Saturday, 14 April 2018

3 Hari Di Kota Lahat, Silaturahmi Di Acara Pernikahaan Part 2

Ayah, Tante Sari, Wawak Aak, Om Pit, Adek & Ak Hafiz
Pukul 6 pagi kami sekeluarga kami sudah bersiap-siap, kemarin wawak aa'k sekeluarga, Om pit, tante sari pun sudah sampai mengunakan kereta api pagi jurusan Lubuk Linggau, sehingga sampai di kota lahat siang hari tidak lama setelah kami sampai melalui travel.

Kami semua di tempatkan di hotel calista termasuk pihak besan yang berasal dari pulau jawa yang menggunakan beberapa mobil juga ikut menginap di sini, kami semuanya mendapat 3 kamar, di lantai 2, jarak untuk ke tempat acarapun tidak terlalu jauh, dengan berjalan kaki pun tidak sampai 5 menit sampai ke tujuan.

Kamipun mengikuti mobil pihak besan keruma bibi, sudah banyak keluarga yang ada di sana termasuk keluarga dari desa sawah kabupaten 4 lawang, dari Lahat, Lubuk Linggau, bahkan dari Bogor dan Lampungpun terlihat di sini.

Sekitar pukul 9 pagi akad nikahpun di laksanakan setelah pihak P3N hadir di sini, ijab kabul pun terucap, banyak tangis bahagia yang terurai karena bisa di maklumi ini merupakan pernikahan anak bibi yang pertama.



Mamang pun bisa bernafas lega setelah akad nikah ini di langsungkan, keluarga, tamu dan undangan memberikan selamat kepada ke dua mempelai. Acara ramah tamah pun di lakukakan bersamaan dengan makan bersama, di situlah kami bisa bercengkrama bersama keluarga yang sudah lama tidak bertemu.

Acara berikutnya adalah esok hari di mana merupakan resepsi pernikahaan, sore harinya kami sekeluarga menyempatkan kerumah sepupu bunda yang tinggal di lahat karena bertugas di kantor keuangan Lahat.

Dengan menggunakan 2 ojek kamipun menuju ke sana, ternyata tidak terlalu jauh dari hotel calista, kamipun banyak bercerita dan kebetulan wakcak nya bunda pun ternyata lagi berada di kota Lahat, saat sore menjelang kamipun di antar pulang sepupu bunda sampai ke tempat kami menginap dengan menggunakan mobilnya.

Malam ini di tempat bibi merupakan acara malam hiburan keluarga, keluarga yang hobi dan bisa bernyanyi bergantian naik memegang microphone untuk unjuk suara, Wawak Aak sekeluarga, Tante Sari & Om Pit ternyata akan pulang menggunakan kereta malam ini menuju kota Palembang, pada pukul 10 malam mereka sudah di antar ke Stasiun Lahat dan tinggal kami sekeluarga untuk menuntaskan acara sampai besok.

Friday, 13 April 2018

3 Hari Di Kota Lahat, Silaturahmi Di Acara Pernikahaan Part 1


Hari Jumat ini kami sekluarga sudah menunggu di salah satu loket travel di jalan kolonel Atmo  ini dengan tujuan kota Lahat, ticket yang sudah ku pesan beberapa hari yang lalu untuk keberangkatan hari ini, 3 kursi tengah dengan harga 100 ribu perkursi travel innova ini pun yang akan mengantar kami ke kota Lahat. 

Acara akad nikaha sepupu ku yang akan di langsungkan esok hari, sedangkan resepsinya akan di langsungkan pada hari Minggunya dimana ibunya mempelai permpuan adalah adik kandung dari ayahku, Ayah tidak bisa lagi mudik begitu pesan ibu kepada kami sehingga kami yang di utus untuk menghadiri acara pernikahan ini, Wawak Akbar, Tante Sari dan Om Pit juga akan berangkat dengan menggunakan kereta api.

Aku terbiasa menggunakan tervel saat tugas dinas ke Lahat karena kepraktisannya bisa antar di tempat karena untuk urusan transporatasi di Lahat bisa di bilang cukup sulit, cuma ada ojek yang bisa mengantar kita itupun harganya ku rasa cukup mahal.

Saat di perjalanan
Tepat pukul 8 travel ini mulai berjalan menjemput beberapa penumpang, dan salah satu penumpangnya adalah teman sekantorku dulu yang sekarang membuka usaha sendiri di seputaran kantor keuangan kota Lahat.

Aku pernah berjanji jika ke Lahat saat makan di tahu sumedang renyah membelikan anak-anak kue-kue dan juga menunjukan bukit selero/ bukit jempol/ bukit telunjuk, karena selama ini mereka hanya mendengar dariku mengenai bukit tersebut dan juga oleh-oleh yang selalu kubawa saat dinas ke lahat yang selalu menjadi pertanyaannya.


Akhirnya travel ini berhenti di rumah makan tahu sumedang renyah di Prabumulih, kakak dan ayah memesan nasi goreng, adek memesan mie goreng, bunda memesan siomay. Kami sempat memesan 2 porsi tahu sumedang yang sudah di idam-idamkan kakak dan adek, mereka makan dengan lahapnya sampai sampai si supir travel mengingatkan kami saat keberangkatan.

Perjalanan pun di lanjutkan, adek dan kakak banyak bersenda gurau, cemilan pun habis di makan walaupun di bagian belakang ada anak yang mabuk perjalanan tidak berpengaruh bagi mereka, untung anak-anak sudah terbiasa berjalan jauh. Setelah beberapa lama akhirnya kantuk mereka pun datang mereka tertidur dan ku bangunka saat melintasi kawasan merapi, karena bukit selero sudah tampak di depan mata.

"bangun kak.. dek , itu bukitnya " kataku ke kakak dan adek
Sambil mengusap matanya "oh,,, itu yah" jawabnya seperti orang yang tidak bersemangat.
 Tapi bagimana lagi, memang meraka pada ngantuk


Pukul 2 siang akhirnya kami pun tiba di kota Lahat, supir travelpun langsung mengantar kami ke rumah bibiku, setelah bersilaturahim sebentar dan bercengkerama pada sore harinya kamipun di antar ke hotel Calista   yang tidak terlalu jauh dari kediaman bibi ku, dan juga tidak terlalu jauh dari kantor ku yang berada di Lahat yang terletak di seberang jalan saja.

Thursday, 15 February 2018

Keberangkatan Bunda Ke Natar, Lampung ;Silaturahmi ke Keluarga Besar



Keberangkatan bunda ke Lampung tepatnya di Natar merupakan pemenuhan hajat dari keluarga yang masih ada pertalian darah dengan nyai di mana akan menyelenggarakan acara pernikahan salah satu anaknya.

Ayah sendiri tidak bisa berangkat di karenakan ada tugas kantor yang tidak bisa di tinggalkan,dengan menggunakan kereta api malam Sriwijaya , keberangkatan ke lampung ini tidak mengalami kendala walaupun saat sampai di stasiun tanjung karang kereta telat hampir 2 jam karena ada rel yang anjlok.

Datuk, Nyai, Oma, Mama, Om Faqih serta kakak dan adek yang ikut dalam perjalanan kali ini, acara pernikahan berjalan lancar, bunda dan keluarga pun sempat berjalan ke kawasaan wisata puncak mas, pantai mutun dan pantai sari ringgung.

Di pantai sari ringgung inilah handphone bunda terjatu ke dalam air laut yang menyebabkan kamera belakangnya mati total dan beberapa data yang ada di memori menjadi error.

Saat di kereta api Sriwijaya
Adek saat bermain di pantai sari ringgung

Bunda bersama keluarga di Natar Lampung saat ke pantai Sari Ringgung

Friday, 2 February 2018

Dokter-Dokter Gigi Muda Dan Perawatan Gigi Adek


Pemeriksaan gigi ini adek kali ini bukan pemeriksaan gigi rutin di dokter gigi tetapi adek menjadi salah satu pasian program profesi kedokteran gigi yang di lakukan oleh dokter-dokter gigi muda ini, yang sebelumnya datuk sudah terlebih dahulu dalam hal pembuatan gigi palsu dimana mereka bekerja sama dengan pihak kelurahan di kota ini dalam mencari pasien. Kemudian bunda juga ikut program ini untuk membersihkan bekas patahan gigi yang masih bersisa di gusi yang kata dokter ini bisa salah satu penyebab dan pencetus kanker.

Yang terakhir adek dengan gigi depan yang penuh dengan caries karena malasnya sikat gigi, sehingga ada beberapa gigi yang harus menjalani perawatan terutama bagian geraham,  untuk umur adek yang masih kurang dari 6 tahun ini belum bisa untuk di lakukan pencabutan gigi.

Program yang di tawarkan ini seluruhnya free alias gratis karena seluruh biaya di tanggung oleh para dokter muda ini, dari pembuatan gigi palsu, rontgen, termasuk obat yang berkaitan dengan perawatan gigi ini. Dan selama perawatan ini juga sering berpindah-pindah terkadang di rumah sakit gigi dan mulut di km 5 ataupun di RSMH Palembang.

Adek senang karena biasanya habis di lakukan pemerikasaan adek mendapatkan hadiah dari dokter Bella yaitu dokter yang menangani perawatan gigi adek, dokter muda yang berasal dari kota Lampung ini terkadang mengajak adek makan siang, membelikan susu kotak dan makanan ringan yang di jadikan oleh-oleh saat pulang bahkan pernah di antar ke rumah saat kami tidak bisa menjemput adek.

Hikmanya dengan adanya program ini adek tidak takut lagi untuk duduk di atas kursi dokter gigi yang menurut sebagian anak kecil sangat menakutkan, karena sebelumnya kurang lebih 16 minggu  adek berhadapan dengan dokter gigi dan segala peralatannya.

Terima kasih tante dokter.