahun untuk membuat jaringan di setiap rumah, biat tidak kejadian seperti tahun belakang tidak bisa mengerjakan tugas karena tidak memiliki jaringan internet, atau jaringan hp yang lemot, dan beragam alasan lainnya.

Karena tahun kemarin saja banyak tugas anak-anak yang tidak di kerjakan dengan maksimal, sehingga dengan adanya jaringan ini semoga alasan-alasan tahun lalu bisa berlalu, tugas bisa di selesaikan perhari dengan jaringan yang tersedia.

Seiring waktu ternyata jaringan ini juga sudah menjangkau TPQ Al-Kahfi, entah apakah ke depannya lembaga pendidikan ini akan di pasangi jaringan internet juga?, masih menimbang baik dan buruknya...???

Friday, 28 May 2021

Entah Sudah Beberapa Purnama..........


Entah terasa sudah lama sekali tidak menikmati suasana seperti ini sambil menikmati makan malam, kawasan yang kami pilih saat ini adalah salah satu tempat fast food yang terletak di pinggir sungai musi, dengan suasana yang terasa damai dan semilir angin yang berhembus pelan.

Ayuk yang bertugas memesan pun kembali ke meja dengan beberapa jenis makanan dan minuman, memang kali ini ayuk yang memesan versi dia, walaupun ada beberapa makanan yang agak terlambat datang di karena kan masih dalam proses pembuatan di bagian dapur.


Tidak harus menungu lama ternyata makanan tersebut sudah menjadi pengganjal perut kami di malam ini, lumayan ramai tempat yang kami pilih untuk malam ini karena bersebelahan dengan sungai musi, suara air, suara deru perahu ketek, ampera yang gagah menjadi pemandangan yang menemani kami malam ini.

Untuk beberapa saat kamipun mengurai kata sambil menghabiskan makanan dan minuman yang tersisa entah sudah beberapa purnama hal ini tidak kami lakukan, apalagi sejak adanya pandemi yang mewabah membuat kami lebih banyak untuk berdiam di rumah saja. Dari sini kulihat tampak purnama yang sebagian tertutup awan mulai muncul di atas ampera. 


Sang Purnama Di Atas Ampera


Berdiri di pelataran sungai musi ini membuat kedamaian sendiri, setelah menghabiskan seluruh makanan dan minuman kamipun keluar menuju pelataran di bagian belakang, sungai dan ampera merupakan hal yang tidak asing bagi penduduk kota ini.

Berjalan di suasana malam seperti ini memang sudah jarang kami lakukan , karena situasi saat ini yang bisa di bilang agak "menyeramkan", ternyata malam ini membuat kesan tersendiri bagi kami , beberapa kali kakak dan ayuk minta di foto dengan latar belakang sungai musi dan jembatan Ampera begitupun adek.

Purnama yang muncul di balik awan, menambah kesan indah pada malam ini, walaupun tidak seindah kondisi negeri ini yang sedang berduka.

Thursday, 27 May 2021

Kelahiran Ke-3 Si Belly


Sudah beberapa belly bolak balik masuk kedalam sofa di ruang tengah, di saat perutnya yang semakin membesar menandakan ia akan melahirkan dalam waktu dekat ini, dan benar apa yang kami sangka akhirnya belly pun melahirkan tepat di bawah sofa tempat dimana dulu ia pernah melahirkan cimon dan cemong.

Kalau sebelumnya si belly melahirkan 4 ekor anak, kali ini hanya yang di lahirkannya hanya ada 3 ekor yang di beri nama momo, toti dan baba, dan tragedi itupun terjadi saat ada kucing laki yang merupakan bapak dari anak-anak belly menyerang anak-anaknya yang baru di lahirkan sehingga akhirnya si baba harus menerima gigitan di kaki belakang sebelah kanan dan kaki depan sebelah kanan yang membuat si baba tidak bisa berdiri terlalu lama.

Dan yang membuat adek sedih sejak belly melahirkan cemong tidak pernah lagi pulang ke rumah, saat di perhatikan cemong sudah sibuk dengan dunianya dan kucing wanitanya, sepertinya ia sudah jadi "don juan" di lingkungannya yang baru sehingga tidak mau pulang lagi.