Wednesday, 27 June 2018

Libur Lebaran Bersama Keluarga Besar Di TWA Punti Kayu Palembang

Keluarga besar kami
Liburan setelah lebaran kali ini kita habiskan ke hutan taman wisata punti kayu bersama keluarga besar karena kakak yang dari Bangka juga sudah tiba di Palembang sejak bulan puasa tadi, lumayan rame kondisi pasca lebaran itupun harus berurusan dengan monyet yang lapar yang terpergok mencuri makanan yang kami letakan di atas tikar, tapi monyet tetaplah monyet, semakin banyak makanan mereka makin banyak datang dengan gerombolannya.

Sesaat setelah sampai banyak yang menuju ke wahana kebun binatang untuk melihat fauna yang ada di wahana ini, tetapi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya bintang-binatang di kebun binatang punti kayu ini sudah banyak yang tidak ada lagi. Ada juga patung-patung hewan yang menghiasi kawasan kebun bunatang ini, dengan ticket 10 ribu perorang kebun binatang ini bisa menambah pengetahuan  anak terutama mengenai kehidupan hewan  .

Pose di depan kebun binatang
Wahana lainnya yang tidak kalah menarik adalah flying fox yang semakin menantang membuat banyak dari kami ingin meluncur baik anak-anak ataupun yang dewasa, kakak, cek amira, Adek, Abang, dan Aak sudah meluncur di flying fox anak-anak. Sedangkan Wakcik, abi dan ujuk ternyata kepingin juga untuk meluncur di flying fox yang cukup menantang ini, malahan ada yang bermain sampai dua kali karena penasaran..

Flying Fox dulu

Spot baru yang berupa replika dari  7 keajaiban dunia merupakan wahana yang banyak di datangi oleh pemburu foto , ayuk yang sedang narsis-narsisnya menjadi keranjingan foto di wahana 7 keajaiban dunia, ada candi borobudur, menara eifel, menara miring pisa, jam big ben London, dan beberapa landmark dunia lainnya yang semuanya berbentuk replika .

Borobudur isinya kosong


Kakak yang lebih memilih permainan bebek air yang menurutnya lebih seru dengan durasi waktu lebih lama, padahal bunda sendiri takut saat kakak bermain air di karenakan kakak tidak bisa berenang dan kolam bebek air pun lumayan dalam.

Kakak naik bebek-bebekan

Tarif pun cukup bersahabat untuk masuk di setiap wahana, di kebun binatang 10 ribu Rupiah/ orang, untuk wahana 7 keajaiban dunia juga 10 ribu rupiah, begitu juga bebek air, untuk kolam renang di kenakan tarif 25 ribu, flying fox untuk dewasa 25 ribu dan anak-anak 15 ribu di luar ticket masuk.

Wednesday, 30 May 2018

Setelah Selesai Ujian Dhinyah & Umum

Inilah gaya anak pondok setelah selesai melakukan ujian dhiniya dan ujian umumnya,  kawasan pinggiran sungai musi inilah yang menjadi sasaran ayuk dan remaja putri pondok lainnya, biasanya ada senggang untuk anak-anak pondok melepaskan penatnya, tetapi dengan catatan enggak boleh pulang ke rumah.




Masjid yang bisanya menjadi tempat berkumpul saat kunjungan wali dan santri

Sunday, 15 April 2018

3 Hari Di Kota Lahat, Silaturahmi Di Acara Pernikahaan Part 3


Hari ke 3 kami berada di kota Lahat, hari ini pukul 8 pagi kamipun mulai bersiap-siap untuk menuju ketempat kediaman bibi yang akan melangsungkan acara resepsi pernikahan pada hari ini, tenda untuk acarapun sudah siap di tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah bibi.

Pelaminan, kursi-kursi, meja makan juga sudah siap semua tinggal menunggu pihak catering yang masih dalam perjalanan, pukul 8 kami bergerak menggunakan ojek karena kalau jalan kaki nanti keringatan lagi kata bunda, sesampai di sana ternyata sudah ramai keluarga yang berkumpul di sana. 


Kurang lebih pada pukul 10 tetabuhan jidur mulai bergema, dentuman drum dan alat musik yang di tabuh oleh para penabuh yang rata-rata sudah hampir setengah abad, iringan para penari dengan pakaian khas Palembang nya pun menjadi menambah kemeriahan acara ini. Tidak berselang iringan pengantin dan juga iringan pengantin keluar dari kediaman menuju ke acara resepsi, 





Acara yang cukup ramai di hadiri oleh tamu dan undangan begitu juga keluarga, di isi dengan acara tari-tarian dan lagu, beberapa kata sambutan pun teruang di sini, acara pun berjalan dengan sukses dan meriah.

Setelah selesai acara sekitar pukul 1 siang kami pun segera pamit ke Mamang, Bibi dan pihak keluarga di lahat, karena kami akan segera bersiap-siap untuk kembali ke Palembang pada pukul 2 siang ini dimana mobil travel rencananya akan menjemput kami di hotel.


Pukul 2 siang akhirnya mobil travel pun menjemput kami, mobil yang berjenis minibus luxio ini hanya berisi 1 orang yang duduk di bagian depan, dan kami mengambil posisi di kursi tengah, mobil yang pintunya harus di buka menggunakan kunci pas ini, membuat aku bertanya-tanya apakah mobil travel ini layak jalan atau tidak, berbeda dengan mobil travel yang saat kami berangkat yang bisa di bilang nyaman.

Ternyata benar sopr yang membawa mobil ini membawa mobil ini dengan kecepata di atas 100 km/perjam, adek, kakak dan bunda pun ikut memejamkan mata saat menikung ataupun memotong kendaraan lain, hingga akhirnya saat tiba di desa gunung megang di mana kemacetan terjadi karena perbaikan jalan kendaraan ini pun berjalan merayap, tetapi selepas dari kemacetan gas mulai di geber lagi hingga di salah satu tanjakan, pintu belakang mobil ini terbuka dan membuat seluruh koper penumpang berhamburan termasuk salon mobilnya, untungnya tidak ada mobil yang berada di belakang, kulihat satu penumpang yang baru naik dari kawasan merapi tadi yang duduk di belakang sebelah kiri mukanya memucat pasi.

Setelah kejadian tersebut si sopir bukanya mengurangi kecepatannya bahkan menambah kecepatannya, adek yang sudah teridur dalam dekapan bunda sedangkan kakak yang sedari tadi menutup mata berbisik kepadaku kalau perutnya mual, gaya menyetirnya seperti film fast and furious saja, aku berbisik kepada kakak dan bunda 
"Terus berdoa saja ... semoga kita selamat sampai di tujuan".
"lain kali kalu ke sini lagi jangan naik travel ini lagi" kata bunda sambil mendelik

Gaya sebelum muka memucat
 

Saturday, 14 April 2018

3 Hari Di Kota Lahat, Silaturahmi Di Acara Pernikahaan Part 2

Ayah, Tante Sari, Wawak Aak, Om Pit, Adek & Ak Hafiz
Pukul 6 pagi kami sekeluarga kami sudah bersiap-siap, kemarin wawak aa'k sekeluarga, Om pit, tante sari pun sudah sampai mengunakan kereta api pagi jurusan Lubuk Linggau, sehingga sampai di kota lahat siang hari tidak lama setelah kami sampai melalui travel.

Kami semua di tempatkan di hotel calista termasuk pihak besan yang berasal dari pulau jawa yang menggunakan beberapa mobil juga ikut menginap di sini, kami semuanya mendapat 3 kamar, di lantai 2, jarak untuk ke tempat acarapun tidak terlalu jauh, dengan berjalan kaki pun tidak sampai 5 menit sampai ke tujuan.

Kamipun mengikuti mobil pihak besan keruma bibi, sudah banyak keluarga yang ada di sana termasuk keluarga dari desa sawah kabupaten 4 lawang, dari Lahat, Lubuk Linggau, bahkan dari Bogor dan Lampungpun terlihat di sini.

Sekitar pukul 9 pagi akad nikahpun di laksanakan setelah pihak P3N hadir di sini, ijab kabul pun terucap, banyak tangis bahagia yang terurai karena bisa di maklumi ini merupakan pernikahan anak bibi yang pertama.



Mamang pun bisa bernafas lega setelah akad nikah ini di langsungkan, keluarga, tamu dan undangan memberikan selamat kepada ke dua mempelai. Acara ramah tamah pun di lakukakan bersamaan dengan makan bersama, di situlah kami bisa bercengkrama bersama keluarga yang sudah lama tidak bertemu.

Acara berikutnya adalah esok hari di mana merupakan resepsi pernikahaan, sore harinya kami sekeluarga menyempatkan kerumah sepupu bunda yang tinggal di lahat karena bertugas di kantor keuangan Lahat.

Dengan menggunakan 2 ojek kamipun menuju ke sana, ternyata tidak terlalu jauh dari hotel calista, kamipun banyak bercerita dan kebetulan wakcak nya bunda pun ternyata lagi berada di kota Lahat, saat sore menjelang kamipun di antar pulang sepupu bunda sampai ke tempat kami menginap dengan menggunakan mobilnya.

Malam ini di tempat bibi merupakan acara malam hiburan keluarga, keluarga yang hobi dan bisa bernyanyi bergantian naik memegang microphone untuk unjuk suara, Wawak Aak sekeluarga, Tante Sari & Om Pit ternyata akan pulang menggunakan kereta malam ini menuju kota Palembang, pada pukul 10 malam mereka sudah di antar ke Stasiun Lahat dan tinggal kami sekeluarga untuk menuntaskan acara sampai besok.