Monday, 23 March 2026

KM 0 sampai ke Alun-Alun Kota Bandung

KM 0 Bandung

Mobil yang kami tumpangi berjalan tersendat seperti tidak mau maju lagi macetnya lumayan sehingga tarif mobil yang seeharunya hanya 13K di getok menjadi 30K dengan alasan macet, tetapi setelah beberapa saat macet ini tidak kunjung terurai sehingga akupun memutuskan untuk jalan kaki yang kulihat dari google maps tidak terlalu jauh jarak tempuhnya.

Simpang Braga
Akhirnya kamipun turun tidak jauh dari tugu KM 0 yang terletak di kantor bina marga provinsi Jawa Barat yang terletak di jalan Asia Afrika Braga Bandung, pada tahun 2016 saat itu di iresmikan Gubernur Jabar Danny Setiawan. Tak hanya tugu, di tempat itu kini dibangun monumen mesin penggilingan (stoomwals ) kuno yang disertai sebuah batu prasasti sejarah. Tugu dan moumen ini didekasikan untuk rakyat priangan yang menjadi korban pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan.

Kami menyempatkan untuk berpose di tempat ini walaupun matahari sore mulai bersinar dengan hangat  tidak menyurutkan langkah kami untuk melanjutkan perjalanan ini.

Perjalanan terus kami lanjutkan karena jalan Asia Afrika ini tidak terlalu panjang dan di sepanjang jalan ini juga banyak di temukan hal-hal yang menarik bagi kami di mana memang salah satu tempat tongkrongan anak muda.

Banyak juga para cosplayer yang berdiri sambil berharap sedikit rupiah dari kebaikan para pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut, pocong, kuyang, wewe gombel, transformer, spiderman, batman, PUBG dan lain sebagainya. Dan para pengunjuang yang banyak meminta berfoto kepada para cosplayer tersebut dengan membayar sedikit uang.

Tak hanya itu para fotografer dadakan juga banyak bermunculan dengan menawarkan jasa foto kepada para pengunjung baik menggunakan kamera mereka sendiri ataupun menggunakan hp para pengunjung itu sendiri, hari ini lumayan ramain dengan suasana dan cuaca cerah yang sangat mendukung walaupun sore ini matahari sedikt terasa terik.

Perjalanan masih terus kami lanjutkan menyusuri aisa afrika sampai akhirnya kami sampai di alun-alun kota Bandung walaupun kecewa karena lokasinya di tutup untuk umum, sama seperti museum asia afrika  yang sudah habis jam bukanya sehingga kami tidak bisa berkunjung di sana.

Terlihar delman yang parkir di jalan samping alun-alun ada juga kegitaan foto menggunakan baju adat yang di sewa sama seperti di Jogja, beberapa jajanan kecilpun sempat kami cicipi sembari berjalan. 

Salah satu tempat kami berfose adalah di salah satu huruf yang bertuliskan alun-alun, sayang kami tidak menggunakan kamera DLSR hanya kamera hp biasa jadi hasil yang di hasilkan juga seadanya.

Di salah satu sisi trowongan Asia Afrika

Perjalanan pun kami lanjutkan kembali setelah melintasi di trowongan asia-afrika yang tertulis kutipan kata-kata dari M.A.W Brouwer yang merupakan seorang piskolog dan budayawan yang sangat mencintai Bandung dan kutipan kata-katanya yang terukir di trowongan JPO asia afrika ini berbunyi "Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum".

Dan satu lagi yaitu dari salah satu penyair dan sastrawan Indonesia Pidi Baiq yang terlenal dengan buku Dilan nya, kata-kata beliau tertulis di salah satu sisi dinding terowongan tersebut yang berbunyi "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang berserakan di sana".

Ternyata bukan hanya kami saja yang berpose di sana banyak para pengunjung yang bergantian bergaya dan berfose di spot foto ini. Lalu lalang mobil pun bukan menjadi kendala bagi para pengunjung untuk menikmati senja di kawasan asia afrika ini.

Perjalanan kami lanjutkan lagi akhirnya betemu dengan monumen asia afrika yang juga menjadi salah satu tempat yang ikonik untuk berfoto istilah anak sekarang ini adalah instagramable , akhirnya setelah beberapa saat kami berfoto-foto di sini kamipun melanjukan perjalanan lanjut sampai ke alun-alun kota bandung walaupun kami sedikit kecewa karena alun-alunya tidak di buka untuk umum

Monumen Asia Afrika

Kami sempat membeli beberapa makanan kecil untuk di makan sambil menyusuri jalan, anak-anak tanpak senang terutama dengan adek yang selama ini berkutat dengan pelajaran nya di pondok pesantern ini seperti menghiup udara yang berbeda tanpa pelajaran, tanpa hapalan dan tanpa aturan yang ketat.

Cimol
Akhirnya mereka merasakan makanan yang suka mereka beli selama ini langsung dari kotanya Cimol, Cireng, terutama buah straberry dan beberapa makanan lainnya mereka beli sebagai cemilan untuk sore ini tidak lupa es jeruk yang ikut menemani.

Akhirnya kami sampai di sampai di Jalan Alun-alun timur yang terletak tepat di samping alun-alun kota Bandung yang banyak terdapat delman dan penyewaan pakaian khas sunda, akhirnya petualangan pun berlanjut delman menjadi sasaran kami tahun 2011 kami pernah menaiki delman di daerah kayu Ambon Lembang dan sekarang kami akan menaiki dari pusat kota Bandung./

Jakarta Ke Bandung Bermodal 175K

Setelah sampai ke Cengkareng kamipun menuju ke tempat transportasi berikutnya yaitu Bus Damri yang ternyata keberangkatan ke Bandung pukul 11 siang, saat ini waktu menunjukan pukul 10 kurang sehingga lebih dari 1 jam kami harus menunggu, sehingga akupun mengajak mereka untuk menunggu di cafe solaria yang terletak tepat di seberang terminal bus damri tersebut.

Akhirnya tidak lama berselang makanan kami pun datang dengan lengkap, ada yang pesan nasi goreng dan ada yang pesan steak waktu makan yang sekalian menjadi makan siang karena berdasarkan jadwal di estimasikan akan sampai ke Bandung pada pukul 2 siang.

Pada awalnya kami ingin naik kereta cepat Whoos tapi karena mahalnya harga ticket dari Palembang halim sehingga rencana itu kami batalkan dan mengambil rute Palembang Cengkareng yang ticketnya lebih terjangkau.

Cafe Solaria ini lumaya ramai, memang sepertinya menjadi salah satu tempat transit bagi para penumpang sebelum melanjutkan perjalanan baik yang transit atau pun menggunakan mode kerata api, bus atau travel.

30 menit berlalu hidaangan yang tersaji sudah habis kami santap, akhirnya kami pun menunggu bus damri yang terletak tepat di sebrang dari cafe solaria ini, lumayan ramai penumpang pada hari ini dengan tujuan berbagai tempat.

Stasiun bus ini letaknya di terminal kedtangan 1B sedangkan saat kita turun di termnal 1F jadi berjalan beberapa  saat untuk sampai di lokasi ini, adapun untuk lokasi bus damri sebagi berikut ;

Terminal 1: Shelter berada di area 1B, dekat Kalayang. Setelah keluar dari area kedatangan, ikuti petunjuk menuju transportasi darat/bus.

Terminal 2: Berada di ujung Terminal 2F (arah kedatangan domestik/haji & umrah).

Terminal 3: Berada di area parkir bus/transportasi umum. Ikuti tanda petunjuk "Bus Umum" atau "DAMRI" di area kedatangan

 

Hi Ace Damri foto by https://infoekonomi.id/

Dengan akhirnya kami membeli 4 ticket dengan tujuan kebon kawung atau pemberhentian terakhir di pool damri area Bandung, harga ticketnya Rp.175.000,- per orang sehingga akupun membayar 700k untuk 4 orang.

Akhirnya setelah menunggu +/- 30 menit para penumpang dengan tujuan Bandung pun di panggil dengan pengeras suara, mobil Hi-Ace sudah menunggu di shelter, dengan driver yang berdasi tampak sigap mengatur barang penumpang.

Mobilpun bergerak perlahan menyusuri beberapa tempat untuk mengambil penumpang dari termilan 1 dia bergerak ke terminal 2 selanjutnya ke terminal 3 yang nota bene parkiran sekaligus merupakan jalan keluar kendaraan. Penumpang penuh di mobil ini hanya menyisakan 1 bangku kosong di bagian belakang.

Ayuk dan kakak duduk di kursi di baris ke 3 sedangkan aku dan adek di baris paling belakang, tetapi bangku kosong ini tidak begitu lama sekitar berjalan kurang lebih 30 menit naik lagi penumpang yang terakhir yang mengisi kekosongan bangku tersebut.

Kurang lebih 3 jam mobil melibas aspal menuju ke kota kembang , adek yang sudah beberapa kali tertidur dengan ngorong yang khasnya, di mobil ini ternyata di lingkapi dengan charger yang terletak di pegangan kursi dan sandaran penumpang sehingga tidak perlu takut untuk kehabisan batre selama perjalanan.

Sesampai di kota Bandung terlihat para penumpang satu persatu turun,
"Bapak ... Turun di mana " tanya sopirnya ramah kepada ku
"Kebon Kawung saja pak" jawabku singkat
"Tujuan nya ke mana ?"tanyanya lagi
"Hotel di lengkong besar Pak" jawabku
"Liburan atau acara keluarga pak ?"tanyanya lagi
"Liburan... kebetulan ajak anak-anak lagi liburan" jawabku

Akhirnya setelah berbicara dengan sopir tersebut bersedia mengantarkan kami ke hotel yang akan kami tempati, akupun sangat berterima kasih kepada sopir yang ramah tersebut

"Terima kasih banyak pak atas bantuannya" ucapku sambil memberikan tips kepada beliau
"Sama-sama"pak ucap beliau

Akhrnya kami sampai juga di hotel Asoka, di mana merupaan hotel budget yang memiliki family room dan letaknya strategis dekat dengan mini market, tempar makan, ATM, kampus Unpas, dan cafe Makmur Jaya Coffe Roaster letaknya ada persis di bawak kamar kami, sehingga tidak heran kalau aroma kopi dan pastry tercium wangi hingga ke kamar.

Aku melakukan booking kamar ini melalui aplikasi traveloka dengan rate yang menurutku lumayan untuk 5 hari menginapa dan memanfaatkan point treveloka sebagai diskon pembayaran akhirnya dengan berbagai pertimbangan hotel yang satu ini menjadi pilihan kami, walaupun bukan hotel berbintang tapi lumayan bersih baik dari kamar, kamar mandi dan juga sekitar hotel dan yang serunya jika cafenya sudah mulai buka maka akan terlihat para antrian penikmat kopi baik langsung ataupun melalui jasa ojek online.

Setelah meletakan barang-barang kami dan melepas lelah sebentar akhirnya kamipun menuju destinasi pertama kami.

Hotel Asoka Bandung Jl.Lengkong Besar

Perjalanan Perdana Tanpa Bunda

Bertiga sebelum memasuki pesawat

Setelah kepergian bunda beberapa bulan yang lalu akhirnya rencana perjalanan kamipun kami mulai pada hari ini dengan tujuan ke kota kembang Bandung, liburnya adik Azam dari pondok pesanternnya menambah lengkap perjalanan kami kali ini walapun ini perjalanan kami tanpa bunda setelah bunda berpulang.

Dari pukul 4 pagi hari kami semua sudah bangun semua barang yang sudah di persiapkan sudah kami cek satu persatu jangan sampai tertinggal begitu juga dengan seluruh hal yang ada di rumah juga di cek satu persatu seperti listrk, air PAM , tabung gas  dan lainnya yang di lepas semua di karenakan akan bepergian jauh, biasanya yang seperti ini adalah tugas bunda tetapi ayuk yang menggantikan tugas ini biar.

Ruang tunggu Bandara SMB II PLM
Penerbangan pagi ini merupakan penerbangan perdana mereka dengan jadwal 7:40 take off menggunakan pesawat city link, dengan di bantu oleh adik ku , beliau mengantar kami ke bandara pada pukul 6 di mana saat itu kondisi bandara sudah ramai 

Bagasi lumayan berat ini ternyata tidak terjadi over bagasi seperti yang kuperkirakan, tidak lama cek in yang di lakukan untuk kami ber empat untung saya membawa foto dari kartu keluarga sehingga memudahkan hal tersebut.

Banyak jemaah umroh yang terlihat juga menunggu di ruang tunggu pintu keberangkatan kami yang kupikir kami akan terbang di satu pesawat, ternyata benar hampir setengah dari kursi pesawat di isi oleh para jemaah umroh ini.

Sekitar 1 jam kami menunggu di ruang tunggu hingga akhirnya panggilan menunju ke pesawat mulai di perdengarkan di gate 3, kami pun bergegas siap memasuki antrian untuk pemeriksaan boarding pass yang ternyata juga harus menunjukan identitas diri seperti KPT atau KK.

Di dalam City Link
16 A sampai 16 D merupakan kursi yang saya pilih untuk menjadi tempat kami duduk mereka bertiga duduk di satu baris sedangkan saya sendirian di 16 D tepat di samping mereka, saat naik ayuk dan kakak berebut untuk duduk di kursi yang ada jendelanya, hingga akhirnya kakak pun mengalah dan ayuk yang duduk di situ.

Penerbangan yang kurang lebih 1 jam ini merupakan pengalaman perdana bagi mereka yang selama ini cenderung menggunakan moda transportasi darat seperti kereta api ataupun mobil/bus.

"Seperti kereta api ..yah bunyinya juga sama.." celetuk adek , aku hanya tersenyum .
"Duduk yang tenang sebentar lagi take off.."ujarku ke mereka
tidak lama berselang pesawat melakukan take off, pramugari memperagakan cara panduan keselamatan di dalam pesawat, sang setiap kali terbang pasti ada yang seperti itu.

"Kuping kakak berdengung yah....." ucap kakak pelan
"makan saja permen yang ayah kasih tadi kak" ucap ku pelan.

Mereka seperti menikmati penerbangan ini walau untuk pertama kali tepat sekitar pukul 8:40 pesawat mendarat di Cengkareng dengan mulus dan jurnal berawal di sini.

Itinerary Tour Kota Kembang 5 Hari

Karena obrolan selepas berbuka puasa, anak-anak akhirnya memutuskan ke kota Bandung setelah sebelumnya terjadi pilihan antara Bandung dan Yogyakarta, sehingga ku susunya itinerarynya berikut budgetnya semoga menjadi panduan untuk traveler yang lain bagi yang melakukan perjalanan ke kota kembang ini.



Selamat menikmati.